PADEK.JAWAPOS.COM -- Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, menegaskan pentingnya peran Bundo Kanduang dalam membentuk karakter generasi muda Minangkabau di tengah tantangan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini.
Hal tersebut disampaikan Nanda Satria saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bundo Kanduang tentang pendidikan karakter anak dan kamanakan yang digelar di salah satu hotel di Bukittinggi, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut diikuti para pengurus dan anggota Bundo Kanduang dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Bimtek ini bertujuan memperkuat kapasitas dan peran perempuan Minangkabau dalam membina generasi muda agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat dan budaya di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.
Dalam pemaparannya, Nanda Satria menyampaikan bahwa Bundo Kanduang memiliki posisi strategis sebagai penjaga nilai-nilai adat, budaya, dan moral dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat Minangkabau.
Menurutnya, peran Bundo Kanduang tidak hanya terbatas pada menjaga tradisi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menanamkan pendidikan karakter kepada anak dan kamanakan agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
“Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat, peran Bundo Kanduang sangat dibutuhkan untuk menanamkan nilai agama, adat, etika, disiplin, serta rasa tanggung jawab kepada anak dan kamanakan sejak usia dini,” ujar Nanda Satria.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi membawa berbagai tantangan baru bagi generasi muda. Karena itu, pendampingan dan pengawasan dari lingkungan keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak.
Nanda menekankan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam proses tumbuh kembang anak. Dalam konteks masyarakat Minangkabau, Bundo Kanduang memiliki tanggung jawab besar dalam membangun pondasi moral yang kuat bagi generasi penerus.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata. Kualitas sumber daya manusia dan karakter generasi muda justru menjadi faktor utama yang menentukan masa depan daerah.
Oleh sebab itu, penguatan peran Bundo Kanduang dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga jati diri masyarakat Minangkabau sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas budaya.
Nanda berharap melalui kegiatan Bimtek tersebut, para peserta dapat semakin memahami peran penting mereka dalam mendidik anak dan kamanakan agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, serta memiliki akhlak yang baik.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya penguatan pendidikan karakter melalui pelestarian nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau.
“Semoga Bundo Kanduang di Sumatera Barat terus memperkuat kontribusinya dalam membentuk generasi yang unggul serta tetap berpegang teguh pada falsafah adat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tutupnya.
Melalui penguatan peran Bundo Kanduang, diharapkan lahir generasi muda Sumatera Barat yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga berkarakter kuat, berbudaya, dan mampu menjadi penerus pembangunan daerah di masa depan. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril