PADEK.JAWAPOS.COM -- Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Sumbar punya pimpinan baru. Ini setelah Alizar Tanjung terpilih menjadi ketua pada musyawarah daerah (Musda) yang digelar di Ruang Theater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Sabtu (27/8) lalu.
Direktur Rumahkayu Pustaka Utama itu memenangkan pemilihan dengan perolehan suara yang tipis. Satu suara lebih banyak dari pesaingnya Novic Ferial yang meraih 24 suara. Dengan ini Alizar Tanjung akan menjadi ketua pada periode 2026-2031.
Usai dinyatakan menang, Ali mengungkapkan, agenda yang mendesak untuk segera dijalaninya adalah menyusun kepengurusan lengkap. Selanjutnya, menyusun program kerja lima tahun ke depan dengan melibatkan semua pengurus yang sudah dipilih.
“Terutama meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, lembaga pendidikan maupun pihak lainnya dalam mendorong pertumbuhan buku di Sumatera Barat. Muaranya, bagaimana penerbit Sumatera Barat bisa berkembang lebih baik ke depannya,” tutur sastrawan nasional itu dalam relis yang Padang Ekspres terima kemarin.
Untuk menyusun kepengurusan, peserta Musda IKAPI telah menyepakati tujuh orang tim formatur. Selain Alizar Tanjung sebagai ketua, didampingi Novic Ferial, Armaidi Tanjung, Resthy Anggreta Sari, Heru Sumaryanto, Engriyo dan Ilham. Tim Formatur diberi waktu 15 hari untuk penyusunan kepengurusan lengkap IKAPI Sumatera Barat lima tahun ke depan.
Musda IKAPI Sumbar dibuka Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Jumaidi, serta dihadiri Ketua IKAPI Sumbar 2021-2026 Purwadi. Musda tersebut diikuti 60 penerbit di Sumatera Barat.
Jumaidi menyampaikan, pentingnya peran IKAPI yang menghimpun para penerbit dalam mendukung dan meningkatkan indeks membaca masyarakat. Penerbit yang menerbitkan buku merupakan jembatan antara penulis dengan publik. Penerbit menghasilkan buku yang merupakan karya para penulis, kemudian didistribusikan ke masyarakat, baik melalui toko buku, perpustakaan maupun kepada pembaca buku.
“IKAPI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan literasi. Terkait literasi jangan hanya tertuju kepada Dinas Perpustakaan. Karena literasi bisa oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Karena aktivitas membaca tidak hanya di Dinas Perpustakaan. Aktivitas membaca bisa dilakukan di banyak tempat,” tuturnya.
Ia berharap, Musda IKAPI Sumbar akan melahirkan kepengurusan yang lebih kreatif, inovatif, dan bersama-sama mendorong peningkatan literasi membaca di tengah masyarakat. “Jangan takut dengan era digital yang menyaingi buku. Di banyak negara maju saat ini, sudah mulai banyak juga yang kembali menggunakan buku dalam aktifitas belajar di lembaga pendidikan. Itu artinya, buku kembali dibutuhkan dalam proses belajar di sekolah atau di perguruan tinggi,” kata dia.
Usai pembukaan Musda, tujuh penerbitkan menyumbangkan 77 buku kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang yang diwakili Nurpitri. Masing-masing dari penerbit Pustaka Artaz, Afifa Utama, Jasa Surya, Suri, Langsung Terbit, Brimeta Publisher dan UMSB Press. (rel/wni)
Editor : Adriyanto Syafril