BIN Sebut KKB Separatis-Teroris

31
Presiden Jokowi menyampaikan dukacita mendalam atas atas gugurnya Kabinda Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya, dalam kontak senjata dengan KKB di Papua. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kontak tembak antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan aparat keamanan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua disikapi keras oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto menyebut KKB sebagai Kelompok Separatis dan Teroris (KST). Dia menyatakan bahwa Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha merupakan korban aksi keji kelompok itu.

Berdasar informasi yang diterima oleh Wawan, Danny dan rombongan tengah melaksanakan tugas di Papua. Kepala BIN daerah Papua tersebut diberi tugas untuk melakukan observasi pasca aksi KKB di Distrik Beoga.

”Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua melakukan penghadangan dan penyerangan terhadap rombongan kabinda,” ungkap dia kemarin (26/4). Akibatnya, kontak tembak tidak terhindarkan.

Nahas, Danny menjadi korban. Dia gugur setelah peluru yang dilesakkan oleh KKB melumpuhkannya hingga mengembuskan napas terakhir. ”Gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa,” kata Wawan. Padahal, dia menyebut, BIN datang ke sana demi kebaikan masyarakat. Kedatangan mereka merupakan bagian dari upaya pemulihan atas tindakan KKB yang sudah meresahkan dan mengancam keselamatan masyarakat.

Danny datang langsung ke sana untuk memastikan masyarakat dalam keadaan baik-baik saja. Juga, untuk memuluskan strategi pemulihan yang perlu dilakukan. ”Kunjungan pimpinan tertinggi BIN Papua di lapangan juga sebagai upaya untuk meningkatkan moril dan semangat kepada masyarakat yang selama ini terganggu oleh kekejaman dan kebiadaban KST Papua,” beber Wawan.

Selain evakuasi dan mengurus pemakanan Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, pihaknya juga terus mengupayakan langkah lebih strategis untuk menangkap seluruh anggota KKB. ”BIN terus meningkatkan deteksi dini dan cegah dini terhadap KST Papua,” ujarnya. Sebelum tugas di Papua, Danny pernah berdinas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Dia dikenal sebagai salah seorang perwira TNI berprestasi.

Mewakili menteri pertahanan (menhan), Juru Bicara Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak turut menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha. ”Semasa hidupnya, almarhum adalah pribadi yang pemberani, berjiwa patriot, dan rela berkorban demi mengemban tugas apapun yang dipercayakan negara,” tutur Dahnil.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani ikut berbelasungkawa atas gugurnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Nugraha Karya setelah terlibat kontak tembak dengan KKB di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Puan meminta pemerintah, TNI dan Polri melindungi masyarakat, mengidentifikasi masalah secara utuh untuk mengetahui pemicu aktivitas KKB dan menentukan solusi untuk menuntaskanya.

Menurut dia, koordinasi harus diperkuat, termasuk komunikasi dengan masyarakat untuk menyelesaikan konflik di sana. ”Dan semoga tidak berulang menimbulkan korban jiwa,” terang politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu kemarin.

Puan menyatakan, untuk menyelesaikan konflik harus dilakukan identifikasi utuh dan mendalam agar diketahui pemicu dan motivasi KKB melakukan serangan dan mengancam keselamatan warga. Koordinasi juga harus dilakukan TNI-Polri bersama pemerintah daerah, pemuka agama, tokoh adat atau masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

Komunikasi dengan masyarakat harus terus dibangun, agar biaa mengambil hati masyarakat, karena dia yakin masalah KKB di Papua hanya bisa diselesaikan dengan dukungan besar dari masyarakat. ”Dari saudara-saudara kita di sana,” ungkap warga kehormatan BIN itu.

Walaupun demikian, lanjut Puan, penegakan hukum tetap harus dilaksanakan terhadap siapapun yang terbukti bersalah, apalagi terbukti melakukan tindak kekerasan bersenjata yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Menurut dia, keselamatan dan keamanan warga harus menjadi prioritas utama. Warga harus diselamatkan dari aksi KKB. Untuk itu penegakan hukum menjadi bagian penting untuk menyelesaikan masalah tersebut. ”Pendekatan hukum dan keamanan harus dibarengi pendekatan kesejahteraan,” mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu. (lum/syn/jpg)

Previous articleMasjid Tuo Kayujao, Berusia Ratusan Tahun, Keunikan tetap Dijaga
Next articlePPKM Mikro dan Kecepatan Vaksinasi Hambat Laju Kasus