Ibu Hamil Positif, Puluhan Medis Dikarantina

Covid-19. (Foto: INTERNET)

Seorang pasien persalinan di RSUD Padanganjang yang dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, dinyatakan positif Covid-19. Hal ini membuat membuat warga Padangpanjang Batipuh dan X Koto (Pabasko). Pasalnya, bersangkutan pernah mendapatkan layanan kesehatan di beberapa layanan medis di Padangpanjang.

Ketua Bidang Penanganan pada Satgas Percepatan Penanganan Virus Corona (PPVC) Padangpanjang, Nuryanuar membenarkan informasi tersebut usai menerima keterangan dari Direktur Rumah Sakit dr Ardoni dan Ketua Satgas RSUD Padangpanjang, dr Yenni Mukhtar.

Pasien berinisial NS, 29, asal Nagari Panyalaian tersebut dikatakannya sebelum dirawat di RSUD Padangpanjang, pernah mendapat layanan medis di tempat lain. Termasuk beberapa kali berkunjung ke IGD RSUD Padangpanjang, hingga terakhir dirawat dengan kehamilan 35-36 minggu.

Berdasarkan keterangan dokter yang merawat, karena kondisinya pasien harus dirujuk ke RSUP M Djamil Padang untuk proses persalinan. Pasien terkait dirujuk persalinannya, dikarenakan saat di RSUD Padangpanjang diketahui mengalami gejala gangguan pernafasan.

”Diketahuinya hasil swab tersebut, setelah melangambil langkah tracking layanan medis, tercatat sebanyak 40 petugas di RSUD dan 10-15 petugas pusksmas harus dilakukan karantina mandiri sampai menjalani tes swab. Mereka saat ini kita tetapkan bersatutus sebagai orang tanpa gejala (OTG), sambil menunggu hasil tes swab nantinya,” ujar Nuryanuar didampingi Juru Bicara (Jubir) PPVC Padagpanjang, Ampera Salim.

Berkaitan dengan kondisi pelayanan saat ini, Nuryanuar menyampaikan bahwa puskesmas tetap berikan layanan. Namun untuk penanganan di rumah sakit, pada sarana IGD dilakukan sterilisasi total dan pelayanan harus ditutup selama satu hari. Selain itu, juga dilakukan tracking daftar pasien yang mendatangi RSUD dan puskesmas pada saat bersamaan pasien positif Covid-19.

”Namun untuk tracking keluarga pasien tersebut, belum dilakukan jajaran PPVC Padangpanjang. Termasuk, mendata keluarga pasien yang beraktivitas di Padangpanjang sebagai pedagang harian di pasar pusat kota sejuk itu,” jawab Nuryanuar yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padangpanjang itu.

Sementara itu Jubir PPVC Padangpanjang, Ampera Salim menyampaikan penjelasan tertulis Direktur RSUD Kota Padangpanjang tentang riwayat kunjungan pasien NS sebelum dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

Kunjungan pertama pada 19 April 2020 dengan keluhan demam, batuk dan mual, terhadap pasien dilakukan pemeriksaan dan ditegakkan diagnosa sebagai pasien dengan kehamilan pertama usia 34-35 minggu dan didiagnosa tipus dan ISPA. Terhadap pasien telah dilakukan tindakan injeksi dan obserbvasi, pasien di pulangkan setelah mengalami perbaikan dengan memberikan pengobatan oral di rumah.

Kunjungan kedua pada tanggal 22 April 2020 dengan keluhan lemas riwayat demam (+) nyeri sendi dan batuk kering dengan bercak darah. Dilakukan pemeriksaan darah lengkap dengan hasil dalam batas normal. Dilakukan Rapid Tes dengan hasil negatif. Telah di observasi keluhan berkurang pasien di pulangkan. Pasien belum dilakukan Rongent dengan pertimbangan hamil 34 Minggu tidak ditemukan gejala sesak nafas, dan hasil rapid test negatif.

