PADEK.JAWAPOS.COM - Persoalan pupuk subsidi kembali menjadi sorotan di Kabupaten Agam. Keluhan petani yang kerap kesulitan mendapatkan pupuk saat musim tanam dinilai tidak bisa lagi dianggap persoalan biasa.
Anggota DPRD Agam, Joni Putra menegaskan, persoalan distribusi pupuk subsidi harus dibuka terang-benderang agar penyebab kelangkaan yang dikeluhkan petani bisa diketahui secara jelas.
“Kelangkaan pupuk subsidi ini akan kita telusuri bersama. Kami ingin mengetahui kendalanya di mana, termasuk sampai ke tingkat distributor,” tegas Joni Putra.
Pernyataan itu disampaikan politisi Partai Golkar tersebut saat berdialog bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Lubukbasung dalam reses perorangan masa sidang III tahun 2025/2026 di kawasan wisata Garuda Mas.
Menurut Joni, sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Agam. Karena itu, persoalan pupuk subsidi yang terus berulang dinilai dapat berdampak langsung terhadap produktivitas petani.
Dia menegaskan, DPRD memiliki fungsi pengawasan yang akan digunakan untuk mengawal persoalan tersebut agar distribusi pupuk subsidi benar-benar tepat sasaran.
Awal pekan lalu, Joni juga menegaskan dirinya siap memperjuangkan berbagai kebutuhan petani melalui fungsi pengawasan dan penganggaran di DPRD Agam.
“Sebagai anggota DPRD Agam, saya siap mendampingi petani sesuai kapasitas dan kewenangan yang ada. Aspirasi masyarakat tentu akan kita kawal agar mendapat perhatian dari pihak terkait,” katanya.
Selain persoalan pupuk, petani juga mengeluhkan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan sistem pertanian modern.
Menurut Joni, penguatan SDM petani menjadi salah satu langkah penting agar sektor pertanian Agam semakin maju dan tidak tertinggal.
“Nanti peningkatan SDM petani akan kita dorong melalui program pokok pikiran atau pokir. Harapannya petani semakin maju dan mandiri,” ujarnya.
Ketua Gapoktan Lubukbasung, Amrizal berharap, persoalan pupuk subsidi yang selama ini menjadi kendala utama petani dapat segera mendapat solusi konkret.
“Kami berharap ada solusi nyata agar petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk saat musim tanam,” katanya.
Dialog berlangsung terbuka dan penuh keakraban. Sejumlah petani tampak aktif menyampaikan berbagai persoalan pertanian yang mereka hadapi langsung di lapangan. (ptr)
Editor : Adriyanto Syafril