Kemenkes Jamin Persediaan Obat dan Alkes

15
ilustrasi. (jawapos.com)

Obat dan alat kesehatan merupakan hal yang vital saat pandemi Covid-19. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan obat untuk menangani Covid-19 ke seluruh dinas kesehatan. Untuk alat kesehatan, Kemenkes telah melakukan relaksasi perijinan dengan one day services (ODS).

Terawan menyampaikan, kementeriannya berusaha memenuhi akses obat dan alat kesehatan untuk menghadapi Covid-19. Sampai dengan 21 September lalu, obat telah didistribusikan ke 34 dinkes provinsi dan 746 rumah sakit rujukan Covid-19. ”Diharapkan, stok yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19 secara tepat jumlah dan waktu,” tutur Terawan.

Akhir bulan ini, Kemenkes merencanakan akan mendistribusikan favipavir, remdesivir, dan oseltamivi. Ketiganya merupakan obat untuk penanganan Covid-19. Sementara obat yang sudah ada seperti lopinavir atau ritonavir akan segera ditambah stoknya sesuai dengan kebutuhan.

Kemudian untuk meningkatkan akses alat kesehatan yang diperlukan, Kemenkes memberikan relaksasi perijinan. Dampaknya produsen alat kesehatan terdorong utuk memproduksi. Contohnya, menurut data dari Kemenkes produsen masker meningkat hingga 700 persen. Awalnya hanya 26 industri, lalu pada 21 September menjadi 210 industri yang memproduksi masker.

Tak hanya itu, produsen alat kesehatan yang dibutuhkan saat pandemi lainnya juga tumbuh. Contohnya saja produsen rapid test dan ventilator. Hingga sekarang sudah ada sembilan produk rapid test dan 12 produk ventilator produksi dalam negeri.

Terawan menyatakan bahwa harus ada jaminan mutu produk alat kesehatan di pasaran. Untuk itu telah dilakukan pengawasan post market mulai peninjauan sarana hingga pemantauan iklan. ”Sampai dengan 21 September sudah dilakukan inspeksi ke sarana, sampling, dan uji lab terhadap 81 produk APD, serta pengawasan 1163 link iklan,” ungkapnya.

Untuk pengembangan vaksin Covid-19, pemerintah membuat dua strategi. Melalui kolaborasi dalam negeri dan kolaborasi internasional. Untuk Kolaborasi dalam negeri telah dibentuk konsorsium vaksin Covid-19. Target pelaksanaan uji klinis pada Semester II tahun depan.

”Kementerian Kesehatan telah menyusun draft roadmap rencana nasional pelaksanaan pemberian imunisasi Covid-19,” ujarnya. Lebih lanjut Terawan menjelaskan, dalam pedoman tersebut juga diatur terkait pelaksanaan pemberian imunisasi. Selain itu juga tahapan pelaksanaan pemberian imunisasi Covid-19. Meski demikian pedoman ini masih dalam tahapan pengembangan.

Tambah Tower Wisma Atlet
Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta Pusat terus bertambah. Berdasar data terakhir dari Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, sampai kemarin (27/9) jumlah total pasien di rumah sakit tersebut nyaris menyentuh angka lima ribu. Tepatnya 4.861 pasien. Angka tersebut sudah termasuk pasien yang menjalani isolasi mandiri di tower empat dan lima.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel (Mar) Aris Mudian. ”Pasien rawat inap terkonfirmasi positif (Covid-19) di tower enam dan tujuh sebanyak 2.611,” terang dia kepada awak media, kemarin. Angka itu lebih tinggi ketimbang jumlah pasien sehari sebelumnya (26/9) pada angka 2.553 orang. Sementara yang melaksanakan prosedur isolasi mandiri di tower empat dan lima sebanyak 2.250 orang.

Pertumbuhan jumlah pasien di RSD Wisma Atlet sudah diantisipasi oleh pengelola rumah sakit tersebut. Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan satu tower tambahan. ”Kami siapkan tower delapan untuk isolasi mandiri sebagai pengembangan dari kapasitas RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet,” ungkapnya.