Kunjungan ke tiga pada tanggal 23 April 2020 ke Poliklinik Kebidanan disuruh langsung ke IGD dengan alasan riwayat perjalanan dari Jakarta 2 bulan lalu., pasien datang dengan batuk kering, nyeri tenggorokan, mual (+) muntah (+) sesak nafas (-) suhu 36,7 ºC. Hasil pemeriksaan jantung dan paru secara klinis tidak ditemukan gejala sesak nafas, dilakukan pemeriksaan rapid test ke 2 dengan hasil negatif.

”Pasien diobservasi dan dikonsulkan ke dokter spesialis kebidanan. Belum ditemukan tanda-tanda persalinan (belum ada his), sehingga pasien dipulangkan dengan obat yang diberikan oleh dokter Spesialis kebidanan,” ucap Ampera.

Kemudian kunjungan pasien keempat kalinya pada 24 April 2020 dengan keluhan nyeri pinggang menjalar ke ari-ari, keluar lendir bercampur darah, suhu 37,5 ºC. Terhadap pasien dilakukan pemeriksaan labor lengkap dan pemeriksaan rongent. Saat itu persiapan persalinan pasien di ruang isolasi dengan status PDP, sambil menunggu konfirmasi rujukan ke RSUP M Djamil Padang melalui SISRUT (Sistem Rujukan Terintegrasi ) Online.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Satgas RSUD Kota Padangpanjang dr Yenny Muchtar SpP mengatakan bahwa pasien Covid-19 akan memunculkan gejala klinis berbeda-beda pada tiap-tiap individu dengan menunjukan tahapan-tahapan gejala paru yang berbeda-beda pula. Pada pasien ini sampai kunjungan ketiga belum ditemukan gejala-gejala paru yang khas oleh dokter jaga IGD ditambah dengan hasil rapid test negatif.

”Hal ini didukung pula oleh riwayat perjalanan pasien dari Jakarta sejak 2 bulan lalu, sedangkan suami pasien dengan riwayat perjalanan 1 bulan lalu. Rapid test tiga kali berturut-turut menunjukan hasil negatif. Secara teori dikatakan 80 persen pasien Covid-19 tidak menimbulkan gejala klinis,” ungkap Yenny.

Bertambah 19 Kasus
Penambahan kasus positif Covid-19 sehari kemarin (27/4), menunjukkan kasus tertinggi dengan bertambah 19 kasus atau totlanya 121 kasus. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal melalui keterangan resmi yang diterima Padang Ekspres kemarin, 14 orang dari 19 orang pasien baru positif terinfeksi Covid-19 itu warga Padang. Sisanya, empat orang warga Dharmasraya, dan satu orang warga Tanahdatar.

Tiga dari 14 orang pasien positif asal Padang pelajar. Yakni, seorang perempuan 19 tahun alamat Ampang Padang. Terpapar, Covid-19 dari orang yang sebelumnya telah terinfeksi dan sekarang dirawat di RS Semen Padang Hospital (SPH).

”Dua pelajar lainnya, perempuan 22 tahun alamat Ampang Padang dan perempuan usia 11 tahun, alamat Lubukbegalung Padang. Keduanya terinfeksi karena kontak dengan warga yang telah terkonfirmasi positif sebelumnya dan dirawat di rumah sakit Semen Padang,” kata Jasman.

Warga Padang yang terkonfirmasi Covid-19 lainnya yakni, seorang PNS berjenis kelamin wanita usia 45 tahun warga Parakkarakah. Yang bersangkutan terinfeksi karena kontak dengan rekan kerja di Pagambiran dan saat ini dirawat di RS SPH.

Lalu, seorang wiraswasta berjenis kelamin wanita 57 tahun, asal Ampang Padang. Terinfeksi dari orang yang sebelumnya juga telah dinyatakan terinfeksi positif Covid-19 dan kini dirawat di RS SPH. Wanita 60 tahun, alamat di Ampang Padang. Ibu rumah tangga yang terinfeksi karena kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif. Dirawat di RS SPH.

