April, Pasar Pariaman Ditempati

57
Maket Pasar Pariaman. (IST)

Pasar Pariaman yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian diperkirakan baru bisa digunakan April 2021. Pemegang kartu kuning atau mereka yang telah memiliki kios di pasar lama merupakan prioritas utama untuk mendapatkan kios di pasar ini.

”Pembangunan pasar ini diperkirakan selesai Februari. Nanti prosesnya pengajuan untuk operasional, paling cepat April Pasar Pariaman baru bisa beroperasional,” ujar Kadis Perindag Koperasi dan UKM Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, kemarin.

Pasar Pariaman yang dibangun menggunakan APBN tersebut berlantai empat memiliki 362 kios dengan fasilitas seperti pasar modern dilengkapi eskalator. Ketika ditanya peruntukan masing-masing kios ditiap lantai, Gusniyeti Zaunit menyebut pihaknya masih mempersiapkan regulasi pengaturan klasifikasi jenis dagangan di tiap-tiap lantai.

Apakah lantai satu untuk pedagang sembako dan lantai dua untuk pedagang pakaian semuanya masih belum jelas. Karena hal tersebut nantinya akan diatur dalam regulasi. Saat ini sebut Yet, begitu Gusniyeti Zaunit akrab disapa, pihaknya sudah membuka pendaftaran bagi pemegang kartu kuning untuk pembagian kios.

Seperti kesepakatan awal sebelum pembangunan pasar yang baru, pemilik kartu kuning merupakan prioritas utama untuk mendapatkan kios di Pasar Pariaman. Pemegang kartu kuning adalah mereka yang dulunya sudah terdaftar sebagai pemilik kios di pasar yang lama.

Baca Juga:  Momentum Perkembangan Wisata, Menparekraf akan Kunjungi Pariaman

”Data awal ada 358 pemegang kartu kuning. Nah saat ini pendaftaran bagi pemilik kartu kuning masih sedang berlangsung,” ujarnya. Lalu bagaimana dengan pedagang yang aktif namun tidak memiliki kartu kuning. Nantinya mereka tersebut sebut Yet akan mendapatkan sisa dari kios yang sudah dibagikan kepada pemilik kartu kuning.

Intinya begitu selesai pendaftaran untuk pemilik kartu kuning, pihaknya akan melakukan pendataan kepada pedagang aktif yang tidak memiliki kartu kuning. Sesuai dengan perjanjian di awal sebelum pembangunan pasar, pemilik kartu kuning merupakan prioritas untuk mendapatkan kios di Pasar Pariaman.

Sementara itu salah pedagang aktif Emalini, 38, menyebut ia berharap agar pedagang aktif yang tidak memiliki kartu kuning nantinya juga mendapatkan tempat untuk berjualan. Sebab memang sudah bertahun-tahun mereka menggantungkan pencarian dengan berdagang di pasar. ”Semoga kami ini diakomodir, karena cuma berdagang di pasar ini mata pencahrian kami,” ujar pedagang sembako di Pasar Pariaman ini. (nia)

Previous articleEmpat Pelaku Pungli Ditangkap
Next articlePramuka Berperan dalam Penanganan Covid-19