Kepala Staf Kodam Jaya/Jayakarta Brigjen TNI M Saleh memastikan, tower delapan sudah siap seratus persen untuk digunakan. Total ada 1.548 tempat tidur yang sudah siap. Serupa dengan tower empat dan lima, tower delapan juga diprioritaskan untuk isolasi mandiri bagian pasien tanpa gejala. Lebih khusus lagi, untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang harus diisolasi terlebih dahulu.

Baca Juga:  Tak Terdaftar, Bisa Gunakan KTP

Tidak hanya itu, Saleh menyampaikan, pihaknya juga menyiapkan tempat untuk petugas lapangan seperti TNI, Polri, dan Satpol PP yang menegakkan disiplin protokol kesehatan. ”Kami akan tempatkan apabila nanti ada yang terpapar (Covid-19), kami akan tempatkan di tower delapan,” imbuhnya. Dia menambahkan, Wisma Pademangan juga menjadi salah satu tempat yang disiapkan oleh jajarannya untuk menampung pasien Covid-19 tanpa gejala.

Kepastian tambahan tempat isolasi pasien di Jakarta juga ditegaskan oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. ”Sedang kami siapkan untuk menerima pasien OTG,” kata dia Jumat (25/9). Menurut Doni, langkah tersebut sekaligus mendukung upaya tracing, testing, treatment untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Menurut Doni, analisa terbaru satgas menemukan bahwa tujuh persen kasus baru masyarakat yang terinfeksi virus adalah mereka yang tidak pernah keluar rumah. ”Artinya, klaster keluarga juga harus diantisipasi dan menjadi perhatian bersama, terutama bagi perawatan anggota keluarga yang tidak memiliki tempat isolasi sesuai standar protokol kesehatan,” katanya.

Doni melaporkan bahwa hampir 100 persen pasien Covid-19 bergejala ringan maupun Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dirawat di RSD Wisma Atlet sembuh total. ”Jadi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh tim gabungan dari kementerian kesehatan dan didukung oleh TNI dan lembaga lainnya termasuk organisasi profesi ini satu hal yang bagus sekali,” jelas Doni.

Selain itu, berdasarkan laporan data yang diterima Doni Monardo, jumlah pasien yang masuk di ruang ICU di seluruh Rumah Sakit (RS) di Jakarta termasuk di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet mengalami penurunan hingga 70 persen. Menurut data per Jumat (25/9), jumlah tempat tidur yang telah terisi di Tower 4 Wisma Atlet adalah sebanyak 1.004 atau 64,94 persen dari total kapasitas 1.546.

Kemudian untuk Tower 5 telah terisi sebanyak 1.118 pasien atau 71,2 persen dari jumlah total kapasitas sebanyak 1.570 tempat tidur. Tower 8 akan memiliki kapasitas sebanyak 1.548 tempat tidur untuk isolasi mandiri.

Percepat Obat Covid-19
Untuk meningkatkan kesembuhan, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar produsen farmasi nasional mempercepat produksi obat Covid 19, terutama jenis obat remdesivir. ”Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan,” kata Luhut kepada Dirut Bio Farma Honesti Basyir, Sabtu (26/9).

Menkes Terawan yang hadir dalam rakor virtual tersebut juga menyetujui dukungan semua riset yang dilakukan untuk memproduksi remdesivir dalam negeri. ”Saya back up untuk kebutuhan obat apapun pasti akan kami dukung karena kami tinggal ajukan dan adakan bersama dengan BUMN dan bersama dengan BPOM,” katanya.

Dirut Bio Farma Honesti Basyir mengatakan pihaknya telah mengurus izin untuk memproduksi Remdesivir. Ada dua cara yang sudah diupayakan salah satunya bekerja sama dengan India. Uji klinis akan menyusul bekerja sama dengan BUMN. Honesti juga mengatakan Bio Farma juga telah melakukan uji klinis skala pilot untuk produksi Remdesivir dalam negeri. ”Disamping izin impor, kami juga sedang riset untuk produksi dalam negeri,” jelasnya. (syn/tau/jpg)