Mantan Menkeu Diperiksa KPK

15
Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/6). (net)

Skandal korupsi pengadaan mega proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) terus bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemarin (25/6), komisi antirasuah itu memeriksa mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama (Dirut) PT Sandipala Arthapura Paulus Tannos.

Usai diperiksa, Agus menjelaskan dirinya diperiksa seputar proses penganggaran KTP-el di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan hubungannya dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Komisi 2 DPR. Pemeriksaan Agus sebagai saksi dalam perkara ini juga pernah dilakukan KPK pada 17 Mei tahun lalu. “Kurang lebih yang ditanyakan (penyidik) sama,” jelasnya usai diperiksa.

Secara umum, Agus menyebut keterangan yang disampaikan kepada penyidik terkait kontrak multiyears KTP-el. Proyek tahun anggaran 2011-2013 yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun itu, kata Agus, sebetulnya bukan anggaran multiyears. “Multiyears contract itu sebetulnya hanya permohonan izin dari Kemendagri bahwa mereka akan mengerjakan proyek yang dalam pelaksanaannya perlu waktu lebih dari satu tahun,” jelasnya.

Pernohonan multiyears itu juga harus diajukan kepada Kemenkeu. Kementerian itu me-review dan menyetujui permohonan tersebut. “Artinya kalau mereka mau melaksanakan project itu, bisa dilakukan lebih dari 12 bulan,” imbuhnya. Dengan demikian, Kemendagri tidak perlu melakukan lelang di tahun berikutnya. “Karena sudah ada persetujuan multiyears contract,” papar eks Gubernur Bank Indonesia (BI) itu.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menambahkan pemanggilan Agus itu sejauh ini untuk pemeriksaan saksi. Saat ini, KPK tengah menangani penyidikan perkara KTP-el dengan tersangka Paulus Tannos. “Terkait kasus KTP-el, (Agus Martowardojo diperiksa) saksi untuk PST (Paulus Tannos) dan kawan-kawan,” ujarnya. (tyo/jpg)