Terkonfirmasi Positif Covid-19 Pecah Rekor

61
ilustrasi. (net)

Pertambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumbar kembali memecahkan rekor harian. Kemarin (11/10), terkonfirmasi 319 kasus positif dan Padang lagi-lagi mencatatkan penambahan terbanyak dengan 213 orang.

”Dari 319 kasus positif tersebut, terbanyak berasal dari Padang dengan jumlah 213 kasus, diikuti Dharmasraya 29 kasus dan Agam 19 kasus. Dan, selebihnya merata 12 kabupaten kota lainnya,” terang Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar Jasman Rizal kepada wartawan di Padang, kemarin (11/10).

Pertambahan kasus ini didapatkan, tambah Jasman, berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh penanggung jawab Laboratorium FK Unand Dr Andani Eka Putra. Di mana, dari 3.148 spesimen yang diperiksa (3.020 laboratorium FK Unand dan 128 dari laboratorium veteriner Baso Agam).

Seiring pertambahan kasus ini, menjadikan kasus positif covid saat ini menjadi 8.677 kasus dan kesembuhan menjadi 4.794 orang, serta meninggal 177 orang. Sebanyak 416 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, pasien isolasi mandiri 2.750 orang, pasien menjalani karantina di fasilitas isolasi daerah 224 orang, pasien yang menjalani karantina di fasilitas BPSDM 46 orang, dan pasien isolasi di gedung Balai Diklat PPSDM 56 orang.

Jasman juga menyebutkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar, awal Oktober 2020 ini setiap hari rata-rata ada lima pasien Covid-19 meninggal. ”Dalam periode 1 sampai 10 Oktober 2020 total ada 50 orang pasien yang meninggal, (jika) dirata-rata lima orang setiap hari,” terang Jasman.

Di mana, kata Jasman, angka kematian paling banyak terjadi pada Rabu (7/10) dengan jumlah pasien meninggal akibat infeksi virus korona 11 orang dan paling sedikit pada Kamis (8/10) dengan dua kematian pasien Covid-19. ”Jika dirata-rata setiap hari ada 208 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Penyebarannya hampir di seluruh kabupaten dan kota,” tukas Jasman.

Melihat tren angka positif dan meninggal terus naik, kata Jasman, sudah seharusnya warga Sumbar semakin meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi dengan segala cara, terutama penerapan protokol kesehatan dalam segala kegiatan.

4.233 Kamar Hotel Disiapkan
Sebanyak 4.233 kamar hotel disiapkan untuk memberikan ruang isolasi kepada pasien corona virus disease 2019 (Covid-19) konfirmasi yang tanpa gejala dan gejala ringan. Selain itu, juga bisa digunakan sebagai akomodasi tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19. Di sisi lain, upaya untuk pengadaan vaksin terus dilakukan pemerintah.

Baca Juga:  Dinilai kian Berjarak dengan Rakyat

Kemenparekraf bersama Kementerian Kesehatan dan pihak terkait berupaya memastikan dengan baik kesiapan hotel untuk memberikan pelayanan. Jumlah kamar yang diusulkan oleh Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tersebar di Jakarta, Bali, dan Kalimatan Selatan.

”Jangan sampai hotel tempat isolasi justru menjadi klaster baru sehingga kita bisa memasuki era adaptasi kebiasaan baru dengan lebih baik lagi,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, kemarin (11/10).

Dari 4.233 kamar, sebanyak 2.015 kamar hotel di DKI Jakarta telah selesai dilakukan verifikasi oleh Kementerian Kesehatan. Sehingga, siap digunakan sebagai lokasi isolasi pasien juga akomodasi bagi tenaga kesehatan. Kemenparekraf juga telah menyiapkan hotel yang masih bisa dipergunakan jika diperlukan penambahan. Hotel itu terdiri dari sembilan hotel di DKI Jakarta dan 10 hotel di Bali.

Wishnutama menjelaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Kesehatan untuk menentukan kapan dimulainya hotel-hotel tersebut menjadi lokasi isolasi. ”Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah terus menambah tempat isolasi bagi pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan dalam rangka pengendalian Covid-19,” kata Wishnutama.

Sementara itu, Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan merampungkan serangkaian kunjungan ke Tiongkok pada 9-10 Oktober 2020. Dalam serangkaian pertemuan bilateral, dibahas berbagai hal salah satunya soal kerjasama pengadaan Vaksin Covid-19.

Dalam keterangan resmi Kemenko Maritim kemarin (11/10), Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kapasitas produksi vaksin terkuat di Asia Tenggara sehingga layak untuk menjadi peluang bagi perusahaan Tiongkok.

”Kami akan mendukung perusahaan kami untuk meningkatkan kerjasama, khususnya berbagi teknologi dan pengalaman, supaya Indonesia bisa menjadi pusat produksi vaksin di kawasan Asia Tenggara,” kata Wang Yi.

Selain itu, kerjasama lain dalam Program Pengentasan Kemiskinan Berbasis Iptek belajar dari pengalaman Tiongkok juga akan menjadi salah satu kerjasama strategis jangka panjang kedua negara.

Wang Yi berjanji akan menindaklanjuti permintaan Menko Luhut agar Tiongkok dapat berbagi pengalaman melalui program ini degan kementerian yang terkait. ”Di era pandemi ini, kami masih bisa membebaskan semua kemiskinan sesuai target schedule kami, dan ini merupakan pertama kalinya sudah menghapuskan kemiskinan murni dalam sejarah 5.000 tahun. Kami bersedia berbagi pengalaman dengan Indonesia, dan akan menghubungkan dengan kantor yang terkait,” pungkas Wang Yi. (lyn/tau/jpg)