Belum Lima Bulan Tembus 100 Ribu Kasus

ilustrasi. (net)

Bila laporan kasus Covid-19 di Indonesia diibaratkan akun YouTube, maka saat ini sudah mendapatkan plakat silver play button. Catatan kasusnya per kemarin (27/7) sudah menembus angka psikologis 100 ribu. Pemerintah menyatakan belum bisa memprediksi kapan tepatnya puncak pandemi di Indonesia, dan berharap masyarakat lebih patuh pada protokol kesehatan.

Catatan yang dipublikasikan kemarin tepatnya 100.303 kasus positif. Provinsi Jawa Timur terutama Kota Surabaya masih menjadi pemuncak klasemen. Meski pertumbuhan kasus harian Provinsi DKI Jakarta lebih tinggi dari Jawa Timur pada masa 2 minggu terakhir, secara kumulatif Jatim masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 20.812. Sementara DKI Jakarta menempel ketat dengan 19.592 kasus.

Kota Surabaya menyabet 2 gelar yakni, kota dengan kasus kematian tertinggi, yakni 803 kematian, serta dengan laju insidensi masih yang tertinggi, yakni 27,22 per 100 ribu penduduk. Kota Semarang menyusul dengan jumlah kematian yang jauh lebih kecil yakni 289 kematian.

Meski demikian, perkembangan menggembirakan dengan tingkat kesembuhan yang terus meningkat, yakni 58 persen dengan tingkat kematian yang stagnan di angka 4,8 persen. Tingkat kesembuhan tertinggi berada di Jawa Barat sebanyak 406 kasus, diikuti Jawa Timur sebanyak 362 kasus dan ketiga tertinggi ditempati Sulawesi Selatan dengan 132 kasus. Sementara tingkat kesembuhan di DKI Jakarta sebanyak 111 kasus.

“Hari ini bangsa Indonesia mencapai angka yang secara psikologis cukup berarti, yaitu seratus ribu, dan ini mengingatkan semua pihak bahwa Indonesia masih dalam keadaan krisis. Untuk itu kita perlu waspada,” jelas Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito

Berdasarkan total kasus per 1 juta populasi, Indonesia kini menempati ranking global ke-142 dari 215 negara terdampak Covid-19. Khusus di Asia, Indonesia berada di urutan ke 28 dari 49 negara. “Kondisi ini tidak serta merta mengatakan Indonesia aman. Kita tidak boleh lengah dalam menghadapi Covid-19 ini,” ujar Wiku.

Total 53 kabupaten/ kota menjadi zona merah tersebar di 15 provinsi. Pertumbuhan kasus kasus positif ini ditengari berasal dari perkumpulan manusia di tempat-tempat seperti pasar tradisional dan tempat pelelangan ikan (TPI), pesantren, transmisi lokal, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, acara seminar, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, serta perkantoran.

“Mohon kerja sama dari satgas di daerah, agar operator dari para penyelenggara fasilitas ini agar betul-betul dilakukan monitoring dan evaluasi. Andaikata terjadi penambahan kasus, berarti ada yang tidak sempurna dalam pelaksanaannya,” tegas Wiku.

Sementara untuk kasus kematian pasien, data terbaru menyatakan ada penambahan sebanyak 57 kasus, dengan total kumulatif ada 4.838 kasus. Dari jumlah itu persentasenya sebesar 4,8 persen dari total kasus terkonfirmasi. Kasus kematian terbanyak berada di Jawa Timur dengan 19 kasus, Jawa Tengah 10 kasus dan DKI Jakarta 10 kasus.

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa penanganan Covid-19 tidak boleh kendur. Suasana krisis harus tetap diterapkan untuk memacu kinerja. Tentunya tanpa meninggalkan upaya pemulihan ekonomi. “Penanganan kesehatan menjadi prioritas,” ujarnya dalam rapat kabinet terbatas virtual bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan ekonomi Nasional, kemarin (27/7).

Secara khusus, Presiden kembalio mengingatkan prioritas penanganan Covid-19 di delapan provinsi. Masing-masing DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Kalsel, Sulsel, dan Papua. “Karena 8 provinsi ini berkontribusi 74 persen kasus positif yang ada di Indonesia,” lanjut mantan wali kota Solo itu.

