Habib Rizieq dan Hanif Alatas Mangkir

144
Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar (tengah) saat datang ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, (1/12/2020). Mereka menyampaikan bawah Muhammad Rizieq Shihab tidak bisa hadir panggilan oleh penyidik untuk diperiksa dengan alasan sakit. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Hanif Alatas mangkir dari pemanggilan pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) FPI, serta Kuasa Hukum.

”Seperti diketahui, keduanya dijadwalkan menjalani pemeriksaan terkait kerumunan saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa kemarin. Namun, keduanya tidak hadir.

Wasekum FPI Aziz Yanuar membenarkan bahwa HRS tidak memenuhi panggilan kepolisian. Namun, kehadirannya diwakili oleh tim bantuan hukum FPI yaitu tim kuasa hukumnya. ”Alasan tidak dapat memenuhi pemeriksaan karena masih beristirahat. Beliau pada Sabtu lalu baru saja keluar dari RS Ummi, Bogor setelah beristirahat di sana. Artinya, masih dalam tahap pemulihan,” kata Aziz, kemarin (1/12).

Dikatakan Aziz, penyidik sempat mempertanyakan surat keterangan sakit, namun pihaknya belum bisa memberikan karena masih proses. ”Tadi sudah dimintakan akan tetapi kita masih proses. Untuk itu membutuhkan waktu. Alhamdulillah pihak penyidik menerima dengan baik alasan dari kami,” ucapnya.

Terkait pemanggilan ulang HRS, Aziz menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan dan pihak penyidik sangat mengerti dari sisi kemanusian dan privasi HRS dalam memulihkan kesehatannya. Aziz pun tidak dapat memastikan apakah HRS akan hadir atau tidak.

”Insya Allah. (Terkait kesehatan) kalau itu wewenangnya dokter pribadi yang menangani beliau. Akan tetapi, kabar tersebut setahu saya hoax. Beliau sedang beristirahat, mohon maaf untuk tempatnya karena privasi, beliau tidak bisa saya kemukakan. Tapi, beliau sedang lagi istirahat,” tegasnya.

Sementara, M Kamil Pasha Kuasa Hukum Hanif Alatas mengatakan, pihaknya sudah memberikan surat kepada penyidik. Dikatakannya, kliennya tidak dapat memenuhi panggilan karena sudah ada jadwal lain. Di sisi lain, pihak kepolisian memberikan undangan pemanggilan pada H-2.

”Harusnya surat panggilan itu berdasarkan KUHP H-3 ya paling tidak. Tapi ini dipanggil H-2 hari Minggu untuk ditentukan hari ini. Jadi, mohon maaf Habib Hanif sampai saat ini belum bisa memenuhi panggilan,” ucapnya.

Sama halnya dengan Wasekum FPI, Kamil juga menyampaikan perkataan serupa terkait kehadiran kliennya pada pemanggilan kedua. ”Ya, nanti kita lihat lagi ya. Kan kita juga perlu koordinasi lagi juga dengan tim kuasa hukum lain dan dengan klien,” paparnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan kedua kepada HRS dan Hanif Alatas karena mangkir dari panggilan penyidik. ”Keduanya, MRS dan MHA tidak memenuhi panggilan penyidik. Karena tidak datang, kita akan langsung layangkan panggilan kedua. Dalam pemanggilan kedua, keduanya kita jadwalkan untuk pemeriksaan Kamis 3 Desember,” terangnya.

Covid-19 Belum Terkendali
Kasus Covid-19 di Jakarta masih belum terkendali. Setiap hari, jumlah warga ibu kota yang terpapar terus meningkat. Bahkan, Gubernur DKI Anies Baswedan mengkonfirmasi dirinya terpapar Covid-19, kemarin (1/12). Konfirmasi itu langsung disampaikannya kepada publik usai melakukan tes swab PCR pasca Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengumumkan dirinya terpapar Covid-19 pada Minggu (29/11).

”Seperti telah kita ketahui, bapak Wakil Gubernur beliau terdeteksi positif dan teridentifkasi tertular dari staf pribadi yang dulunya tertular klaster keluarga. Walaupun, saya secara rutin melakukan swab tes dan swab terakhir itu dilakukan Rabu (25/11) yang hasilnya negatif. Tapi, setelah mendengar kabar bahwa pak wagub positif sementara kita ada interaksi yang cukup dekat, maka sesuai protokol kesehatan saya kembali melakukan tes swab antigen pada hari Minggu (29/12), dan hasilnya negatif. Lalu, Senin (30/11), saya kembali melakukan swab PCR sebagai konfirmasi atas hasil antigen sebelumnya, dan ternyata malamnya, dini hari, saya mendapatkan kabar hasilnya positif,” terangnya.

