Dharmasraya Bebas Area Blank Spot: Ada Wifi Via Satelit, Akses Cuma 100 M

36
LAKUKAN YANG TERBAIK: Camat Asamjujuhan Imam Mahfuri (dua dari kanan) bersama masyarakat setempat di sekitar Kantor Camat Asamjujuan, beberapa waktu lalu.(IST)

Hanya beberapa hari lagi, kemerdekaan Indonesia genap berusia 77 tahun. Namun, sejumlah nagari di Kabupaten Dharmasraya belum sepenuhnya menikmati kemerdekaan itu. Salah satunya dalam mengakses dunia digital. Pasalnya, sejumlah nagari layanan internetnya masih jadi area blank spot.

DI Kecamatan Asamjujuhan misalnya. Setidaknya ada tiga nagari blank spot. Yakni Nagari Sinamar, Lubukbesar dan Tanjungalam. Berbagai upaya sudah dilakukan agar nagari-nagari tersebut bisa bebas mengakses internet dan tidak lagi terjajah blank spot. Namun, hingga hari ini harapan itu belum juga terwujud.

Di antaranya, ungkap Camat Asamjujuhan Imam Mahfuri, berkoordinasi dengan pihak terkait. Termasuk langsung ke provider bahkan sampai ke pusat. Untuk bisa menjalani aktivitas dengan internet masyarakat berupaya mencari sinyal dengan cara menuju daerah ketinggian seperti menaiki perbukitan.

Menurut Imam, sebetulnya ada solusi lain. Jika memang provider keberatan membangun tower dengan alasan keekonomian, karena jumlah penduduk di tiga Nagari tersebut kurang lebih dua ribu KK, yang barangkali hal itu tidak memenuhi persyaratan untuk pendirian sebuah tower. Yakni, meningkatkan kapasitas tower yang ada.

”Karena di beberapa perusahaan yang ada di sekitar lokasi tersebut sinyalnya tidak masalah alias lancar-lancar saja,” urainya, beberapa waktu lalu kepada Padang Ekspres.

Bahkan, di kantor Camat Asamjujuhan sendiri tidak ada sinyal sama sekali. Dulu pernah ada, kerja sama Kominfo dengan memakai sistem radio. Namun selama satu tahun belakangan, tidak ada lagi layanan untuk sinyal internet.

Rata-rata, jarak tiga nagari itu dari pusat kabupaten di Pulaupunjung sekitar 80 hingga 90 kilometer. Tidak banyak sebetulnya yang diharapkan masyarakat setempat selain daerahnya bebas dari blank spot. Sebab untuk akses jalan, sudah mulai ada perbaikan dan pembangunan, serta pengaspalan.

Lalu, bagaimana caranya anak-anak sekolah saat memakai sistem during beberapa waktu lalu? Katanya, untuk di tiga nagari tersebut memang belum ada SMA sederajat, baru sampai SMP.

Nah, ketika pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, PBM dengan sistem during tak bisa dilakukan. Guru-guru pun mesti jemput bola. Artinya, mendatangi rumah siswa untuk PBM. Entah itu memberikan tugas atau PR dan sejenisnya. ”Memang cara tersebut sangat tidak efektif dalam PBM, namun bagaimana lagi,” ucapnya.

Sementara itu di Kecamatan Sembilankoto bisa dikatakan 75 persen wilayahnya area blank  spot. Sebab, di sana hanya ada satu tower telekomunikasi yang berlokasi di Jorong Bukitkubang, Nagari Banai.

Akibatnya, sebagian besar masyarakat tidak bisa mengikuti era digitalisasi yang otomatis berimbas kepada kurang cepatnya akses informasi sampai kepada mereka. Pemkab sudah melakukan berbagai upaya seperti mengajukan permohonan kepada pihak provider termasuk juga ke kementerian terkait.

Tapi belum ada hasil yang nyata dan masyarakat tetap berharap, segera direalisasikan sehingga bisa mempermudah, mempersingkat, dan mempermurah berbagai kepentingan. ”Harus pergi ke daerah ketinggian untuk bisa dapat layanan internet atau ke Silago,” urai Camat Sembilankoto, Desmil.

Keluhan yang sama disampaikan Wali Nagari Banai Kecamatan Sembilankoto Randi Elwarman. Berbagai upaya juga sudah dilakukan bahkan sudah pernah juga disampaikan kepada anggota DPR RI. Namun sampai saat itu belum ada kemajuan yang diharapkan berkaitan dengan pembangunan tower telekomunikasi.

Untuk bisa mendapatkan sinyal, warga terpaksa mencari tempat ketinggian atau perbukitan. Atau, pergi ke nagari tetangga, Nagari Silago. Untuk layanan internet khusus di Kantor Wali Nagari menggunakan wifi dari satelit. Namun aksesnya juga tidak bisa jauh. Hanya sekitar 100 meter.

”Kami berharap melalui pihak terkait merealisasikan harapan warga. Nagari Banai sendiri berpenduduk sekitar 3.700 jiwa atau dengan 921 KK. Dan berjarak sekitar 50 kilometer dari ibu Kabupaten Dharmasraya Pulaupunjung,” urai Randi.

Sekitar 20 Titik

Kepala Dinas Kominfo Dharmasraya Rovanly Abdams mengungkapkan, setidaknya sampai saat ini ada sekitar 20 titik di Kabupaten Dharmasraya yang masuk dalam daftar area blank spot. Terbanyak di tiga kecamatan, masing-masing Asamjujuhan, Sembilankoto, dan Timpeh. Untuk Kecamatan Pulaupunjung juga masih ada area blank spot seperti di Nagari Gunungselasih.

Terhadap kondisi tersebut ucap Rovanly, Dinas Kominfo juga sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan permintaan tersebut sudah sampai ke provider pusat. Namun sejauh ini belum terealisasi juga. ”Kita sangat berharap agar Dharmasraya zero area blank spot,” harapnya.

Terkait dengan tidak adanya layanan internet di Kantor Caamat Asamjujuhan jawab Rovanly, dulu ada layanan wifi. Namun beberapa waktu yang lalu, perangkat tersebut di sambar petir hingga tidak bisa di akses kembali. Bahkan perangkat komputer juga kena imbasnya.

”Memang belum kita perbaiki kembali. Namun yang pasti pemerintah daerah akan terus berusaha semaksimal mungkin agar seluruh wilayah Dharmasraya bisa mendapat layanan internet,” harapnya. (***)