Daerah Dinilai tak Konsisten, Angka Positif Korona Terus Bertambah

Petugas memeriksa dokumen calon penumpang yang akan berpergian menggunakan bus AKAP (antar kota antar provinsi) di Terminal Pulogebang, Jakarta, kemarin (10/5). Meskipun pelayanan Bus AKAP telah dioperasionalkan di Terminal Pulogebang, namun sejumlah penumpang dilarang berangkat karena tidak termasuk dalam kriteria yang diperbolehkan untuk berpergian. (IST)

Jumlah kasus positif masih terus bergerak naik meskipun pemerintah berharap pandemi bisa terkontrol di akhir Mei 2020. Termasuk, Sumbar dua hari terakhir penambahannya mencapai 24 kasus postif korona baru.

Kemarin (10/5), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali mencatat jumlah peningkatan kasus pada periode 9 hingga 10 Mei 2020 sebanyak 387 kasus baru dengan total jumlah kasus 14.032.

Sementara kasus sembuh menjadi 2.698 setelah ada bertambah sebanyak 91 orang. Sedangkan jumlah kasus meninggal bertambah menjadi 973 setelah ada penambahan sebanyak 14 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa dalam seminggu terakhir ada fluktuasi data di beberapa daerah. Ada beberapa daerah yang terlihat konsisten dengan angka peningkatan kasus per hari yang semakin sedikit.

”Tapi ada juga daerah yang tidak konsisten. Beberapa hari sebelumnya tingkat pertambahan kasusnya makin sedikit. Namun di hari-hari belakangan malah bertambah banyak,” katanya, kemarin (10/5)

Di daerah-daerah ini, kata Yuri, belum terbentuk pola grafis yang konsisten. Sehingga, pemerintah semakin susah menebak kecenderungannya. ”Tapi dari data ini bisa kita lihat, bahwa proses penularan masih terus terjadi,” katanya.

Dari sebaran kasus sembuh dari 34 provinsi di tanah air, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 803, disusul Sulawesi Selatan 265, Jawa Timur sebanyak 230, Bali 204, Jawa Barat 202, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 2.698 orang.

Yuri menambahkan bahwa data tersebut sekaligus menjadi ukuran seberapa masyarakat dapat mematuhi aturan pemerintah dan anjuran protokol kesehatan sebagai langkah untuk memutus rantai penularan Covid-19.

”Gambaran ini menjadi poin seberapa disiplin kita untuk mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, tidak mudik dan menjalankan aturan pemerintah,” kata Yuri.

Akumulasi data diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 158.273 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 53 laboratorium dan TCM di 1 laboratorium Wisma Atlet. Sebanyak 113.452 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 14.032 positif dan 99.420 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 248.690 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 30.317 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 373 kabupaten/kota di tanah air.

Aspek Psikologi Penting
Ahli Psikologi Politik, Prof Hamdi Muluk mengatakan bahwa penataan aspek psikologi menjadi sangat penting dalam kaitan upaya untuk menurunkan angka penambahan kasus Covid-19.

”Kondisi psikologis ini tentu juga akan mempengaruhi penanganan COVID-19. Kalau seseorang tidak sejahtera secara psikologis, ini nanti usaha pelandaian ini terkendala karena perilaku tidak mendukung,” kata Hamdi dalam penjelasannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Secara umum, Hamdi juga mengatakan kondisi persoalan multi-dimensi itu sifatnya bahkan sudah menjadi disruptif. Artinya, membuat kondisi yang selama ini baku (normal) menjadi ke arah ”normalitas baru” (new normal).

”Kondisi pandemi ini sekonyong-konyong membuat perubahan baru, orang bilang ini distruptif tiba-tiba sesuatu yang normal ini menjadi luluh lantak menjadi situasi tidak normal bahkan diramal menjadi normalitas baru,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hamdi juga menjelaskan bagaimana aspek psikologi penting dalam kaitannya melawan Covid-19. Menurut Hamdi, kondisi psikologi berada pada dasar bagi seseorang dalam menghadapi goncangan yang ditimbulkan oleh Covid-19.

