Jon Kinoi, Sopir Viral dalam Evakuasi Bus Gracias di Kelok 44

2012

Drama 17 jam evakuasi bus Gracias asal Kota Kembang Bandung tersangkut di Kelok 44, berakhir happy ending.

Kamis (10/6/2021) pagi sekitar pukul 05.20, bus berbadan besar yang tersangkut sejak Jumat (4/6/2021) lalu itu, dievakusi ke Simpang Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam.

Satu nama yang cukup berjasa selama proses evakuasi ini adalah Joni Harianto alias Jon Kinoi, 40. Siapa dia?

Dialah aktor di balik kemudi dalam proses evakuasi bus bermesin Hino RK8 tersebut. Bermodal skill dan mental teruji, Jon berhasil menurunkan bus berukuran panjang sekitar 13 meter tersebut dari jebakan di setiap tikungan Kelok 44, walaupun terdapat beberapa kendala.


”Saya tidak akan bisa sendiri. Semua tak terlepas dari bantuan kawan-kawan juga. Masing-masing ada perannya, kebetulan saya sopirnya,” kata Jon Kinoi saat berbincang dengan Padang Ekspres, di Maninjau, kemarin (11/6/2021).

Menurut dia, hal ini tak terlepas dari pengalaman sekitar 10 tahun jadi sopir truk tronton. Warga Ambunpagi, Kenagarian Maturmudik, Kecamatan Matur ini, sedari awal memang terlibat membantu rangkaian proses evakuasi bersama sejumlah rekannya.

Menurut dia, evakuasi menjadi lebih sulit dan lambat akibat ada sejumlah komponen mobil yang rusak dan mesti diperbaiki terlebih dahulu.

”Kami mulai membantu di hari kedua bus itu tersangkut. Mulai memperbaiki komponen rem mobil yang rusak. Di hari ketiga kami dapat kabar sopir busnya telah balik ke Bandung. Jadi, tinggal kami bersama pihak terkait menuntaskannya,” sebut Jon didampingi Andri Antoni, rekannya.

Usai kerusakan bus teratasi imbuhnya, barulah dilanjutkan dengan evakuasi. Kendala baru muncul di sini, soal siapa yang akan mengendarai mobil itu. Setelah ditawarkan ke mana-mana, tak ada sopir yang mengaku sanggup.

”Hal ini lumrah. Karena, membawa mobil sebesar itu di jalur yang sempit dan memiliki tikungan tajam plus jurang dalam, memang harus menantang maut,” ujar dia.

Di tengah kelumit itu, bapak dua anak itu lantas maju mengambil alih kemudi. Duduk di atas jurang dengan penuh percaya diri.

Evakuasi sendiri dimulai pada Rabu (9/6/2021). Ia “memapah” bus dari Kelok 14 sampai Kelok 10. Waktu itu, bus kembali tersangkut pukul 13.00 sampai 00.10. Setelah lepas, bus sempat diparkirkan antara Kelok 10 dan Kelok 9, lalu dilanjutkan dan sampai di bawah sekitar pukul 05.20, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga:  Konversi Bank Nagari Ditunda!

”Semua beranjak dari rasa kemanusiaan. Ikhlas membantu bagaimana mobil sampai ke bawah, dan akses Kelok 44 kembali lancar. Saya memberanikan diri mengendarai karena merasa yakin bisa. Alhamdulillah, bus sampai di bawah tanpa insiden dan kerusakan yang berarti,” tuturnya.

Jon sendiri awalnya merupakan sopir mobil pengangkut ikan dan sempat jadi sopir truk tronton ppengangkut batu bara lintas provinsi di sebuah perusahaan di Padang tahun 2000-an.

Sekitar 10 tahun mengendarai mobil raksasa itu dan sempat beberapa kali kembali membawa mobil ikan, Jon tiba-tiba vakum memegang kemudi sejak setahun terakhir. Hal itu dilatarbelakangi matinya Surat Izin Mengemudi(SIM) dirinya.

”Ya, hampir setahun ini saya nganggur. Kerja serabutan jadi petani dan berkebun. SIM saya mati karena kesulitan ekonomi juga, jadi belum sempat perpanjang,” akunya.

Jon Kinoi sendiri tak menyangka namanya bakal viral. Apalagi menuai pujian. Namun begitu, ia tetap mensyukuri respons positif banyak orang terhadap dirinya.

Keberhasilan Jon ini mendapat sambutan positif dari dari para netizen. Salah satunya lewat Facebook Bryan Paradise yang meng-upload keberhasilan Jon ini.

Sejak di-upload pada Kamis (10/6) lalu, sudah 371 like, 87 dikomentari dan 48 kali dibadikan. ”Semoga pihak bus dapat memberikan apresiasi buat sopir hebat. Sungkem bg kinoy,” ujar Zikra Wahyudi

Sedangkan Syah Ardian menimpali ”CV driver yg menurunkan hingga Maninjau sangat mumpuni untuk bergabung dengan PO bus seluruh Indonesia mantap…,” ucapnya.

”Makasih Om Kinoy, tuhan membukakan jalan kemudahan melalui bang Kinoy… Mantap Bang Kinoy,” timpal Adam Wahyudi

Sebagaimana diberitakan, bus Gracias ini terjebak di Kelok 44, Jumat (4/6/2021) lalu. Waktu itu, sopir bus yang diketahui belum pernah menjajal jalur Kelok 44 ini, salah menggunakan Google Map.

Akibatnya, arus lalu lintas di Kelok 44 tersendat. Barulah, Kamis (10/6), jalur kembali lancar setelah bus berhasil dievakuasi. Bus ini tercatat satu-satunya bus berbadan besar melewati jalur Kelok 44 yang dikenal curam dan sangat ekstrem. (Putra susanto/ Padang Ekspres)