Longsor di Kawasan Kelok Jariang, Padang-Painan Putus Total 2 Jam

Petugas menggunakan ekskavator membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan nasional Padang-Painan, tepatnya di kawasan Kelok Jariang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang, kemarin (10/9). (IST)

Intensitas hujan yang sangat tinggi sejak Rabu (9/9) malam, menyebabkan longsor di kawasan Kelok Jariang, persisnya di kawasan galian C, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Akibatnya, arus lalu lintas di jalan nasional Padang-Painan lumpuh total selama dua jam, kemarin pagi (10/9).

Pantauan Padang Ekspres di lapangan, terlihat kemacetan sekitar 2 km baik dari arah Padang menuju Painan maupun sebaliknya. Kendaran baik roda dua maupun mobil tidak bisa melewati ruas jalan akibat tertimbun material lumpur bercampur batu.

Rusli, 33, warga Pesisir Selatan mengatakan, dia berasal dair Indoporo menuju Padang. Namun, sesampai di perbatasan ada orang berteriak, jangan ke sana galian C longsor. ”Saya terpaksa memberhentikan mobil, ,Ketika saya jalan ke sana, ternyata memang benar,” ungkapnya.

Pengendara lainnya Rio, 39, dia mengaku sudah terjebak macet selama dua jam. ”Seharusnya, pemerintah jeli dalam hal ini. Semua ini diduga dampak galian C. Mujur, tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Sutan Hendra mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Sumbar untuk mengerahkan alat berat. ”Tidak hanya longsor, Padang juga dilanda banjir dan pohon tumbang di sejumlah titik.

”Untuk saat ini, kita sudah berupaya melakukan evakuasi di sejumlah titik banjir dan pohon tumbang sudah dibersihkan,” jelas Sutan Hendra. Untuk sementara, belum ada laporan terkait korban jiwa.

Setelah petugas berjibaku selama dua jam, akhirnya ruas jalan Padang-Painan bisa dilewati. Akses jalan Padang-Painan ini pun sudah bisa dilalui oleh kendaraan dua jalur . Material longsor yang sempat menutupi Kelok Jariang KM 26, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, sudah disingkirkan.

Baca Juga:  Temukan Unsur Pidana, antara Kesengajaan dan Kelalaian

Kapolsek Bungus Teluk Kabung, AKP Andhi Jais mengatakan, akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan sejak sekitar 09.00. ”Ya, sudah bisa dilewati sejak sekitar sembilan tadi. Cuma ada finishing-finishing-nya. Sekarang sudah bisa dilewati dua jalur,” ujarnya
Dia menuturkan, longsor mulai terjadi sekitar pukul 05.30.

Lalu, mulai menutup badan jalan sekitar pukul 07.00. ”Longsor tersebut sempat membuat akses jalan Padang-Painan putus total. Namun, saat ini akses jalan sudah bisa dilewati kendaraan dari dua jalur,”ungkapnya.

Cepatnya penanganan longsor, tak terlepas dari dukungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar. Sebanyak satu alat berat berupa ekskavator terlihat di lapangan membersihkan material longsoran.

Kepala BPJN Sumbar Bambang Pardede mengatakan, ruas jalan terputus di KM 25+600 di dua titik. ”Tadi pagi sempat dilakukan sistem buka tutup dalam melancarkan lalu lintas yang sempat mengantre. Sebelum tengah hari lalu lintas sudah terbuka dari kedua arah,” ungkapnya.

Dengan adanya perubahan cuaca di Padang maupun Sumbar umumnya, BPJN Sumbar akan lebih mempersiapkan personel dan peralatannya. Sehingga, ke depannya akan lebih sigap apabila terjadi bencana longsor seperti ini.

Secara khusus, Kepala BPJN Sumbar yang baru menjabat beberapa bulan ini mengapresiasi PPM Satker PJN II Suaidi, dinilai sigap melakukan tindakan agar material bisa terangkat dengan cepat dan lalu lintas bisa pulih. (err)