Selama ini mungkin orang tidak memahami bahwa kesejahteraan itu tidak tidak hanya secara ekonomi, fisik tapi juga kesejahteraan psikologi atau phsycological well being.

Secara umum memang tiga jenis kesejahteraan ini saling berkaitan. Dalam hal ini kondisi fisik yang prima dengan asupan gizi seimbang dapat berdampak kepada kondisi psikologis yang kuat juga.

”Kalau ekonomi kita tidak sejahtera, maka bagaimana kita bisa makan. Fisik jika tidak sejahtera, maka berimbas juga pada psikologi,” jelas Hamdi.

Hal tersebut berlaku juga sebaliknya, apabila seseorang mampu dalam segi ekonomi akan tetapi kondisi psikologis seseorang yang rapuh maka dapat memperlemah imunitas tubuh sehingga fisik menjadi rentan.

“Walaupun Anda berkecukupan secara ekonomi, kalau batin resah terus, gelisah kalau Anda ketakutan, Anda menjadi stres, depresi, kondisi psikologi memburuk dan kondisi fisik memburuk dan nanti ujung-ujungnya dirawat dan ekonomi terpengaruh juga,” jelas Hamdi.

Sumbar jadi 299 Kasus
Angka kasus positif terinfeksi virus korona di Sumbar, Minggu (10 /5) bertambah 13 kasus menjadi 299 kasus. Selain itu, pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga bertambah dua orang, sehingga total pasien sembuh 56 orang.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal melalui keterangan resmi yang diterima Padang Ekspres menyampaikan, penambahan kasus positif Covid-19 di Sumbar berdasarkan laporan dari pihak Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand dan Laboratorium Veteriner Bukittinggi.

”Sebelum kami sampaikan perkembangan pertambahan Covid-19 hari ini, ada klarifikasi data pasien yang perlu diluruskan. Yakni, data pasien Payakumbuh dengan Limapuluh Kota.

Sebelumnya ada warga Limapuluh Kota atas nama inisial Idr, 28, warga Tanjuangjati, Kecamatan Guguak yang sekarang isolasi di BPSDM Sumbar dan Amn, 68, tukang ojek warga Batangtabik yang sekarang dirawat di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi, masuk dalam data pasien Kota Payakumbuh,” ungkapnya.

Namun berdasarkan hasil konfirmasi, klarifikasi dan investigasi tim gugus tugas provinsi, dinyatakan bahwa mereka berdua warga Limapuluh Kota. Makanya, harus terdaftar atas nama pasien Limapuluh Kota. Artinya, Payakumbuh yang semula warganya tercatat 13 orang positif Covid-19, kini menjadi 11 orang.

”Jika kemarin hanya 1 orang, ditambah hari ini 2 orang dan hasil pengurangan Payakumbuh 2 orang, maka total sampai hari ini warga Limapuluh kota positif terinfeksi Covid-19 adalah 5 orang. Ini hanyalah masalah administrasi saja untuk memudahkan tracing riwayat kontak yang bersangkutan,” jelas Jasman.

Dari penambahan 13 kasus baru tersebut, menurut Jasman, 11 orang asal Padang dan dua orang Limapuluh Kota.

Di sisi lain, Jasman menyampaikan, kemarin pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah dua orang. Rinciannya, perempuan usia 69 tahun, warga Nagari Sinuruik Pasaman Barat, status ibu rumah tangga, pasien RS Unand, dan seorang pelajar, berjenis kelamin perempuan, usia 23 tahun, warga Padang Timur, pasien RSUD Rasidin Padang.

Sebelumnya Sabtu (9/5), kasus positif Covid-19 di Sumbar bertambah 16 kasus dan pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga bertambah 8 orang. Penambahan 16 kasus positif Covid-19 tersebut, antara lain dari Limapuluh Kota, Agam, dan Kabupaten Solok masing-masing satu orang, sedangkan Padang sebanyak 13 orang. (jpg/i/a)