Atas hal itu, Anies langsung mengumumkannya kemarin (1/12). Tujuannya, agar orang yang berinteraksi dengannya selama beberapa hari terakhir bisa langsung melakukan langkah yang diperlukan. Mulai dari isolasi mandiri atau tes usap PCR. Meski begitu, Anies menjelaskan, kini dirinya masih dalam kondisi baik. Tidak ada gejala apapun.

Baca Juga:  PMK Menyebar di Sumbar! Setelah Sijunjung, Ada Temuan di Padangpariaman

”Setelah berkonsultasi dan sesuai dengan arahan dokter, saya akan menjalani isolasi mandiri dan mengikuti prosedur pengobatan yang ditetapkan tim medis,” ujarnya. Isolasi mandiri itu akan dijalankannya di rumah dinas Gubernur DKI. Sementara keluarganya, akan tetap tinggal di rumah pribadi, yang mereka tinggali selama ini.

Lebih lanjut, Anies juga menyebutkan, dirinya akan tetap bekerja meskipun sedang menjalani isolasi mandiri. ”Saya tetap memimpin rapat-rapat secara virtual. Dan insya Allah tidak akan ada gangguan dalam proses pengambilan keputusan dan juga proses pemerintahan,” katanya.

Selain itu, Anies juga menyebutkan, sesuai protokol, unit kantor gubernur juga akan ditutup. Seperti halnya, unit kantor wakil gubernur di Blok B yang sudah ditutup mulai Senin (30/11). Lantaran kantornya dan kantor Riza terpisah dari Gedung Utama Balai Kota, dia menyebutkan pemerintahan tetap berjalan. Sebab, jajarannya masih tetap bisa berkantor di Gedung Utama tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menuturkan, terkonfirmasinya Anies dan Riza terpapar Covid-19 menjadi peristiwa yang berat bagi Pemprov DKI. ”Tentu ini peristiwa berat untuk Pemprov DKI, di mana gubernur dan wakil gubernur positif. Tetapi, bagaimana pun saya meminta agar roda pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Roda pemerintahan tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan, Mabes Polri memastikan bahwa pemeriksaan terus berlangsung terhadap sejumlah saksi. Untuk di Polda Metro Jaya setidaknya ada enam saksi yang akan dipanggil Rabu ini (2/11). Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono menuturkan bahwa keenam saksi yang akan diperiksa yakni, Manajer dan sekuriti Bandara Soeta, kepala KUA Tanahabang, pemilik tenda pernikahan, sopir dan kenek tenda. ”Itu yang akan diperiksa di PMJ,” ujarnya.

Lalu, Polda Jawa Barat juga telah melayangkan surat pemanggilan terhadap setidaknya tujuh saksi. Yakni, Kepala Desa Kuta, Kepala Desa Sukagalih, Ketua RT, Bhabinkamtibmas, Camat Megamendung, dan Kepala Puskesmas. ”Ini di Jabar,” tuturnya. Soal batalnya kedatangan HRS untuk diperiksa di Polda Metro Jaya, Awi tidak berkomentar apapun.

Jokowi Klaim Pengendalian Membaik
Di sisi lain, Presiden Jokowi mengakui bahwa angka kematian pasien Covid-19 di Indonesia masih melebihi rata-rata dunia yakni 3,1 persen. Di dunia, angka kematian akibat virus corona sebesar 2,32 persen. Dia menilai, hal ini masih perlu untuk terus diperbaiki. Biar begitu, kabar baiknya, data per 30 November 2020 menunjukkan bahwa tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 83,6 persen. Atau, lebih baik dari rata-rata dunia yang mencatatkan angka kesembuhan sebesar 69,03 persen.

Besaran kasus aktif Covid-19 juga diklaim terus membaik. Pada bulan September, kasus aktif di Indonesia mencapai 16,69 persen. Angka ini menurun pada bulan Oktober menjadi 14,26 persen. Sedangkan pada bulan November angka ini kembali turun menjadi 13,75 persen. ”Artinya semakin bulan semakin bulan semakin baik. Sekarang ini 13,25 persen ini juga lebih baik dari angka rata-rata dunia di angka 28,55 persen,” kata dia.

Biarpun begitu, dia mewanti-wanti masyarakat untuk waspada terhadap penularan virus korona. Mengingat, data terakhir yang diterimanya menunjukkan kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 13,41 persen. Kasus aktif Covid-19 kasus yang hingga saat ini masih dalam perawatan. ”Hati-hati, berdasarkan data yang saya terima 29 November, kasus aktif kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41 persen,” ujarJokowi saat membuka Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/11). (ygi/rya/idr/syn/jpg)