Kluster Pasar Raya Padang Paling Mendominasi

Covid-19. (Foto: INTERNET)

Grafik penambahan kasus terpapar virus korona (Covid-19) di Sumbar masih belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir.

Kemarin (15/5/2020), tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar menginformasikan terjadi penambahan kasus positif virus korona sebanyak 22 kasus.

Total hingga kemarin (15/5/2020) angka kasus positif Covid-19 di Sumbar mencapai 393 kasus. Pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali uji swab bertambah 2 orang atau menjadi 88 orang sembuh.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, penambahan sebanyak 22 kasus tersebut terdiri dari; 19 orang asal Padang, Bukittinggi 2 orang dan Padangpanjang 1 orang.

Khusus Padang terdiri dari, pria 52 tahun warga Lubuakbuayo, pekerjaan pedagang, terinfeksi kluster Pasar Raya Padang, penanganan isolasi mandiri sementara. Wanita 13 tahun, warga Balaigadang, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, isolasi mandiri sementara.

Wanita 39 tahun, warga Bandabuek, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, isolasi mandiri sementara. Pria 25 tahun, warga Lubuakminturun, pekerjaan Polri, diduga terpapar dari pekerjaan, isolasi mandiri sementara. Pria 46 tahun, warga Dadok Tunggulhitam, pekerjaan pedagang, terinfeksi kluster Pasar Raya Padang, isolasi mandiri sementara.

Pria 54 tahun, warga Padangpasir, pekerjaan pedagang, terinfeksi kluster Pasar Raya Padang, isolasi mandiri sementara. Pria 51 tahun, warga Kalumbuak, pedagang, terinfeksi kluster Pasar Raya Padang, isolasi mandiri sementara.

Wanita 60 tahun, warga Pagambiran, pedagang, terinfeksi kluster Pasar Raya Padang, isolasi mandiri sementara. Pria 50 tahun, warga Koronggadang, pedagang, terinfeksi kluster Pasar Raya Padang, isolasi mandiri sementara.

Wanita 19 tahun, warga Flamboyan, karyawan toko, terinfeksi kluster Pasar Raya Padang, isolasi mandiri sementara. Wanita 59 tahun, warga Flamboyan, pedagang, terinfeksi kluster Pasar Raya Padang, penanganan isolasi mandiri sementara. Wanita 52 tahun, warga Flamboyan, pekerjaan pedagang, terinfeksi karena sebagai pedagang Pasar Raya Padang, penanganan isolasi mandiri sementara.

Wanita 20 tahun, warga Flamboyan, pekerjaan karyawan toko, terinfeksi karena sebagai karyawan toko di Pasar Raya Padang, penanganan isolasi mandiri sementara. Pria 49 tahun warga Tanah Sirah pekerjaan pedagang, terinfeksi karena sebagai pedagang Pasar Raya Padang, penanganan isolasi mandiri sementara.

Wanita 54 tahun, warga Banuaran, pedagang, terinfeksi kluster Pasar Raya Padang, isolasi mandiri sementara. Wanita 27 tahun, Pauah, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, isolasi mandiri sementara.

Wanita 49 tahun, warga Ulakkarang, status IRT, diduga terpapar dari adik kandung kluster di Pasar Raya Padang, isolasi mandiri sementara. Pria 57 tahun, warga Alai Parak Kopi, pedagang, terinfeksi kluster Pasar Raya Padang, isolasi mandiri sementara. Pria 25 tahun, warga Veteran, pedagang, terinfeksi kluster Pasar Raya Padang, isolasi mandiri sementara.

Kota Bukittinggi yakni pria 28 tahun warga Kabunpulasan, karyawan hotel, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, isolasi mandiri sementara. Pria 58 tahun, warga Tangahjua, tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

Sedangkan Padangpanjang yaitu wanita 24 tahun, warga Kampuangmanggih, Satpol PP, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, isolasi mandiri sementara. Untuk pasien sembuh bertambah dua orang dengan rincian; pria 30 tahun, warga Pauah Padang, pegawai BUMN, pasien RS Unand. Dan, pria 60 tahun, warga Padangtarok Kabupaten Agam, sopir angkot, pasien RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi.

”Dengan demikian total yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Sumbar sampai hari ini (kemarin, red) 393 orang. Dengan rincian, 136 orang dirawat di berbagai rumah sakit, isolasi mandiri 80 orang, Bapelkes 16 orang dan di BPSDM 52 orang, meninggal 21 orang dan sembuh 88 orang,’ ungkap Jasman.

Sementara total orang dalam pemantauan (ODP), sambungnya, 8.875 orang. Proses pemantauan 276 orang, dengan rincian karantina pemda 31 orang dan 245 orang isolasi mandiri. Selesai pemantauan 8.599 orang.

”Pasien dalam pengawasan (PDP) 685 orang. Dari 685 PDP tersebut, 42 orang masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil labor. Dinyatakan negatif, pulang dan sehat sebanyak 643 orang,” tukas Jasman. (i)