5 Kecamatan di Agam Dihantam Longsor dan Banjir Bandang

40
Banjir bandang terjadi di Agam dipicu hujan lebat sejak Minggu hingga Senin.

Di Agam, lima kecamatan sekaligus dihantam longsor dan banjir bandang. Bencana berdampak masif itu dipicu hujan lebat yang turun sejak Minggu, (21/6/2020).

Kalaksa BPBD Sumbar, Erman Rahman, menyebut lima kecamatan yang dilanda bencana itu; Tanjung Raya, Ampek Nagari, Malalak, Palembayan, dan Matur.

Di Tanjung Raya, longsor terjadi di Jorong Muko Jalan, Nagari Tanjung Sani, Minggu (21/6/2020) pukul 18.15 WIB. Material longsor menghantam tiga rumah, satu mushala dan jembatan putus.

“Longsor juga menyebabkan tertutupnya akses jalan akibat  material lumpur, batu dan kayu. Penanganan longsor di kecamatan ini dilakukan Senin (22/6/2020) dengan membersihkan material lumpur dengan alat berat,” ujar Erman.

Ampek Nagari Banjir Bandang

Di Kecamatan Ampek Nagari, hujan lebat mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Jorong Kampung Melayu Nagari Sitalang, pukul 18.00 WIB.

Akibat yang ditimbulkan dari banjir bandang tersebut putusnya jembatan darurat dan terjebaknya lima warga oleh air bah.

“Saat ini telah di evakuasi den telah kembali ke rumah dengan selamat,” ungkap Erman.

Di Kecamatan Malalak, longsor susulan di Batu Apik Nagari Malalak Utara. Longsor membawa material lumpur dan batuan yg menutupi badan jalan, sehingga tidak bisa dilalui.

“Karena curah hujan masih tinggi, maka untuk keselamatan pengendara sementara, jalan ditutup. Untuk penanganan telah dikoordinasikan dengan Dinas PUPR Provinsi Sumbar,” ujar Erman.

Sementara, di Kecamatan Palembayan, longsor terjadi di Jorong Silungkang Nagari Tigo Koto. Longsor menutupi jalan Provinsi Sumbar sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

“Untuk penanganan dilakukan  gotong royong masyarakat dan menggunakan alat berat yang didatangkan dari Dinas PUPR Provinsi Sumbar,” tambahnya.

Di Kecamatan Matur, longsor mengakibatkan tertutupnya sebagian badan jalan oleh material lumpur sepanjang 6 hingga 7 meter, dengan ketinggian material mencapai 1 meter.

Namun lalulintas kendaraan masih normal mengingat jalan cukup lebar. Untuk penanganan, dilakukan koordinasi dengan  Dinas PUPR Provinsi Sumbar,” tambahnya.

Erman mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengendara agar berhati-hati melewati jalur-jalur perbukitan. (hsn)