Satu Tahun Kepemimpinan Benny Utama, Mengubah Wajah Pasaman

28
VISIONER: Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyerahkan piala dan piagam penghargaan kepada Bupati Benny Utama sebagai kepala daerah peduli penyiaran di Auditorium Gubernuran, kemarin (21/12).(IST)

Masyarakat Kabupaten Pasaman patut berbangga punya kepala daerah yang visioner. Sang Bupati, Benny Utama berhasil membawa Pasaman ke arah yang jauh lebih baik. Di tahun pertama pemerintahannya saat ini, banyak terobosan yang dilakukan.

Bahkan, Benny Utama mampu membawa Kabupaten Pasaman dari daerah berkembang menjadi daerah maju. Keberhasilan itu diganjar penghargaan karena penilaiannya langsung dilakukan oleh kementerian.

Penghargaan yang diterima Bupati Benny itu berkaitan dengan keberhasilannya meningkatkan status Kabupaten Pasaman dari berkembang menjadi maju. Perubahan status Kabupaten Pasaman tersebut dilihat berdasarkan klasifikasi Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2021.

Selama ini IDM dikenal sebagai program pendataan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam bentuk indeks komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yakni indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi dan indeks ketahanan ekologi/lingkungan.

Selanjutnya IDM digunakan untuk memantau perkembangan suatu desa ataupun nagari dalam menuju kemandirian berdasarkan implementasi Undang-Undang Desa. Berdasarkan pantauan tersebut nantinya desa maupun nagari diklasifikasikan dalam tingkatan yang berbeda yakni mandiri, maju, berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal.

Dengan begitu dapat ditarik kesimpulan bahwa di Kabupaten Pasaman sudah tidak ada lagi nagari yang tertinggal. Atas pencapaian tersebut, Benny Utama selaku Bupati Pasaman mengaku bangga akan pencapaian tersebut.

”Jadi memang pada 17 Desember lalu kita mendapatkan penghargaan ini dan diserahkan langsung oleh Gubernur kita, Buya Mahyeldi. Kita bersyukur kepada Allah karena Pasaman bisa meningkat selangkah dari berkembang menjadi maju. Tentu saja ini telah melalui proses yang ketat, mengingat penilaiannya dari kementerian,” jelasnya, kemarin (21/12).

Penghargaan ini adalah bukti nyata hasil dari kerja keras yang berkesinambungan. Ia akan menjadikan penghargaan tersebut sebagai motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah maupun masyarakat Pasaman menjadi lebih baik lagi ke depannya.

”Saya masih ingat betul bahwa Pasaman pada tahun 2010 atau 2011 baru lepas dari daerah tertinggal dan menjadi berkembang, dan sekarang sudah menjadi daerah maju. Ini bukan proses sehari dua hari saja, melainkan melalui perjuangan yang sangat panjang. Ini membuktikan bahwa di Pasaman ada kesinambungan dalam pembangunan,” ujar Benny menjelaskan.

Mantan jaksa ini tak ingin kemajuan Pasaman hanya sebatas pada penghargaan saja. Ia akan berjuang untuk memastikan semua masyarakat menikmati status kemajuan tersebut.

”Ke depannya maju ini seperti apa? bagaimana tingkat pendidikan, akses masyarakat dan lain sebagainya. Ini akan menjadi tantangan dan kita akan belajar dan berusaha kembali untuk memajukan Pasaman dalam artian maju yang sesungguhnya seperti yang tertuang pada visi misi kita,” jelasnya.

Untuk penghargaan selanjutnya, Benny Utama dinobatkan sebagai kepala daerah peduli penyiaran oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar. Penghargaan tersebut diserahkan melalui Gubernur Mahyeldi bertempat di Auditorium Gubernuran, kemarin (21/12).

Baca Juga:  Pedagang Perlu Ruang Berdiskusi Dengan Bupati

”Mudah-mudahan penghargaan yang diberikan oleh KPID kepada Bupati Pasaman ini menjadi motivasi bagi kepala daerah lain dan lembaga penyiaran itu sendiri. Tentunya, untuk bisa menghadirkan konten yang lebih berkualitas dan lebih baik. Sehingga, dapat mengedukasi dan meningkatkan peran masyarakat,” ucap Mahyeldi.

Ketua KPID Sumbar Afriendi Sikumbang mengatakan bahwa Benny Utama satu-satunya kepala daerah yang meraih penghargaan tersebut pada tahun ini. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi Benny dalam membangun penyiaran lokal.

”Pasaman sedang melahirkan lembaga penyiaran lokal yakni radio. Dengan dukungan kepala daerah, kini sudah ada perdanya dan sudah on air dalam beberapa tahun sebelumnya. Namun memang sebelumnya belum ada izin, sekarang sudah ada dan sedang diproses. Insya Allah tahun ini siap untuk mengudara, bisa mengedukasi dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Termasuk, juga menjadi corong untuk komunikasi publik dengan pemerintah terhadap pembangunan di Pasaman,” jelas Afriendi.

Benny yang memperoleh penghargaan tersebut menyebutkan hal itu sebagai sebuah tanggung jawab. Penghargaan yang telah diraih memiliki beban moral bagaimana pemerintah Pasaman untuk selalu mampu terdepan dan terbuka terhadap media dan dunia digitalisasi.

”Ini akan menjadi motivasi untuk lebih terbuka lagi dalam segala hal kepada media dan masyarakat secara umum, karena di era digital sekarang ini tidak ada pilihan bagi pemerintah kecuali melakukan keterbukaan untuk semua pihak. Dengan keterbukaan ini, kita berharap ada umpan balik yang bisa kita terima agar bisa memberikan masukan kepada pemerintah. Tentu ini bisa menjadi modal agar pemerintah bisa lebih baik lagi untuk ke depannya,” ungkapnya.

Untuk pengembangan media lokal yang dirintis Pemkab Pasaman, Benny mengatakan, tak usah ragu terkait dana pengembangan. Bagaimanapun ia akan mengupayakan agar segala sesuatu hal yang perlu diketahui masyarakat dapat tersampaikan sebagaimana mestinya.

”Kita berbenah agar radio kembali berjalan, kita bersungguh-sungguh untuk mengatasi hal ini mengingat kemarin terkendala perizinannya. Insya Allah, 2022 radio kita ini kembali mengudara untuk memberikan informasi kepada masyarakat Pasaman maupun kabupaten tetangga. Untuk anggaran tidak perlu untuk dipikirkan, kalau ada hal-hal yang perlu dari saya, saya akan memberikan dukungan.

Intinya, informasi ini penting disampaikan kepada masyarakat. Kita butuh masukan, tapi kalau tidak ada informasi yang tersampaikan kepada masyarakat bagaimana mereka bisa memberikan masukan kepada kita. Umpan balik seperti itu lah yang kita tunggu dan kita harapkan,” tutupnya. (cr3)