Arus Balik Catat Rekor Tertinggi, Kondisi Lalu Lintas Masih Terkendali

21
RAMAI LANCAR: Ratusan kendaraan melintasi jembatan layang Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota, kemarin (8/5) sekitar pukul 17.15. Jalur Sumbar-Riau ini terpantau ramai lancar di hari terakhir libur Lebaran 1443 H.(SY RIDWAN/PADEK)

Volume kendaraan saat arus balik Lebaran mencatat rekor tertinggi pada Sabtu (7/5). Namun, kondisi itu diproyeksikan meningkat pada penghitungan arus balik tadi malam (8/5).

”H+5, yakni Minggu 8 Mei, masih akan terjadi kenaikan lagi. Mengingat Jasa Marga memang memprediksi sejak awal bahwa puncak arus balik terjadi pada 8 Mei 2022,” ujar Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, kemarin (8/5).

Dwimawan menyebut, rekor arus balik itu tertinggi sepanjang sejarah jalan tol di Indonesia. Jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek dari arah timur (Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, dan Bandung) mencapai 170.078 unit.

”Angka itu naik 159 persen dari normal 2021 dan mengalahkan rekor tertinggi sebelum pandemi pada Lebaran 2019 sebesar 166.444 kendaraan atau naik 2,2 persen,” jelas dia.
Lalin mudik dari arah timur merupakan lalin kumulatif arus balik di jalan tol Jakarta-

Cikampek yang melalui dua gerbang tol, yaitu GT Cikampek Utama untuk pemudik dari arah jalan tol trans-Jawa dan GT Kalihurip Utama untuk pemudik dari arah jalan tol Cipularang. Perinciannya, GT Cikampek Utama dengan jumlah 124.761 kendaraan.

Jumlah itu naik 272 persen dari normal 2021 sebanyak 33.535 kendaraan. Kemudian, GT Kalihurip Utama dengan jumlah 45.317 kendaraan. Jumlah tersebut naik 41 persen dari normal 2021 sebanyak 31.968 kendaraan.

”Kami mencatat total 2 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek pada H-10 sampai H-1 atau pada 22 April–2 Mei 2022. Hingga 7 Mei, kami mencatat sekitar 1 juta kendaraan telah kembali ke Jabotabek, yang berarti masih ada sekitar 47 persen atau 990 ribu kendaraan yang belum kembali,” jelas Dwimawan.

Meski lonjakan volume di jalan tol Jakarta–Cikampek luar biasa, kondisi lalu lintas dapat dikendalikan. Menurut dia, itulah yang membedakan dengan kondisi pada 2019. ”Pada tahun 2019 untuk mengurai lalin sebesar ini, dibutuhkan waktu hingga 24 jam untuk mengurai kepadatan luar biasa yang terjadi di berbagai segmen jalan tol Jakarta-Cikampek,” jelas Dwimawan.

Namun, tahun ini pihaknya menyebut perencanaan dilakukan lebih matang. Koordinasi dengan berbagai pihak juga jauh lebih intensif sehingga tidak terjadi kepadatan yang berarti di jalan tol Jakarta-Cikampek.

Dia menambahkan, jalan layang MBZ sepanjang 38 km yang saat ini digunakan juga mendukung kelancaran perjalanan tahun ini. Pada 2019, jalan layang MBZ masih dibangun. Saat ini dengan adanya jalan layang MBZ, kapasitas jalan tol Jakarta-Cikampek menjadi empat lajur untuk kedua arah. Hal itu menambah kapasitas jalan tol Jakarta-Cikampek existing, dari 6 lajur dua arah menjadi 10 lajur.

Dwimawan menjelaskan, ada dua kunci manajemen arus lalu lintas mudik tahun ini. Pertama, penggunaan teknologi terkini dalam bidang road transportation. Hal itu merupakan ”decision support system” yang mendukung keputusan pimpinan puncak di kepolisian dan Jasa Marga dalam memutuskan penanganan volume lalu lintas yang jumlahnya luar biasa.

Kedua, koordinasi lintas sektoral yang sangat intensif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara komprehensif. ”Tiga bulan sebelum arus mudik, kami sudah membahas intensif,” imbuh Dwimawan.

