Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diet Ketogenik jadi Terapi Pendukung Epilepsi

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
RSUP DR M DJAMIL menggelar sosialisasi tentang diet ketogenik sebagai salah satu pendekatan terapi gizi, Jumat (22/5). (DOK RSUP DR M DJAMIL)
RSUP DR M DJAMIL menggelar sosialisasi tentang diet ketogenik sebagai salah satu pendekatan terapi gizi, Jumat (22/5). (DOK RSUP DR M DJAMIL)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - RSUP Dr. M. Djamil menggelar kegiatan edukasi kesehatan yang digelar oleh Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bersama Instalasi Gizi di Poliklinik Anak Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (22/5).

Kegiatan itu menghadirkan narasumber Wahyu Fitriani, SKM, RD yang membahas mengenai diet ketogenik sebagai salah satu pendekatan terapi gizi, khususnya bagi anak dengan epilepsi dan sindrom epilepsi.

Edukasi tersebut mendapat perhatian dari pasien dan keluarga pasien yang hadir karena diet ketogenik kini semakin dikenal masyarakat, meskipun penerapannya masih membutuhkan pemahaman yang tepat dan pengawasan tenaga kesehatan.

Advertisement

Dalam pemaparannya, Wahyu Fitriani menjelaskan bahwa diet ketogenik merupakan pola makan dengan kandungan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat. Pola makan tersebut dirancang agar tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama menggantikan karbohidrat. Kondisi ini dikenal dengan istilah ketosis.

“Tujuan utama diet ketogenik adalah mendorong tubuh masuk ke kondisi ketosis, di mana tubuh membakar lemak sebagai sumber energi utama, bukan karbohidrat. Diet ini bukan sekadar pola makan biasa, tetapi terapi yang dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan,” jelas Wahyu Fitriani.

Dalam kegiatan itu, ia turut didampingi Farhinza Oktriani, S.Tr.Gz dan Rementi ButarButar, S.Gz. Wahyu menerangkan bahwa diet ketogenik telah banyak digunakan sebagai terapi tambahan pada pasien epilepsi, terutama anak-anak yang mengalami kejang berulang dan belum sepenuhnya merespons obat antikejang.

Advertisement

Menurutnya, kejang terjadi akibat gangguan interaksi antar sel saraf di otak yang menggunakan impuls listrik untuk berkomunikasi.

“Gejala kejang merupakan kelainan pada interaksi antar sel saraf otak. Sel saraf berinteraksi menggunakan impuls listrik, dan gangguan pada impuls listrik inilah yang mengakibatkan kejang. Ketika obat antikejang belum memberikan hasil optimal pada beberapa pasien, maka pemberian diet ketogenik dapat menjadi salah satu terapi pendukung yang dioptimalkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa diet ketogenik memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kondisi pasien dan kebutuhan terapi. Jenis tersebut meliputi diet ketogenik klasik, diet ketogenik MCT atau Medium Chain Triglyceride, diet modifikasi Atkins, hingga diet rendah indeks glikemik.

Dalam edukasi tersebut, Wahyu juga memberikan contoh menu yang biasa diterapkan dalam diet ketogenik, seperti ikan lele goreng, sup ayam, daging ungkep, orak-arik telur dengan labu siam, hingga tumis kangkung.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

20 Orang Dirawat Usai Pesta Pernikahan di Padang, Satu Korban Dirujuk ke RSUP M Djamil

20 Orang Dirawat Usai Pesta Pernikahan di Padang, Satu Korban Dirujuk ke RSUP M Djamil

Sebanyak 20 orang mendapat perawatan setelah muntah-muntah usai pesta pernikahan di Padang, sementara polisi masih menyelidiki dugaan keracu

IGRA RSUP M. Djamil Percepat Deteksi TB di Sumbar

IGRA RSUP M. Djamil Percepat Deteksi TB di Sumbar

RSUP Dr. M. Djamil mengembangkan IGRA untuk mempercepat deteksi TB di Sumbar, didukung Gubernur Mahyeldi dan Kementerian Kesehatan.

Dua Pelajar Korban Dugaan Keracunan MBG Dirujuk ke RSUP M Djamil

Dua Pelajar Korban Dugaan Keracunan MBG Dirujuk ke RSUP M Djamil

Dua pelajar MTsN 1 Pariaman korban dugaan keracunan MBG dirujuk ke RSUP M Djamil setelah kondisi kesehatan belum menunjukkan perbaikan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer