70 Karyawan PLN UPK Teluk Sirih Positif Covid-19

7955
Kerja keras: Petugas Laboratorium Pusat Diagnostik Riset Penyakit Infeksi FK Unand bekerja memeriksa sampel swab yang diterima dari kabupaten dan kota di Provinsi Sumbar. (IST)

Lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumbar semakin tidak terbendung. Penyebarannya di kabupaten/ kota juga mulai tidak terkendalikan. Masyarakat diminta lebih patuh menjalankan protokol kesehatan sehingga penyebaran bisa dikendalikan.

Kemarin (14/10), terjadi ledakan kasus sebanyak 357 orang terinfeksi Covid-19. Dua pasien di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Total meninggal sudah 185 orang. Sedangkan total warga Sumbar sudah terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 9.407 orang.

”Ke-357 kasus baru kemarin, sebarannya yakni Padang 291 orang, Bukittinggi 16 orang, Padangpanjang 1 orang, Payakumbuh 3 orang, Kota Solok 1 orang, Pariaman 1 orang, Padangpariaman 11 orang, Tanahdatar 2 orang. Lalu, Agam 6 orang, Kabupaten Solok 1 orang, Pasaman 17 orang, Pesisir Selatan 1 orang dan Limapuluh Kota 6 orang. Untuk pasien meninggal 2 orang asal Padang dan Padangpariaman,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal kepada wartawan di Padang, kemarin (14/10).

Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini, mencatatkan penambahan kasus harian tertinggi sejauh ini. Rekor sebelumnya terjadi pada Minggu (11/10) dengan kasus terkonfirmasi positif bertambah sebanyak 341 orang. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Jasman, saat ini tidak ada kabupaten/kota yang berstatus zona hijau atau bebas penyebaran virus. Selain itu, cuma dua daerah yang berstatus zona kuning atau berisiko rendah penyebaran virus. Sementara 14 daerah berstatus zona orange yang berisiko sedang penyebaran virus, dan tiga daerah berstatus zona merah atau berisiko tinggi penyebaran virus. Dengan kata lain, saat ini seluruh daerah sangat rawan dalam penyebaran virus.

Akibat penyebaran virus korona yang semakin massif ini, membuat sejumlah daerah telah mengeluarkan kebijakan baru. Di antaranya, melarang diadakannya pesta pernikahan. Hal itu telah dilakukan Pemko Pariaman, Pemko Padang, Pemkab Agam dan lainnya.

Jasman mengakui bahwa penyebaran Covid-19 di kabupaten/ kota terus mengalami peningkatan. Saat ini, Padang masih menjadi daerah terbanyak penyumbang kasus positif baru dan menjadi daerah dengan status zona merah. Disusul dengan dua daerah lainnya yakni Kota Sawahlunto dan Kota Pariaman.

Ia menambahkan, lemahnya kesadaran masyarakat untuk patuh protokol kesehatan menjadi salah satu penyebab masifnya penyebaran virus. Pjs Bupati Solok Selatan ini berharap seiring efektifnya penegakan Perda AKB, penyebaran virus bisa dikendalikan dan masyarakat bisa sadar dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan. ”Pemerintah kabupaten/kota harus gencar mengawal Perda AKB yang sudah mulai diterapkan. Dengan begitu, klaster-klaster baru penyebaran virus bisa dicegah,” harap dia.

Baca Juga:  Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan Harus Sejalan

Liburkan Staf Administrasi
Unit Pembangkitan (UPK) PLN (Persero) Teluk Sirih terpaksa meliburkan staf administrasinya sampai 25 Oktober mendatang. Setidaknya lebih dari 70 staf administrasi BUMN yang terletak di Bungus Teluk Kabung (Bungtekab) itu, terkonfirmasi positif Covid-19.

”Karena banyak karyawan kami yang positif termasuk anak-anak di bagian outsouching, maka pihak perusahaan memutuskan untuk meliburkan karyawan di bagian kantor hingga dua minggu ke depan,” kata Manager Bagian Keuangan, SDM dan Adminstrasi (KSA) PT PLN (Persero) UPK Teluk Sirih, Benny Frima kepada Padang Ekspres, kemarin.

Meski demikian, pihaknya memastikan, kebijakan itu bukan berarti menghentikan operasional perusahaan. Karena untuk karyawan yang bekerja di bagian produksi, tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Disebutkannya, tiga hari belakangan ini banyak karyawan demam yang dugaan awal hanya akibat perubahan cuaca. Namun, ada informasi seorang orang karyawannya meninggal dunia. Dan setelah hasil tes swab keluar, karyawan yang berdomisili di Belimbing, Padang tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Atas kejadian itu, pihak perusahaan bekerja sama dengan RS Semen Padang Hospital (SPH) dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Padang mengambil inisiatif melakukan tes swab massal dua hari terakhir.

Dari hasil tes swab tersebut, ada sekitar 70 karyawan dinyatakan positif sampai kemarin. Sehingga, pihak perusahaan langsung mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan karyawan terutama mereka yang bekerja di bagian administrasi.

Kebijakan ini sekaligus untuk melakukan isolasi mandiri terhadap karyawan yang positif di rumah mereka masing-masing. Isolasi mandiri ini dilakukan karena penuhnya rumah sakit rujukan Covid-19 di Padang.

”Ada sekitar 2 orang yang isolasi di RS Unand, dan beberapa orang di RS SPH. Sisanya diisolasi mandiri di rumah mereka masing-masing dengan protokol kesehatan Covid-19. Untuk tes swab ini masih akan berlanjut hari ini,” kata Ketua CSR PLN UPK Teluk Sirih tersebut.

Untuk total karyawan secara keseluruhan berjumlah sebanyak 128 orang terdiri dari berbagai unit kerja seperti administrasi, produksi, serta outsourching dan tenaga alih daya. Di mana untuk tenaga alih daya outsourching sebagian juga diminta untuk melakukan tes swab di puskesmas tempat tinggal mereka masing-masing. (wil/zul)