Sementara itu, Polri memastikan bahwa puncak arus balik hampir terlewati. Dari data jumlah kendaraan dua hari terakhir, dari Sabtu (7/5) dan Minggu (8/5), dipastikan terjadi penurunan. Penurunan tersebut terjadi di empat gerbang tol, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Gatot Repli Handoko mengatakan, untuk empat gerbang tol tersebut, pada Sabtu terdapat 83.972 kendaraan yang lewat ke arah atau masuk ke Jakarta. ”Kalau situasi normal itu hanya 47.922 kendaraan,” paparnya.

Namun, jumlah kendaraan yang lewat empat gerbang tol ke arah atau masuk Jakarta pada Minggu hanya 76.706 unit. Artinya, dalam dua hari belakangan terjadi penurunan volume kendaraan masuk ke Jakarta sebanyak 7.266 kendaraan. ”Data tersebut diambil dari pukul 06.00 hingga pukul 14.00,” terangnya.

Dengan penurunan volume kendaraan arus balik tersebut, dia memastikan bahwa arus balik di jalan tol secara umum terkendali dan lancar. Hal itu disebabkan berbagai kebijakan dari kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas. ”Dari contraflow hingga one way,” jelasnya.

Menurut dia, dalam satu hari ini ada beberapa langkah yang dilakukan kepolisian. Sejak pukul 12.00 di jalan tol Jakarta-Cikampek Km 48 diberlakukan contraflow hingga arah Jakarta. ”Situasi ramai lancar,” tuturnya.

Pada jam yang sama, situasi gerbang tol Palimanan juga terpantau landai lancar karena penerapan one way ke arah Jakarta. ”Untuk di gerbang tol Kalikangkung yang menjadi awal one way juga ramai lancar,” urainya.

Kemarin Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau gerbang tol Cikampek Utama. Menurut data yang diterimanya, hingga kemarin masih ada 46 persen masyarakat yang belum kembali pada arus balik.

Budi mengungkapkan, pada H+4 tercatat pergerakan kendaraan mengalami puncak tertinggi. Dari Bakauheni ke Merak, pergerakan kendaraan mencapai lebih dari 37 ribu dalam sehari. ”Sementara iu, untuk jalur tol Semarang ke Jakarta mencapai 170 ribu lebih kendaraan. Jumlah itu menjadi rekor tertinggi sepanjang pengelolaan arus mudik,” ujarnya.

Baca Juga:  KPK Terima 395 Laporan Gratifikasi Selama Hari Raya Idul Fitri 1443 H

Dia meminta seluruh unsur terkait untuk tetap waspada. Budi menjelaskan, dengan adanya rekayasa lalu lintas di jalur tol, waktu tempuh perjalanan terbukti menjadi lebih singkat. ”Kalau tidak ada rekayasa, perjalanan Semarang ke Jakarta bisa 11 jam 30 menit,” katanya. Dengan adanya rekayasa, waktu tempuh menjadi 6 jam 30 menit.

Pemesanan Tiket Terbuka

VP Public Relations KAI Joni Martinus menyatakan, masyarakat masih bisa memesan tiket KA untuk keberangkatan hari ini dan seterusnya. PT Kereta Api Indonesia mencatat jumlah tiket KA jarak jauh yang masih tersedia pada periode 9 sampai 13 Mei sebanyak 53.921 tiket per hari atau 44 persen dari kapasitas yang disediakan.

”Anjuran bepergian di tanggal alternatif ini sesuai arahan pemerintah untuk mengurangi kepadatan pada arus balik Lebaran,” katanya. Dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan perjalanan KA yang masih tersedia itu.

Untuk keberangkatan H+5 Lebaran, berdasar data pukul 07.00, terdapat 145.899 pelanggan dengan okupansi 113 persen. Untuk periode H-10 s.d. H+4 atau 7 Mei, KAI telah melayani 1.834.533 pelanggan atau rata-rata 114.658 pelanggan per hari dengan rata-rata okupansi 94 persen.

Terpisah, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno menilai, upaya manajemen prioritas dengan rekayasa lalu lintas di jalan tol trans-Jawa sudah maksimal. Meski kemacetan pada saat mudik dan balik Lebaran masih terjadi.

