Pelajari Pengalaman 202 Negara Hadapi Pandemi Covid-19

Presiden Jokowi usai meninjau RS Darurat Covid-19, di Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (1/4). (foto: BPMI)

Pemerintah dari pusat sampai daerah, seluruhnya harus satu garis visi yang sama. Dari Presiden hingga kepala desa bekerja sesuai aturan undang-undang dalam penanganan kasus virus korona (Covid-19) di Indonesia.

Presiden Joko Widodo menyampaikan sampai saat ini belum ada kondisi yang berbeda dan pembatasan sosial maupun pembatasan lalu lintas masih tahap wajar karena daerah juga ingin mengontrol daerahnya masing-masing.

”Tetapi sekali lagi, tidak dalam bentuk keputusan keputusan besar, misalnya karantina wilayah dalam cakupan yang gede atau (istilah) yang sering dipakai lockdown,” ujar Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau Rumah Sakit Darurat Covid-19, di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (1/4).

Pada kesempatan itu, presiden menegaskan kembali bahwa yang namanya lockdown itu orang enggak boleh keluar rumah, transportasi semuanya berhenti, baik itu bus, kendaraan pribadi, sepeda motor, kereta api, pesawat, semuanya berhenti termasuk kegiatan kantor.

Di Indonesia, pemerintah tidak mengambil jalan itu namun aktivitas ekonomi tetap ada. Dan, semua masyarakat harus menjaga jarak dengan menerapkan social distancing, physical distancing.

“Itu yang paling penting. Jadi kalau kita semuanya disiplin melakukan itu, jaga jarak aman, cuci tangan setiap habis kegiatan. Jangan pegang hidung, mulut, atau mata, kurangi itu. Kunci tangan kita sehingga penularannya akan betul-betul bisa dicegah,” imbaunya.

Dari pengalaman 202 negara yang telah membuat kebijakan dalam menghadapi pandemi Covid-19, menurut Jokowi, telah dipelajari semuanya. Ada plus-minus, dan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, baik kondisi geografis, demografi, karakter budaya, kedisiplinan, dan kemampuan fiskal dalam negeri.

Soal mudik, presiden berharap bagi pendatang dilakukan isolasi mandiri oleh kepala desanya.

”Di desa juga mampu menyiapkan jaring pengamanan sosial, perlindungan sosial, bantuan sosial bagi mereka sehingga ini memang bekerja dari pucuk paling atas sampai yang berada di paling bawah,” imbuhnya.(esg)