Antisipasi Lonjakan ODP dan PDP, Sumbar Siapkan Lokasi Karantina

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berbincang dengan Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran saat mencek mes BLK, Jumat (3/4). (foto:diskominfo)

Pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota menyiapkan banyak lokasi karantina penanganan virus korona (Covid-19). Pasalnya, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di Sumbar diprediksi bakal melonjak jelang Ramadhan dan mudik Idul Fitri.

Lokasi yang dijadikan tempat karantina, di antaranya mess Balai Latihan Kerja (BLK) Ngalau dan Balai Benih Ikan (BBI) Ekorlubuk Kota Padnagpanjang, serta Balai UPTD Balai Pelatihan Peternakan Kesehatan Hewan dan BLK Payakumbuh serta Asrama Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Regional Bukittinggi, dan Asrama Haji Padang.

Saat meninjau mess BLK Ngalau dan BBI Ekorlubuk, di Kota Padangpanjang, Jumat (3/4), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memuji upaya Wali Kota Fadly Amran dalam penanganan Covid-19, seperti menyediakan lokasi karantina di BBI berkapasitas 11 dan mess BLK 16 kamar.

“Wali kota dan wakil wali kota Padangpanjang cepat tanggap dan siap merespons harapan provinsi untuk segera mengendalikan wabah Covid-19 di Sumbar,” ungkap Irwan Prayitno didampingi Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Asrul.

Ketika perantau atau pendatang di Kota Padangpanjang terdampak, terpapar, lalu ada gejala, maka diminta diisolasi di rumah. Namun bila dalam kondisi tertentu tidak memungkinkan, kata Irwan, bisa dikarantina di BLK.

“Jadi, kalau tidak siap dengan situasi di rumah, maka di BLK. Hari pertama langsung diambil swab hidung dan tenggorokan, lalu dicek ke labor. Hari ketiga juga demikian.
Jika negatif, disuruh pulang. Kalau positif ringan dikarantina di BBI, kalau sedang bisa di RSUD Padangpanjang dan kalau berat dirujuk ke RS Achmad Mochtar atau ke RSUP M Djamil,” jelas Irwan.

Kebijakan membuat lokasi karantina, kata Irwan karena diperkirakan jumlah ODP dan PDP semakin besar jumlahnya beberapa waktu ke depan. Apalagi tidak ada larangan mudik dari pemerintah meski mereka otomatis akan jadi ODP saat pulang kampung.

“Meski tidak ada larangan mudik, kita berharap berharap masyarakat tidak perlu mudik ke Sumbar. Pengendalian penyebaran virus korona akan menyulitkan bagi petugas, terutama di pintu masuk perbatasan dan udara,” katanya.

Selain ke Padangpanjang, gubernur mengunjungi tempat karantina ODP di beberapa UPTD, asrama dan badan diklat di Kota Payakumbuh. Dia meminta agar melengkapi sejumlah fasilitas yang belum ada atau kurang.

Dari pengecekan, Balai UPTD Balai Pelatihan Peternakan Kesehatan Hewan memiliki 22 kamar, BLK Payakumbuh 16 kamar dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Regional Bukittinggi 118 kamar.

“Untuk Covid-19 ringan kita akan tempatkan pada asrama diklat BPSDM Sumbar, gedung UPTD Balaikop dan Asrama Diklat Bapelkes,” tukasnya.(esg)