PADEK.JAWAPOS.COM -- Anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat, Yesi Endriani, menegaskan pentingnya peran guru dalam mendeteksi sejak dini serta mendampingi persoalan kesehatan mental yang dialami siswa di lingkungan sekolah.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Wali Kelas Angkatan II yang digelar di Bukittinggi, Kamis (11/6). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas guru dalam memahami dan menangani isu kesehatan mental remaja yang semakin membutuhkan perhatian bersama.
Menurut Yesi, guru memiliki posisi strategis dalam kehidupan siswa karena menjadi sosok yang berinteraksi langsung dengan peserta didik setiap hari di sekolah. Oleh sebab itu, guru perlu dibekali kemampuan untuk mengenali perubahan perilaku maupun kondisi psikologis siswa sejak dini.
“Guru bukan hanya menjadi pengajar, tetapi juga sosok yang mampu mengenali perubahan dan menjadi tempat pertama bagi siswa untuk merasa didengar. Dengan bekal pengetahuan tentang deteksi dini depresi dan berbagai permasalahan psikologis, para guru diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat dan penuh empati,” ujar Yesi.
Politisi Partai Demokrat tersebut menilai kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus memperkuat ketahanan mental generasi muda.
Karena itu, upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kesehatan mental siswa tidak dapat dilakukan oleh sekolah semata. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Generasi yang sehat, cerdas, dan ceria lahir dari lingkungan yang peduli. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi setiap anak,” katanya.
Yesi berharap pelaksanaan Bimtek Guru Wali Kelas Angkatan II dapat memberikan manfaat nyata bagi para pendidik dalam menjalankan fungsi pendampingan terhadap siswa, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan psikologis yang berkembang di kalangan remaja saat ini.
Ia menilai peningkatan kapasitas guru dalam memahami kesehatan mental akan membantu menciptakan sistem dukungan yang lebih baik bagi peserta didik. Dengan demikian, berbagai persoalan psikologis yang dialami siswa dapat teridentifikasi lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan secara tepat.
Selain itu, guru diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan siswa sehingga mereka merasa aman untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi.
Yesi optimistis bahwa penguatan kompetensi guru melalui kegiatan tersebut akan berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang tangguh, sehat secara mental, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Semoga Bimtek Angkatan II ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih kuat, sehat secara mental, dan mampu menyongsong masa depan dengan optimisme,” tutupnya. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril