Munarman Diduga Terlibat Teroris Condet

95
Munarman ditangkap Densus 88. (IST)

Mantan Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Munarman ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror. Karena ditangkap Densus 88 diduga Munarman tidak terlibat kasus pidana biasa, melainkan kasus tindak pidana terorisme.

Kemungkinan besar Munarman diduga terlibat kasus terorisme Condet dan Bekasi yang disebut kepolisian menyiapkan 100 bom. Dari video yang didapatkan Jawa Pos (grup Padang Ekspres), penangkapan terhadap Munarman terjadi begitu cepat.

Munarman tampak menggunakan baju koko warna putih dengan bawahan loreng. Dia sudah dikepung banyak anggota kepolisian yang menggunakan helm dan rompi atipeluru.
Tangan Munarman tampak dipegang dari belakang oleh setidaknya tiga anggota polisi.

Munarman sempat menyebut bahwa penangkapan ini tidak sesuai dengan hukum. ”Ini harusnya,” ujarnya, tapi saat Munarman bicara langsung direspon oleh anggota. ”Sudahlah nanti saja,” potongnya.

Munarman lalu menyebut masih memakai sandal. Tapi, petugas langsung memerintahkan tetap jalan. ”Langsung saja,” tegasnya. Munarman lalu digelandang masuk ke mobil warna putih. Kembali terdengar suara Munarman yang menyebut petugas jangan sok-sokan. Namun, ditimpali petugas,” kamu yang jangan sok-sokan,” ucapnya dengan keras dan diakhiri dengan umpatan.

Setelah penangkapan tersebut, petugas melakukan penggeledahan di rumahnya di Jalan Petamburan II. Terlihat rumah tersebut sedang di garis polisi dan terdapat petugas bersenjata laras panjang yang berjaga saat penggeledahan.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadan menuturkan bahwa Munarman dibawa ke Polda Metro Jaya dan sedang dilakukan pemeriksaan. Yang melakukan penangkapan dan pemeriksaan adalah Densus 88 Anti Teror. ”Penggeledakan juga Densus,” ujarnya.

Bagian lain, Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan bahwa Munarman diduga menggerakkan dan bermufakat jahat dengan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. Diduga Munarman menyembunyikan informasi terkait tindak terorisme. ”Ya, soal terorisme,” jelas Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono.

Sementara Kuasa Hukum Munarman, Aziz Syamsudin mengatakan bahwa dalam penangkapan itu Munarman sempat melakukan protes. Tapi, justru tidak ditanggapi. ”Itulah malah digelandang begitu,” paparnya.

Menurutnya, petugas tidak perlu melakukan penangkapan terhadap Munarman. Sebab, Munarman bila dipanggil dengan patut pasti akan hadir. ”Ngapain ditangkap segala,” terangnya kepada Jawa Pos kemarin.

Dengan penangkapan yang semacam itu, dia mengaku bahwa sedang mempertimbangkan untuk mengajukan praperadilan. ”Kami pertimbangkan itu, kami sudah mendapatkan surat penangkapannya,” jelasnya.

Baca Juga:  Andre Sarankan Moratorium Kedatangan WNA China saat Larangan Mudik

Pasca penangkapan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, polisi langsung melakukan penggeledahan di eks-Markas FPI di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Polisi pun memasang gatis polisi di eks Markas FPI tersebut. Belasan polisi juga terlihat berjaga disekitaran lokasi.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan sekitar pukul 15.30, Satgas Wilayah Densus 88 DKI Jakarta telah melakukan penangkapan terhadap M (Munarman) di rumahnya di daerah Perumahan Bukit Modern Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

”Penangkapan terkait dengan dugaan keterlibatan saudara M yaitu terkait dengan aksi-aksi teroris yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” kata Ramadhan, kemarin (27/4).

Dikatakan Ramadhan, tim melakukan penggeledahan di kediaman M. Sedangkan tim yang lain juga melakukan penggeledahan di eks-kantor sekretariat di daerah Petamburan atau Markas Front Pembela Islam (FPI). Dimana ormas tersebut sudah dilarang pemerintah.

Dalam penggeledahan di kantor sekretarias ormas terlarang tersebut ditemukan atribut ormas terlarang (FPI), beberapa dokumen yang tentunya akan didalami oleh Densus 88. Kemudian, beberapa tabung yang isinya adalah serbuk yang dimasukkan dalam botol-botol. Serbuk tersebut mengandung nitrat yang sangat tinggi jenis Aseton.

”Serbuk itu akan didalami penyidik. Lalu, ada beberapa botol plastik yang berisi cairan TATP. Ini merupakan aseton yang digunakan untuk bahan peledak yang mirip saat ditemukan di Condet, dan Bekasi beberapa waktu yang lalu. Ini akan didalami oleh Puslabfor tentang isi kandungan cairan tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan Ramadhan, saat ini polisi masih melakukan penggeledahan di Petamburan. Sedangkan M dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. ”Nanti suadara M akan diperiksa dan apa yang ditemukan dari hasil penggeledahan tadi akan dilakukan penelitian, serta penindakan oleh puslabfor,” jelasnya.

Sementara saat ditanya terkait Munarman yang disebut mufakat jahat, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus enggan berkomentar banyak. ”Ini masih didalami nanti akan disampaikan. Nanti akan dilakukan pemeriksaan tim dari Satgas Wilayah Gegana,” jawabnya singkat.

Diketahui, Munarman pada Februari 2021, disebut oleh seorang terduga teroris Ahmad Aulia pernah ikut dalam kegiatan baiat jaringan ISIS di Makassar. Ahmad Aulia pun mengakui telah berbaiat kepada kelompok teroris ISIS pimpinan Abu Bakr Al-Baghdadi. (idr/ygi/jpg)

Previous articleJapnas Sumbar Susun Program Kerja Lima Tahun, Lantik Pengurus Jabat
Next articlePengangkatan KRI Nanggala-402 masih Dikaji