Dengan kondisi sekarang, yang juga perlu terus dipacu adalah upaya menurunkan angka kematian serendah mungkin dan menaikkan tingkat kesembuhan sebanyak mungkin. Di samping tentu mengendalikan laju pertumbuhan kasus positif baru. Testing, tracing, dan treatment harus lebih masif dan agresif. Kekurangan mesin PCR maupun APD juga harus segara dipenuhi.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan, beberapa pekan belakangan tren catatan kasus konfirmasi positif memang sudah di atas 1.000 per hari. Bahkan, pernah tembus 2.500 kasus. “Sampai hari ini kita juga belum tahu kapan puncaknya akan tiba,” ujarnya. karena perkembangan kasus di berbagai daerah masih fluktuatif.

Karena itu, semua komponen masyarakat juga harus sadar bahwa Covid-19 adalah ancaman nyata dan berbahaya. Di seluruh dunia, korbannya sudah menembus angka 600 ribu nyawa. Sementara di Indonesia. sudah 4.600 lebih yang meninggal. “Ini (Covid-19) bukan konspirasi, bukan rekayasa,” lanjut perwira TNI berpangkat letnan jenderal itu.

Indonesia sudah pernah terkena wabah flu Spanyol pada 1918. Berdasarkan catatan Michigan University, korban jiwa di pulau Jawa saja sudah mencapai 4 juta orang. saat itu, pemerintah kolonial Belanda melakukan terobosan untuk mengubah perilaku masyarakat. yakni, melalui pendekatan budaya lewat sarana wayang.

Saat ini, masyarakat juga punya tanggung jawab pribadi untuk mencegah penularan Covid-19. Pihaknya beberapa waktu belakangan menyosialisasikan sebuah gerakan mengajak orang lan disiplin. Di mana satu orang diwajibkan mengingatkan minimal dua orang di dekatnya untuk patuh pada protokol kesehatan. Jaga jarak, hindari kerumunan, pakai masker, dan cuci tangan sesering mungkin.

Memang, yang paling sulit adalah menjaga jarak dan menghindari kerumunan, karena itu, masing-masing orang harus saling mengingatkan. Bagaimanapun, Covid-19 belum akan berakhir. Vaksin masih terus diupayakan, namun publik juga masih harus menunggu.
Salah satu potensi klaster penularan saat ini ada di kawasan perkantoran. Di mana tidak sedikit kantor yang sudah memulai kerja secara normal. Saat disinggung mengenai hal itu,

Doni menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengingatkan agar semua perkantoran menerapkan kerja dua sif. Sif pertama pukul 7.00-7.30 sampai 15.00-15.30. sementara sif kedua pukul 10.00-10.30 sampai 18.00-18.30. Harapannya, jumlah karyawan di kantor bisa berkurang 50 persen.

Seluruh pimpinan kantor, baik kementerian/lembaga maupun perusahaan BUMN dan swasta agar lebih perhatian pada karyawan. Mereka yang termasuk kelompok rentan jangan diwajibkan ngantor. Yakni, mereka yang usianya sudah mulai masuk lansia maupun karyawan yang punya penyakit bawaan terkait imun.

Kemarin, Corporate Secretary Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank Agus Windiarto menyatakan ada pegawainya yang positif Covid-19. Seluruh kegiatan operasional di kantor pusat Prosperity Tower, SCBD, lantas ditutup selama 14 hari kerja. Hal tersebut untuk memastikan keamanan dan keselamatan para pegawai lainnya dan semua pihak yang memiliki hubungan kerja dengan LPEI.

“Pegawai yang positif sudah dirawat di rumah sakit rujukan pemerintah atas tanggungan LPEI. Kepada seluruh pegawai lainnya termasuk orang tanpa gejala (OTG) diminta untuk melakukan swab test mandiri,” kata Agus.

Pihaknya juga melakukan desinfeksi di seluruh ruangan kantor, dan akan dilakukan secara rutin dan berkala. Selama kantor lockdown, pegawai LPEI akan melakukan work from home. “Kami sadar, ancaman virus datang dari segala sudut. Oleh sebab itu, manajemen LPEI mengikuti arahan pemerintah untuk sedapat mungkin memutus ranti penyebaran virus,” beber Agus.

