Percepat Pembayaran dan Distribusi Zakat sebelum Ramadhan

Menteri Agama Fachrul Razi. (foto: Humas Kemenag)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) diminta mempercepat pembayaran dan pendistribusian zakat maal (zakat harta) ke masyarakat.

Badan Wakaf Indonesia (BWI) serta Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) dan para nazhir wakaf, juga diminta menggerakkan wakaf uang. Lalu, mengoptimalkan pendayagunaan aset guna membantu memfasilitasi penanganan wabah virus korona (Covid-19). Membantu jaminan perlindungan hidup bagi masyarakat ekonomi lemah yang terdampak kondisi darurat.

“Saya sudah siapkan edaran untuk pimpinan Baznas, pusat hingga daerah, LAZ, Forum Zakat, BWI, dan LKS-PWU. Saya minta mereka melakukan percepatan pembayaran dan pendistribusian zakat, serta optimalisasi wakaf sebagai jaring pengaman sosial,” ujar Menteri Agama Fachrul Razi dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (4/4).

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menyikapi perkembangan terkini terkait status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

Hal itu juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Menag meminta lembaga yang bergerak dalam pengelolaan zakat mengajak umat Islam yang telah memenuhi kewajiban membayar zakat maal atau zakat harta untuk menunaikannya sebelum Ramadhan 1441H.

“Sehingga, zakat mereka bisa segera terdistribusi kepada mustahiq yang membutuhkan lebih cepat,” imbuhnya.

Menag juga minta Baznas dan LAZ memprioritaskan pendistribusian secara langsung dana zakat, infak dan sedekah yang dikelolanya untuk meringankan beban hidup, menjamin kebutuhan pokok dan menjaga daya beli warga masyarakat lapisan bawah.

Begitu juga rumah tangga miskin, pekerja harian di sektor informal, dan kaum ekonomi lemah serta mustahik lainnya.

Pendistribusian zakat harus dilakukan sesuai ketentuan agama dan prosedur pelayanan yang cepat, mudah, dan aman.

“Kegiatan pengumpulan dan pendistribusian zakat yang karena sifat atau keadaannya harus dilakukan secara tatap muka, maka wajib memperhatikan protokol kesehatan, seperti pembatasan jarak fisik dan menghindari pengumpulan massa atau keramaian,” ingatnya.

Adapun untuk zakat fitrah, kata Menag, masyarakat bisa menunaikannya sejak awal Ramadhan hingga menjelang Lebaran.

“Pendistribusian zakat fitrah diprioritaskan untuk kecukupan pangan dan kegembiraan fakir miskin menyambut hari raya,” imbaunya.

Dia juga mengingatkan bahwa kondisi darurat kesehatan akibat wabah Covid-19 adalah momentum untuk mawas diri, memperkuat solidaritas dan semua komponen bangsa harus bersatu menghadapinya.(esg)