Aplikasi Sampan Sediakan Informasi tentang Kebencanaan

43
Kepala Dinas Kominfo Pariaman, Hendri saat memaparkan Sosialisasi Aplikasi Sampan di Ruang Rapat Sekdako Pariaman, Kamis (26/11/2020). (Diskominfo Pariaman)

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman menggelar kegiatan Sosialisasi Aplikasi Sitem Aplikasi Mitigasi Pengaduan Kedaruratan (SAMPAN) di Ruang Rapat Sekdako Pariaman, Kamis (26/11/2020).

Kepala Dinas Kominfo Pariaman, Hendri, menyampaikan bahwa Aplikasi Sampan dibuat oleh Dinas Kominfo Kota Pariaman yang merupakan bagian dari Kota Pariaman sebagai kota cerdas atau smart city sebagaimana yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sehingga semua pelayanan dan informasi menggunakan teknologi informasi.

“Kota Pariaman sebagai smart city memerlukan aplikasi cerdas untuk memudahkan masyarakat menyampaikan kondisi darurat sehingga risiko bencana dapat diminimalisir. Aplikasi ini kita buat karena Kota Pariaman merupakan daerah rawan bencana sehingga ini bagian dari untuk menyelamatkan nyawa serta untuk menimalisir dampak dari terjadinya bencana,” ungkapnya.

Hendri juga menyampaikan bahwa ada beberapa bencana yang tidak bisa diprediksi tetapi bagaimana untuk meminimalisir bencana sehingga perlu adanya teknologi peringatan dini untuk masyarakat kalau terjadi bencana.

“Kondisi darurat yang dapat diantisipasi dengan aplikasi Sampan antara lain gempa bumi, tsunami, banjir, covid, kebakaran, tanah longsor, kriminal, darurat kesehatan, pelanggaran perda dan tindakan asusila,” jelasnya.

Baca Juga:  Ajak Wanita jadi Tangguh di Masa Pandemi

Aplikasi Sampan katanya, bemanfaat untuk memudahkan warga dalam mendapatkan informasi tentang gempa berpotensi tsunami, memudahkan warga mendapatkan informasi cuaca, suhu dan kecepatan angin.

“Memudahkan warga dalam menyampaikan kondisi kedaruratan serta memudahkan instansi terkait dalam melakukan manajemen tindak lanjut pengaduan masyarakat, memudahkan pimpinan dan pengambil kebijakan dalam melakukan evaluasi pelayanan publik dibidang kebencanaan,” paparnya.

Lebih lanjut, Hendri menuturkan bahwa aplikasi Sampan sudah dikembangkan sejak bulan Agustus 2019 namun masih belum berjalan secara efektif.

“Sehingga dengan kondisi saat ini sangat dibutuhkan dan perlu adanya komitmen bersama melalui dinas terkait baik BPBD, Dinas Satpol PP, rumah sakit dan Inspektorat sebagai pengawas aplikasi ini untuk bersama-sama berkomitmen agae aplikasi ini bisa berjalan dengan baik,” ulasnya. (*)

Previous articleAPBD Padangpanjang Rp 609 M, Anggaran Pokir Dewan Dihilangkan
Next articleEmak-emak Sungaisapih Senangi Program Sembako Murah Mualim