Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Politik Bebas Aktif Indonesia Luntur, Dubes RI tak Dapat Akses, Menlu-Ketua MPR Melayat ke Iran

jpg • Rabu, 8 Juli 2026 | 08:50 WIB
Salah seorang pelayat dalam prosesi pemakaman Ayatollah Seyed Ali Khamenei membentangkan poster “Kill Trump” di Masjid Jamkaran, Kota Qom, Iran, kemarin. Ali Khamenei bakal dimakamkan di Mashhad, kota yang berjarak sekitar 909 kilometer dari Teheran, besok (9/7). (TASNIM)
Salah seorang pelayat dalam prosesi pemakaman Ayatollah Seyed Ali Khamenei membentangkan poster “Kill Trump” di Masjid Jamkaran, Kota Qom, Iran, kemarin. Ali Khamenei bakal dimakamkan di Mashhad, kota yang berjarak sekitar 909 kilometer dari Teheran, besok (9/7). (TASNIM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Diwarnai kritik keras dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, pemerintah memastikan akan mengirim utusan khusus ke prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani dijadwalkan berangkat ke negeri yang beribu kota Teheran tersebut besok (9/7).

Lewat prosesi yang berlangsung sejak Sabtu (4/7) pekan lalu, Ayatullah Ali Khamenei bakal dimakamkan di Mashhad, kota yang berjarak sekitar 909 kilometer dari Teheran, besok (9/7). Di kota itu pula tokoh yang meninggal akibat serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu tersebut dilahirkan.

“Karena pemakaman itu akan dilaksanakan pada tanggal 9 (Juli), Kamis, kita berencana akan hadir. Ini kita masih menunggu jawaban, waktu dan tempat di mana kita bisa menghadiri acara pemakaman tersebut,” kata Sugiono seusai penyambutan kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7) petang.

Sebelumnya, seperti diunggah di Instagram pribadinya, Dino mengkritik pemerintah karena hanya me­nugaskan duta besar untuk menghadiri upacara pema­kaman Ayatullah Ali Khamenei. Ia mempertanyakan komitmen politik luar negeri bebas aktif.

“Bebas aktif yang luntur? Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah Indonesia tidak meme­nuhi undangan Iran untuk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yang terbunuh dalam serangan militer ilegal. Yang saya dengar, berbagai upaya gigih Iran untuk mengundang Pemerintah Indonesia tidak men­dapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri, tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita),” tulis Dino yang juga pendiri Foreign Policy Community of Indonesia tersebut.

Karena yang dikirim hanya dubes untuk Iran, lanjut Dino, Teheran menganggapnya sebagai sikap menyepelekan. “Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia satu-satunya yang absen mengirim delegasi,” katanya.

Dalam penjelasan Sugiono, seperti dikutip dari Antara, saat menerima pemberitahuan mengenai pemakaman tersebut, pemerintah menyampaikan bahwa perwakilan yang akan hadir adalah Dubes Indonesia untuk Iran. Keputusan itu didasarkan pada berbagai pertimbangan teknis, di antaranya karena persiapan berbagai kunjungan kenegaraan di Indonesia.

“Beberapa pejabat kunci juga memiliki agenda penting yang tidak memungkinkan mereka untuk berang­kat,” kata Sugiono.

Namun, lanjutnya, pemerintah kemudian mendapatkan konfirmasi bahwa Teheran hanya akan memberikan akses kepada pejabat setingkat di atas duta besar. Hal itu mendorong perubahan rencana. “Dari komunikasi yang terus kita lakukan, karena penghormatan terhadap beliau (Ayatullah Ali Khamenei, red) sangat besar, kemudian massa juga sangat besar di sana, pihak Iran mesti mencoba untuk mencari titik atau spot yang tepat untuk menerima kunjungan kita,” ujar Sugiono.

Dipenuhi Pelayat

Sementara itu, ribuan warga kembali memadati Qom, Iran, kemarin (7/7) dalam hari keempat prosesi pemakaman Ayatullah Ali Khamenei. Mengutip Arab News, jenazah Khamenei disemayamkan di Masjid Jam­karan sebelum dibawa me­nuju Mausoleum Fatima Masumeh di kota suci tersebut.

Rekaman televisi pemerintah memperlihatkan jalan-jalan Qom dipenuhi pelayat. Doa dipimpin Ayatullah Abdollah Javadi-Amoli. Sementara massa berulang kali meneriakkan slogan “Matilah Amerika”.

Masih menurut Arab News, peti jenazah Khamenei diiringi empat anggota keluarganya yang juga turut menjadi korban meninggal akibat serangan yang sama, termasuk seorang cucu perempuan berusia 14 bulan. Setelah dari Qom, jenazah dijadwalkan dibawa ke Najaf dan Karbala di Irak sebelum dimakamkan di Mashhad.

Pemerintah Iran menjadikan rangkaian upacara selama sepekan itu sebagai simbol persatuan nasional setelah perang melawan Amerika dan Israel. Namun, perhatian publik tetap tertuju pada absennya Pemimpin Tertinggi Iran yang baru Mojtaba Khamenei. Putra Ali Khamenei itu belum pernah muncul di hadapan publik sejak diangkat sebagai pe­nerus ayahnya pada awal Maret.

Sumber-sumber di kalangan internal pemerintahan Iran menyebut, faktor keamanan menjadi alasan Mojtaba tak tampil di depan publik. Apalagi, Israel sudah terang-terangan menyebutnya sebagai target.

Meski demikian, sebagai Pemimpin Tertinggi, Mojtaba tetap mengeluarkan berbagai keputusan penting. Salah satunya mengangkat kembali Gholam-Hossein Mohseni-Ejei sebagai Ketua Mahkamah Agung Iran untuk masa jabatan lima tahun. Mohseni-Ejei, seperti dikutip Al Jazeera, memastikan, lembaga peradilan akan meme­nuhi tuntutan rakyat Iran untuk membalas kematian Kha­menei.

“Mengapa rakyat kita me­ngatakan balas dendam? Karena mereka ingin kejahatan ini tidak pernah terulang lagi. Mereka menginginkan hukuman yang mampu men­cegah musuh melakukan kejahatan perang maupun kejahatan lainnya,” ujarnya.

Di tengah prosesi pema­kaman, ketegangan juga kem­bali meningkat di Selat Hormuz. Sebuah tanker minyak yang melintasi jalur Oman diserang setelah me­ngabaikan peringatan dari otoritas Iran. Kapal tersebut disebut berlayar dengan per­lindungan Angkatan Laut AS.

Namun, hingga berita ini ditulis, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernya­taan resmi mengenai insiden tersebut. Sementara itu, dua pejabat AS menyebut, dua kapal menjadi sasaran pro­yektil tak dikenal. Namun, tidak ada korban jiwa. (lyn/ttg/jpg)

Editor : Adriyanto Syafril
#Dubes RI #pemakaman Ayatollah Seyed Ali Khamenei #menteri luar negeri