Selanjutnya, wanita 53 tahun, alamat di Banuaran Padang. ASN terinfeksi dengan orang yang positif Covid-19. Dirawat di RS SPH. Pria 32 tahun, alamat di Lubuklintah, operator di salah satu SD Lubuklintah. Terinfeksi karena kontak dengan pasien yang telah positif sebelumnya. Dirawat di RS SPH.

Wanita 60 tahun, alamat di Matoaia, ibu rumah tangga. Kontak dengan yang telah terkonfirmasi positif. Dirawat di RS SPH. Pria 41 tahun, tukang pijit, alamat di Kotolalang, Padang. Terinfeksi karena kontak (memijit) dengan pasien positif. Isolasi mandiri di rumah.

”Selanjutnya, pria 59 tahun, warga Ulakkarang, Padang, pasien RS Hermina yang bersangkutan meninggal. Karena penyelenggaraan jenazahnya seperti biasa, maka proses tracking di lokasi tersebut telah dilakukan dan seluruh masyarakat yang pernah melayat, memandikan dan menguburkan jenazahnya, diharapkan mengkarantinakan diri selama 14 hari di rumah masing-masing. Kalau ada gejala kurang sehat, segera melaporkan diri ke petugas dan fasilitas kesehatan terdekat,” imbuh Jasman.

Lebih lanjut, wanita 65 tahun, alamat Kuranji kota Padang, seorang guru, diduga terinfeksi di Jakarta. Almarhumah pulang dari Jakarta sejak 23 April 2020 dan wafat tanggal 26 April 2020 di RS Unand. Pria 49 tahun, alamat Flamboyan Padang, sopir Grab, terpapar karena kontak di atas mobil menbawa penumpang positif Covid-19. Isolasi mandiri di rumah.

”Terakhir wanita 53 tahun, alamat di Taruko, pensiunan tenaga kesehatan. Terinfeksi dari anaknya yang pulang dari Bandung, namun anaknya tidak menunjukkan gejala, karena OTG. Dirawat di RSUD Rasyidin,” terangnya.

Sementara itu pasien baru positif Covid-19 yang berasal dari Dharmasraya antara lain seorang petani berjenis kelamin pria 56 tahun, Kecamatan Tiumang. Terpapar karena ikut acara di Makassar 22 Maret 2020 yang lalu. Isolasi mandiri di rumah. Kemudian, pedagang berjenis kelamin pria usia 51 tahun, alamat di Pulaupunjung. Kasus terpapar di Makassar dan pulang tanggal 22 Maret 2020. Isolasi di rumah. dan seorang pedagang juga berjenis kelamin pria 62 tahun, alamat di Pulaupunjung. Terinfeksi di Makassar. Pulang tanggal 22 Maret 2020. Isolasi mandiri di rumah.

Lainnya, pedagang berjenis kelamin pria 55 tahun, alamat di Pulaupunjung. Pulang dari Makassar 22 Maret 2020. Isolasi di rumah. ”Kabupaten Tanahdatar juga telah mengkonfirmasi adanya satu orang lagi warganya yang positif terinfeksi Covid-19. Yakni, ibu rumah tangga 29 tahun, asal Panyalaian. Diduga ditularkan dari suaminya yang baru pulang dari Jakarta seminggu lalu. Dirawat di RSUP M Djamil Padang,” papar Jasman.

Selain itu, tambah dia, Minggu dan Senin ini (kemarin, red terdapat tiga orang warga Sumbar meninggal karena terinfeksi Covid-19. Di samping itu, tiga orang pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh setelah dilakukan uji swab hidung dan tenggorokan sebanyak dua kali dan hasilnya negatif. Masing-masing warga Pariaman Utara, Tarusan Pessel, dan warga Tarusan, tenaga kesehatan juga. Total yang telah sembuh dari Covid-19 sampai hari ini adalah sebanyak 23 orang. (i/wrd/mal)