45 Ribu Jamaah Haji Sudah di Mina

13
PROKES KETAT: Para jamaah calon haji berjalan mengitari Kakbah dengan mengikuti garis yang sudah ditentukan, kemarin (18/7). Sama seperti tahun lalu, semua tahapan haji dilaksanakan dengan prokes ketat.(DAILYMAIL.CO.UK)

Setelah melaksanakan tawaf, jamaah haji bersiap untuk melakukan wukuf hari ini. Dan, seperti juga tahun lalu, semua tahapan haji tahun ini dihelat dengan protokol kesehatan ketat.

Saat tawaf Sabtu (17/7), misalnya, para jamaah berjalan mengikuti garis yang sudah dibuat di lantai. Tiap orang berjalan dengan jarak sekitar 1 meter dan wajib memakai masker.

Karena penularan yang belum terkendali, pemerintah Arab Saudi belum mengizinkan penyelenggaraan haji dengan kuota penuh. Hanya ada 60 ribu penduduk Saudi dan ekspatriat yang diizinkan untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Itu pun dengan syarat dan protokol kesehatan yang ketat.

”Tim kesehatan publik selalu memonitor kondisi kesehatan jamaah begitu mereka tiba di Makkah. Mereka yang positif Covid-19 akan langsung diisolasi,” ujar Direktur Departemen Haji dan Umrah Kementerian Kesehatan Arab Saudi Sari Asiri.


Mereka yang beruntung melaksanakan haji tahun ini dipilih melalui seleksi penerimaan online. Ada 558 ribu orang yang mengajukan. Mereka yang lolos syaratnya adalah sudah divaksin penuh, berusia 18–65 tahun, dan tidak memiliki penyakit kronis. Jumlah jamaah tahun ini jauh lebih banyak daripada tahun lalu yang hanya seribu orang.

Baca Juga:  Konversi Bank Nagari Ditunda!

”Alhamdulillah, pengajuan saya diterima meski saya tidak yakin sebelumnya karena jumlah kuota jamaah yang sedikit,’’ ujar Abdulaziz bin Mahmoud, warga Saudi yang masih berusia 18 tahun.

Pada 2019 sebelum virus SARS-CoV-2 menyerang, total jamaah haji mencapai 2.489.406 orang. Perinciannya, 1.104.172 jamaah perempuan dan 1.385.234 laki-laki. Sebanyak 74,5 persen jamaah berasal dari luar negeri. Sisanya jamaah domestik. Tahun ini pemerintah Arab Saudi tidak menerima jamaah dari luar negeri sama sekali.

”Jamaah perempuan yang ikut haji tahun ini naik 40 persen,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdelfattah bin Suleiman Mashat kemarin (18/7) kepada Agence France-Presse.

Dia menyatakan bahwa 46 ribu jamaah sudah tiba di Mina untuk melempar jumrah. Ritual itu beberapa kali berujung tragedi karena orang-orang berdesakan dan akhirnya terinjak.
Yang terakhir adalah insiden 2015 ketika lebih dari 2 ribu orang meninggal.

Namun, versi pemerintah Arab Saudi, korban tewas hanya 769 orang. Mayoritas korban berasal dari Iran. Itu sempat membuat hubungan Saudi dan Iran kian panas. (sha/c19/ttg/jpg)