Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

”Surf & Soul” Perkuat Mentawai jadi Destinasi Surfing

Adriyanto Syafril • Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:45 WIB
Senator RI, Irman Gusman saat menghadiri peluncuran city branding Mentawai bertajuk “Surf & Soul” di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (7/5). (DOK IRMAN GUSMAN)
Senator RI, Irman Gusman saat menghadiri peluncuran city branding Mentawai bertajuk “Surf & Soul” di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (7/5). (DOK IRMAN GUSMAN)

PADEK.JAWAPOS.COM - Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menyambut positif peluncuran city branding Mentawai bertajuk “Surf & Soul” yang diperkenalkan dalam rangkaian Jakarta Marketing Week 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (7/5).

Menurut Irman Gusman, Kepulauan Mentawai memiliki kekuatan besar untuk berkembang menjadi ikon pariwisata Indonesia yang unik dan berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya di dunia.

Ia menilai penguatan identitas atau branding menjadi langkah penting agar Mentawai tidak hanya dikenal karena ombak kelas dunianya, tetapi juga karena kekayaan budaya serta keaslian masyarakat adatnya.

“Mentawai memiliki identitas yang sangat kuat. Karena itu, pengembangan pariwisata harus tetap berpijak pada budaya dan kearifan lokal masyarakat Mentawai,” ujar Irman Gusman.

Peluncuran branding “Surf & Soul” tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Mentawai sebagai destinasi wisata kelas dunia yang menawarkan perpaduan wisata selancar dan pengalaman budaya autentik.

Acara tersebut diprakarsai oleh MarkPlus, Inc di bawah komando Founder dan Chairman, Hermawan Kartajaya, yang dikenal sebagai salah satu tokoh pemasaran terkemuka di Indonesia.

Kegiatan itu turut dihadiri langsung oleh Rinto Wardana beserta Wakil Bupati Mentawai, Ketua Apkasi Bursah Zarnubi, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pelaku industri pariwisata, hingga sejumlah tokoh nasional.

Dalam pemaparannya, Hermawan Kartajaya mengungkapkan bahwa lahirnya branding “Surf & Soul” bermula dari diskusi bersama Irman Gusman mengenai pentingnya Mentawai memiliki identitas global yang kuat dan berbeda dari destinasi wisata lain.

“Pak Irman meminta kepada saya agar Mentawai dibuatkan branding yang kuat. Lalu kami melakukan riset, Mentawai branding-nya apa? Hasilnya adalah Surf & Soul. Mentawai saya taruh sebagai beyond tourism,” ujar Hermawan.

Menurutnya, konsep “Surf & Soul” lahir melalui pendekatan The Progression of Economic Value, yakni transformasi ekonomi dari komoditas, jasa, pengalaman, hingga penguatan identitas budaya.

 

Hermawan menjelaskan, Mentawai saat ini dinilai telah bergerak melampaui konsep pariwisata konvensional. Jika sebelumnya ekonomi daerah bertumpu pada sektor pertanian dan perikanan, lalu berkembang ke sektor jasa wisata dan hospitality, kini Mentawai diarahkan menuju level beyond tourism melalui penguatan pengalaman wisata dan identitas budaya.

Pada sisi pengalaman, Mentawai menawarkan kekuatan “Surf”, yakni ombak kelas dunia yang selama ini dikenal sebagai “Mekkahnya peselancar”. Ombak Mentawai dianggap menjadi salah satu destinasi terbaik dunia bagi para surfer internasional.

Sementara itu, unsur “Soul” diwujudkan melalui kekayaan budaya masyarakat adat Mentawai, terutama filosofi Sikerei yang menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan kehidupan.

Hermawan menilai keberadaan Sikerei merupakan representasi utama dari jiwa atau soul Mentawai. Dalam budaya Mentawai, Sikerei dikenal sebagai tabib tradisional yang meramu obat-obatan alami dari tumbuhan serta memiliki posisi penting dalam struktur adat masyarakat.

“Sikerei itu soul-nya Mentawai,” kata Hermawan.

Selain filosofi Sikerei, city branding tersebut juga mengangkat sejumlah elemen budaya lain seperti motif tato “Titi Takep” yang melambangkan harmoni manusia dengan alam dan semesta, simbol “Jaraik” sebagai jejak hubungan manusia dengan asal-usul dan lingkungan, serta “Silogui” atau anak panah yang melambangkan arah dan tujuan hidup.

Menurut Hermawan, wisatawan yang datang ke Mentawai saat ini tidak hanya mencari ombak, tetapi juga ingin merasakan pengalaman budaya dan kehidupan masyarakat adat yang masih terjaga keasliannya.

“Wisatawan yang datang ke Mentawai bukan hanya mencari ombak, tetapi juga merasakan pengalaman budaya dan keaslian kehidupan masyarakat adat yang masih terjaga,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut Mentawai sebagai salah satu pusat pertumbuhan pariwisata unggulan nasional di kawasan barat Indonesia.

 

“Mentawai adalah the epicenter of tourism in western Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian budaya lokal agar identitas asli Mentawai tetap terjaga di tengah meningkatnya perhatian dunia internasional.

Melalui branding “Surf & Soul”, Mentawai diharapkan mampu menjadi ikon pariwisata dunia yang memadukan kekuatan alam, budaya, dan identitas lokal secara berkelanjutan. (rel)

Editor : Adriyanto Syafril
#irman gusman #Surfing Mentawai