Namun, menurut dia, yang terpenting kemacetan tersebut dapat dikendalikan. ”Tidak sampai kendaraan berhenti total di jalan, tetap jalan dalam kecepatan rendah,” ujarnya.

Kemudian, yang masih jadi catatan ialah pengaturan rest area. Rest area masih menjadi momok kemacetan lalu lintas pada masa arus mudik dan balik Lebaran. Seharusnya, dilakukan pemisahan zona parkir dan zona aktivitas agar arus kendaraan di dalam rest area lebih lancar.

Selain itu, kedisiplinan dan ketaatan pemudik pada aturan lalu lintas dinilai akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata masih rendah. Itu semua tergambar jelas, baik di sepanjang jalan tol maupun arteri.

Masih ada pengendara yang didorong faktor kelelahan menggunakan bahu jalan untuk beristirahat, mobil barang (jenis pikap) digunakan untuk mengangkut orang, dan sepeda motor dinaiki lebih dari dua orang. Ada juga pengemudi yang kemudian viral di media sosial karena melintasi median jalan tanpa sepengetahuan petugas saat jalur one way diberlakukan.

”Ironisnya, tidak ada penindakan dari aparat hukum karena konsentrasi petugas semata-mata terfokus pada kelancaran arus mudik dan arus balik,” keluhnya. Padahal, fenomena pelanggaran-pelanggaran lalu lintas itu sangat mengancam keselamatan dan dapat membahayakan orang lain.

Tahun ini angka kecelakaan pada periode mudik dan balik Lebaran memang menurun. Berdasar data PT Jasa Raharja, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2022 menurun dibandingkan 2019. Pada periode 25 April–5 Mei 2022, tercatat ada 4.107 kecelakaan lalu lintas dengan 568 korban di antaranya meninggal.

Periode yang sama pada 2019, terdata 4.083 kecelakaan lalu lintas dengan 824 orang meninggal. Dengan kata lain, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas menurun 28 persen dan kasus warga yang meninggal turun 49 persen. Meski begitu, nyawa tetap bukan hanya persoalan angka. Karena itu, perlu jadi perhatian penuh dari pemerintah terkait sosialisasi aman berkendara.

Seiring meningkatnya arus kendaraan yang kembali dari sejumlah daerah ke Jabodetabek, TNI-AU memastikan bahwa mereka tetap siaga. Skuadron udara helikopter yang disiapkan untuk mengirim bantuan ketika terjadi kondisi gawat darurat masih stand by 24 jam.

Kepala Dinas Penerangan TNI-AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indan Gilang Buldansyah menyatakan bahwa mereka juga disiapkan untuk melakukan pantauan udara.
Kepada awak media, Indan menjelaskan bahwa ada tiga skuadron udara helikopter yang disiagakan TNI-AU.

Yakni, Skadron Udara 6 dengan helikopter NAS-332 Super Puma dan Skadron Udara 8 dengan helikopter EC-725 Caracal. Kedua skuadron tersebut bermarkas di Pangkalan Udara (Lanud) TNI-AU Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat. Selain itu, ada Skadron Udara 7 dengan helikopter EC-120 Colibri yang bermarkas di Lanud TNI-AU Suryadarma.

Indan menyebutkan bahwa helikopter dan para pengawaknya terus bersiaga di pangkalan masing-masing. ”TNI-AU menyiagakan sejumlah helikopter untuk kegiatan SAR khusus Idul Fitri (arus mudik dan balik),” imbuhnya.

Lantaran bermarkas di Bogor dan Subang, helikopter dari tiga skuadron itu dapat bergerak cepat ke jalan tol trans-Jawa. ”Mereka akan bergerak sesuai perintah pimpinan dan kondisi,” tambah jenderal bintang satu TNI-AU tersebut.

Selama arus mudik dan balik, para penerbang TNI-AU yang ditugaskan mengawaki helikopter milik Basarnas juga tetap bertugas. Sementara itu, personel yang sehari-hari bertugas di pangkalan disiagakan untuk memastikan keamanan di bandara.

Khususnya, bandara yang berada di area pangkalan Angkatan Udara. Tidak hanya TNI-AU, TNI-AL juga masih menyiagakan jajaran mereka untuk menjaga pelabuhan-pelabuhan yang kerap digunakan oleh pemudik seperti Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi. (c6/oni/jpg)