Di bagian lain, kantor BCA Prioritas cabang Equity Tower juga ditutup sementara lantaran ada pegawai yang positif Covid-19. “Memang tutup 21 Juli. Tapi, 22 Juli sudah dibuka kembali dan sudah di semprot desinfektan,” ungkap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn mengatakan, pihaknya menerapkan prosedur mitigasi sesuai protokol kesehatan untuk memastikan operasional kantor cabang. Untuk pegawai yang postif Covid-19 sudah ditangani.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan bahwa instansinya bersama Polri melaksanakan perintah presiden. Yakni mengkonsentrasikan personel TNI dan Polri di delapan daerah utama. “Delapan provinsi prioritas yang mengalami lonjakan kasuspositif (Covid-19) sampai 74 persen dari total kasus di Indonesia,” beber Hadi.

Melalui beragam inovasiyang dilakukan, Hadi optimistis tugas itu dapat dilaksanakan. Selain itu,penegakan disiplin protokol kesehatan juga dinilai penting oleh Hadi. Tindakan itu diambil lantaran pihaknya menilai masyarakat belum seluruhnya patuh terhadap protokol kesehatan. “Dari hal sederhana saja yaitu menggunakan masker,” imbuhnya.

Di samping personel di delapan daerah tersebut, seluruh jajaran TNI juga sudah diminta patuh protokol kesehatan. Kemarin, Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI I. N.G. Ariawan datang langsung ke kondisi Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet,Kemayoran, Jakarta Pusat. Ariawan pun menegaskan, agar seluruh petugas di rumahsakit tersebut patuh protokol.

Ariawan mengingatkanbahwa perang melawan Covid-19 belum selesai. Untuk itu, seluruh petugas di RSDCovid-19 Wisma Atlet diharapkan tetap semangat. “Serta maksimalkan pelayanan dansemua kemampuan dukungan, baik sarana dan prasarana kepada semua pasien yangdirawat,” ungkap perwira tinggi bintang tiga itu.

Kepala Pusat KesehatanTNI Mayjen Tugas Ratmono mengakui bahwa jumlah pasien di RSD Covid-19 WismaAtlet terus naik. “Dikarenakan adanya pengecekan dan tes Covid-19 yang dilakukanoleh pemerintah,” beber Tugas. Sampai kemarin, jumlah total pasien RSD Covid-19 Wisma Atlet sebanyak 1.532 orang. Dengan jumlah pasien positif 1.502 orang.

Pengembangan Vaksin Dilakukan Paralel

Segala upaya memerangi pandemi tengah dilakukan. Salah satunya, pengembangan vaksin. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menuturkan, upaya pengembangan vaksin saat ini dilakukan secara paralel. Ada dua cara yang sedang ditempuh, yakni kerja sama dengan luar negeri, dengan memperhatikan kecepatannya. Kedua, pengembangan vaksin mandiri yang saat ini sudah dijalankan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman

Untuk kerja sama dengan luar negeri salah satunya dilakukan oleh Bio Farma dengan Sinovac. Di mana, uji klinis tahap tiga segera dilakukan di Indonesia. Menudut dia, nantinya, jika uji klinis vaksin Sinovac selesai tidak serta merta digunakan. Namun, harus dilihat dulu apakah efektif vaksin tersebut untuk masyarakat Indonesia. Hal ini nanti akan dilihat apakah vaksin Sinovac yang research and development-nya dilakukan di Tiongkok cocok dengan virus yang bertransmisi di Indonesia atau tidak.

“Kalaupun efektif, akan dilihat tingkat keefektifannya berapa persen,” tegasnya. Sehingga, harus diberitahu pada orang yang di vaksin apabila nanti harus revaksinasi kembali.
Pemilihan kerja sama dengan sinovac ini dengan mempertimbangakn informasi dari WHO, yang mana ada tiga grup uang tengah produksi vaksin paling cepat. Yaitu, Sinovac dari RRT, Astra Zeneca dari Inggris, dan Moderna dari Amerika Serikat.

Sementara, lanjut dia, untuk vaksin dalam negeri juga tengah didorong. Ditargerkan, pertengahan tahun depan sudah bisa di produksi missal. “Tentunya sesudah melalui uji klinis terhadap vaksin merah putih karya anak bangsa tersebut,” katanya.

Selain vaksin yang sifatnya pencegahan atau preventive, Tim Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 juga melakukan terobosan inovatif untuk menghasilkan obat dan terapi dalam menanggulangi Covid-19. Antara lain, plasma convalescens atau terapi plasma darah dan menciptakan inovasi alat kesehatan (alkes) seperti ventilator maupun alat skrining dan diagnosis rapid test dan PCR tes kit. (byu/tau/han/syn/mia/jpg)