PADEK.JAWAPOS.COM - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muzli M. Nur, menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan anggaran rehabilitasi ruas jalan Padang Sawah–Kumpulan (P.068) di Kabupaten Pasaman yang mencapai Rp 14,04 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) dan direncanakan untuk memperbaiki sejumlah titik kerusakan parah pada ruas jalan strategis yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi di wilayah utara Sumatera Barat.
“Jalan ini sudah kita tinjau langsung. Kami di Komisi IV DPRD Sumbar akan mengawal alokasi anggaran yang bersumber dari TKD ini agar pelaksanaannya berjalan maksimal. Tahun 2027 pengerjaan harus sudah dilaksanakan, terutama pada titik-titik kerusakan terparah,” ujar Muzli, baru-baru ini.
Politisi yang merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Pasaman dan Pasaman Barat itu menjelaskan bahwa kondisi ruas jalan Padang Sawah–Kumpulan mengalami penurunan kualitas cukup signifikan setelah terdampak bencana hidrometeorologi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Muzli, hasil kajian lapangan menunjukkan hanya sekitar 60 persen kondisi jalan yang masih layak dilalui secara optimal. Sementara sisanya mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
“Pascabencana, banyak titik mengalami kerusakan serius. Karena itu Komisi IV bersama Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar telah melakukan kajian secara komprehensif, mulai dari tingkat kerusakan hingga kebutuhan anggaran rehabilitasi,” katanya.
Ruas jalan Padang Sawah–Kumpulan (P.068) merupakan jalan provinsi yang berada di Kabupaten Pasaman dan menghubungkan kawasan Padang Sawah di Kecamatan Rao dengan wilayah Kumpulan di Kecamatan Bonjol.
Jalur tersebut memiliki peran strategis sebagai akses penghubung antarwilayah di bagian utara Sumatera Barat. Selain itu, jalan ini juga menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga jalur transportasi menuju kawasan perbatasan Sumatera Barat dengan Sumatera Utara.
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi ruas jalan tersebut terus mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan, kondisi geografis berbukit, serta padatnya kendaraan angkutan barang yang melintas setiap hari.
Kerusakan jalan dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Selain menghambat distribusi ekonomi dan hasil pertanian, kondisi jalan yang rusak juga meningkatkan risiko kecelakaan serta memperlambat akses pelayanan dasar masyarakat di wilayah Pasaman.
Karena itu, Muzli menilai rehabilitasi jalan Padang Sawah–Kumpulan harus menjadi prioritas pemerintah daerah guna memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kita berharap rehabilitasi ini nantinya benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” tutupnya. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril