Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pembesaran Kelenjar Tiroid Belum Tentu Kanker

j
Penulis: jpg❯
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pembesaran kelenjar tiroid selalu membuat panik dan menghubungkannya dengan kanker, padahal tidak benar. Dokter mengi­ngatkan masyarakat agar ti­dak langsung panik ketika menemukan benjolan atau pembesaran di area leher karena sebagian besar kasus justru bersifat jinak.

Dokter Spesialis Penya­kit Dalam subspesialis Hematologi-Onkologi, Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KH­OM menegaskan bahwa mayoritas pembesaran kelenjar tiroid atau benjolan tiroid bukanlah kanker dan hanya sebagian kecil yang ber­kem­bang menjadi keganasan.

“Sebagian besar pem­be­sa­­ran kelenjar tiroid itu jinak. Ke­mungkinan kanker sedikit. Ja­­di memang diperlukan tim ahli untuk menentukannya. Kemudian tidak semua benjolan tiroid berpotensi men­jadi kanker,” katanya, Kamis (25/6).

Advertisement

Ia menyarankan agar ma­syarakat sebaiknya tidak me­lakukan diagnosis sendiri ketika menemukan benjolan pada kelenjar tiroid. Penentuan apakah suatu benjolan bersifat jinak atau ganas ha­rus dilakukan oleh tenaga medis melalui pemeriksaan yang tepat.

“Pada prinsipnya harus ke dokter, tidak boleh oleh awam. Itu nanti yang melakukan pemeriksaan misalnya USG atau pemeriksaan scan tiroid. Kemudian dari situ dinilai kemungkinan suspek kanker. Kalau ternyata amat tersangka kanker baru lanjut dengan biopsi,” tuturnya.

Prof. Zubairi menjelaskan bahwa langkah pertama dalam penanganan benjolan tiroid adalah memastikan terlebih dahulu apakah benjolan tersebut merupakan kanker. Diagnosis dapat ditegakkan melalui biopsi atau tindakan operasi untuk mengambil sampel jaringan.

Advertisement

“Pertama harus yakin dulu bahwa itu kanker, jadi ya dengan biopsi atau dengan operasi. Kemudian setelah dilihat patologi anatomi terbukti kanker tiroid, pada prinsipnya operasinya sebanyak mungkin jaringan tiroidnya dibuang,” katanya.

Setelah tindakan operasi, terapi lanjutan dapat diberikan untuk mengatasi sisa sel kanker yang masih ada. Salah satu metode yang digunakan adalah terapi yodium radioaktif.

“Nah setelah itu sisanya, kanker sisanya itu diobatinya dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi yodium radioaktif,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pembesaran tiroid yang bersifat jinak dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya adalah kekurangan yodium, penyakit autoimun seperti tiroiditis Ha­shi­moto, serta penyakit Gra­ves yang memengaruhi fungsi kelenjar tiroid.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mata Juling tidak Boleh Dibiarkan

Mata Juling tidak Boleh Dibiarkan

STRABISMUS atau mata juling menjadi kondisi yang perlu mendapat perhatian serius orang tua.

Transformasi Rumah Sakit Dimulai dari Keselamatan Pasien

Transformasi Rumah Sakit Dimulai dari Keselamatan Pasien

Komitmen RS M. Djamil Padang dalam memperkuat mutu pelayanan dan keselamatan pasien kem­bali ditegaskan melalui partisipasi aktif pada forum nasio­na

7 Cara Menjaga Kesehatan Mata Terhindar dari Mata Minus

7 Cara Menjaga Kesehatan Mata Terhindar dari Mata Minus

Gangguan penglihatan sering kali berkembang tanpa disadari. Banyak orang baru memeriksakan kesehatan mata ketika penglihatan sudah kabur,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer