Mahyeldi Usulkan Tiga Program Strategis ke Menko Perekonomian, Dorong Teluk Tapang Jadi PSN

jpg • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 06:15 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah berdiskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Rabu (22/7). (DOK PEMPROV SUMBAR)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah berdiskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Rabu (22/7). (DOK PEMPROV SUMBAR)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengusulkan tiga program strategis kepada Men­te­ri Koordinator Bidang Pere­konomian RI, Airlangga Hartarto, dalam audiensi di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dari tiga usulan tersebut, pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat menjadi Kawasan Kota Pelabuhan Industri Hijau Cerdas (Smart Green Industrial Port City) sekaligus ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi agenda utama yang diperjuangkan Pemprov Sumbar.

Mahyeldi mengatakan, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri hilirisasi yang terintegrasi dengan pelabuhan modern. “Sumbar memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” ujarnya.

Menurut dia, kawasan industri itu dirancang menjadi lokasi pengembangan sejumlah industri strategis, antara lain kilang minyak (oil refinery) dan industri biodiesel berbahan baku minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Kehadiran kawasan industri hijau tersebut diharapkan memperkuat daya saing daerah, membuka lapangan kerja baru, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Mantan wali kota Padang ini menjelaskan, pengembangan Teluk Tapang memiliki prospek besar karena didukung potensi komoditas unggulan Sumbar, terutama kelapa sawit. Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu sentra perkebunan sawit terbesar di Sumbar sehingga keberadaan pelabuhan baru diyakini mampu memangkas biaya distribusi hasil perkebunan yang selama ini sebagian besar masih bergantung pada Pelabuhan Teluk Bayur.

Selain melayani kebutuhan logistik Sumbar, Pelabuhan Teluk Tapang juga diproyeksikan menjadi simpul logistik kawasan pantai barat Sumatera, termasuk bagi wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pemerintah sendiri telah memasukkan pembangunan fasilitas Pelabuhan Teluk Tapang sebagai salah satu proyek strategis yang dipersiapkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Selain pengembangan Teluk Tapang, ia juga meminta percepatan reaktivasi jaringan kereta api di Sumbar. Menurutnya, penguatan konektivitas melalui transportasi perkeretaapian akan meningkatkan efisiensi logistik, memperlancar distribusi barang dan komoditas, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta pengembangan sektor pariwisata.

Usulan strategis lainnya adalah percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Mahyeldi menilai Sumbar memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih, mulai dari tenaga air, panas bumi, hingga energi surya yang dapat menjadi fondasi pengembangan kawasan industri hijau sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto memberikan respons positif. Ia mengapresiasi langkah Pemprov Sumbar dalam menyiapkan program pembangunan berorientasi jangka panjang guna meningkatkan daya saing daerah.

Airlangga menyatakan pemerintah akan mengkaji seluruh usulan tersebut dan menindaklanjutinya sesuai mekanisme, tahapan perencanaan, serta kewenangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumbar memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan industri, penguatan konektivitas, serta pemanfaatan energi bersih sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Mahyeldi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Adib Alfikri, Kepala Bappeda Zefnihan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Luhur Budianda, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Ahdiyarsyah, Kepala Dinas Kehutanan Ferdinal Martin, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Helmi, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Nolly Eka Mardianto, serta Kepala Badan Penghubung Fauzan Zaenon. (AD.ADPSB)

Editor : Adriyanto Syafril
sumatera barat pelabuhan teluk tapang Proyek Strategis Nasional mahyeldi ansharullah airlangga hartarto