PADEK.JAWAPOS.COM -- Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyatakan, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik setelah pasokan energi primer kembali mengalir. Selain itu, salah satu pembangkit besar yang sebelumnya mengalami gangguan berhasil dipulihkan dan telah turut memasok listrik.
“Mulai Minggu (21/6), kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik. Pemadaman bergilir berhasil diminimalisasi,” kata Darmawan dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (22/6).
Namun, di sejumlah wilayah, pemadaman bergilir masih terjadi kemarin (22/6). Misalnya di Kota Bandung, Jawa Barat. Radar Bandung melaporkan, pemadaman listrik bergilir kembali dilakukan oleh PLN UP3 Bandung kemarin menyusul gangguan teknis pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik, khususnya di Bandung Utara.
Pada jadwal pertama, pemadaman berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Sejumlah fasilitas penting seperti bank, universitas, hingga kawasan usaha turut masuk dalam jadwal pemadaman.
Sesi kedua berlangsung pukul 11.00 hingga 14.00 WIB dengan cakupan lebih luas, mulai dari Ciumbuleuit, Sukajadi, Dipatiukur, hingga kawasan pusat kota seperti Jalan Merdeka dan R.E. Martadinata. Begitu pula di Kota Malang, Jawa Timur. Sampai Minggu, masih terjadi pemadaman di sejumlah titik.
Menurut Darmawan, pasokan energi primer yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pembangkit PLN maupun pembangkit milik produsen listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) mulai kembali mengalir sehingga memperkuat ketahanan sistem kelistrikan Jawa. Selain itu, PLN juga terus melakukan perbaikan terhadap pembangkit yang sebelumnya mengalami kendala teknis.
Dia menambahkan, PLN juga melakukan pembenahan tata kelola rantai pasok energi primer serta penguatan pembangkit guna menjaga keandalan pasokan listrik. Malam sebelumnya, Darmawan memberikan keterangan di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali Depok, Jawa Barat, terkait perkembangan pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa.
Saat itu, Darmawan menyatakan, salah satu pembangkit besar milik IPP yang sebelumnya mengalami gangguan telah kembali beroperasi dan tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa sejak Minggu (21/6) pukul 18.00 WIB.
Terpisah, Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mendesak PT PLN (Persero) segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi korban pemadaman listrik berkepanjangan. Erma, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa mati lampu massal langsung melumpuhkan urat nadi ekonomi rakyat kecil.
Melihat skala kerugian yang masif, dia menuntut PLN segera melakukan evaluasi total pada keandalan sistem jaringan distribusinya. Selain itu, Erma mendesak manajemen PLN segera merumuskan mekanisme ganti rugi atau bantuan afirmasi yang jelas bagi pelaku UMKM terdampak sebagai bentuk tanggung jawab korporasi terhadap publik.
Di Surabaya, Pemprov Jawa Timur (Jatim) meminta PLN memperkuat akurasi komunikasi publik serta memberikan jaminan pasokan energi total di sektor pelayanan publik yang bersifat strategis. Untuk meminimalisasi dampak sosial dan ekonomi, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyebutkan, pihaknya juga telah menginstruksikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral menjadi koordinator pemetaan sektor-sektor strategis.
“Untuk menghindari lumpuhnya fasilitas publik yang menyangkut keselamatan dan hajat hidup orang banyak,” katanya.
Seperti, tambahnya, lumpuhnya fasilitas di perlintasan kereta api, yakni tidak berfungsinya palang pintu otomatis, lampu, dan bunyi sirene. Kemudian juga traffic light, PDAM, dan layanan rumah sakit. (lyn/bry/dsn/ian/ttg/jpg)
Editor : Adriyanto Syafril