Program MBG Jalan Terus, Danantara Jadi Andalan, Presiden Prabowo Klaim Perlindungan Sosial Makin Kuat

jpg • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:50 WIB
Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027, Rabu (20/5/2026).(Foto: Setkab)
Presiden Prabowo Subianto. 

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah akan terus memperkuat ketahanan dalam negeri me­lalui penguatan sistem perlindungan sosial, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Ana­gata Nusantara (Danantara). Kebijakan tersebut menjadi strategi menekan kemiskinan sekaligus mem­per­kuat fondasi ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan Pre­siden Pra­bowo Subianto da­lam Sidang Ka­binet Paripurna pertengahan tahun di Is­tana Negara kemarin (20/7).

Prabowo menyebut, Indonesia kini memiliki salah satu sistem perlindungan sosial terkuat di dunia. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil pembangunan yang telah dirintis pemerintahan sebelumnya.

“Ternyata kita punya sis­tem perlindungan sosial sa­lah satu yang terkuat di dunia kalau kita ikuti semua program-program ini. Ini adalah hasil dari pemerintah-pemerintah sebelum kita. Tugas kita membangun dan memperbaikinya,” ujarnya.

Prabowo memaparkan se­jumlah program yang men­jangkau puluhan juta ma­sya­rakat. Program Indonesia Pintar (PIP), misalnya, menyasar sekitar 22 juta sis­wa dari keluarga miskin. KIP Kuliah diberikan kepada 1,2 juta mahasiswa. Sementara itu, bantuan sembako Rp 200 ribu per bulan diterima lebih dari 18 juta keluarga.

Menurut Prabowo, keberpihakan kepada ma­sya­rakat miskin juga diwujudkan melalui subsidi LPG, listrik, pembiayaan rumah, hingga bantuan kebenca­naan. Dia menilai MBG menjadi salah satu program yang paling banyak mendapat kritik. Meski demikian, pemerintah memastikan program tersebut tetap berjalan karena menyasar kebutuhan da­sar masyarakat, terutama anak-anak.

“Saya diserang karena ingin memberi makan anak-anak, ibu hamil, lansia. Dianggap pemborosan. Tapi, ribuan triliun pergi dari Indonesia, tiap tahun selama  34 tahun, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi,” katanya.

Dia mengakui masih terdapat penyimpangan dalam pelaksanaan MBG. Namun, pemerintah akan menindak setiap pelanggaran dan terus melakukan perbaikan.

“Sama dengan MBG, ada kekurangan, ada penyelewengan. Kita segera bertindak, kita segera perbaiki. Kita tidak akan pilih kasih dan tidak akan tebang pilih,” tegasnya.

PT DSI Kelola Devisa USD 10,5 MIliar

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti peran Danantara sebagai instrumen baru pengelolaan kekayaan negara. Menurut dia, pembentukan  sovereign wealth fund tersebut menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya aset negara dikonsolidasikan da­lam satu pengelolaan yang terintegrasi. Nilai aset yang dikelola disebut telah me­lampaui USD 1.000 miliar.

Selain mengelola aset ne­gara, Danantara membentuk PT Danantara Sumber  Daya Indonesia (DSI) untuk mengawasi ekspor komoditas strategis melalui sistem satu pintu. Kebijakan itu ditujukan menekan kebocoran devisa akibat praktik under invoicing dan  transfer pricing.

Prabowo menyebut, da­lam 1,5 bulan pertama be­roperasi, PT DSI telah mengelola devisa senilai USD  10,5 miliar. Selisih harga ekspor komoditas Indonesia dengan harga interna sional yang sebelumnya mencapai 30–40 persen juga mulai me­nyempit.

Dia optimistis penguatan perlindungan sosial, pembangunan sumber daya ma­nusia, dan pengelolaan aset negara melalui Danantara akan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. “Kita berada di jalan yang benar. Yang kita lakukan adalah memastikan kekayaan negara kembali sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” pungkasnya.

BGN Evaluasi Penerima MBG

Seusai Sidang Kabinet Paripurna kemarin, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, evaluasi MBG difokuskan pada ketepatan sasaran penerima man­faat. Termasuk memprioritaskan wilayah dengan angka stunting  tinggi serta membersihkan data penerima yang berpotensi ganda.

Agustina menjelaskan, arahan tersebut sejalan dengan penekanan Presiden Pra­bowo agar MBG menjadi instrumen untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kelaparan (zero hunge), peningkatan kesehatan (good health and well-being), dan pendidikan berkualitas. “Dari arahan Presiden, kami melihat program MBG harus benar-benar menjadi instrumen untuk memperbaiki status gizi masyarakat, terutama kelompok yang paling membutuhkan,” ujarnya. (lyn/oni/jpg)

 

Editor : Adriyanto Syafril
Sidang Ka­binet Paripurna Danantara Presiden Prabowo Makan Bergizi Gratis (MBG)