Akses Masuk-Keluar Mentawai Ditutup, 100 Ton Beras Disiapkan

Pelabuhan Tuapejat di Kepulauan Mentawai ini mulai Selasa (31/3) tidak lagi melayani kapal yang membawa penumpang kecuali barang kebutuhan pokok. (foto: arif)

Setelah Pemko Payakumbuh, kini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai juga melakukan karantina lokal atau parsial lockdown mulai Selasa (31/3). Akses transportasi penumpang ke luar dan masuk Mentawai dihentikan hingga 14 hari ke depan untuk antisipasi penyebaran virus korona (Covid-19).

Selama ini, penumpang yang dominan masuk dan ke luar Mentawai menggunakan kapal cepat Mentawai Fast.

“Benar. Kapal cepat Mentawai Fast terakhir beroperasi hari ini. Setelah itu, yang boleh beroperasi hanya kapal ASDP yakni, KMP Ambu-Ambu, Gambolo dan Perintis atau Sabuk Nusantara. Kapal ini hanya boleh membawa sembako, bukan penumpang. Jika kedapatan, akan ditindak,” ungkap Serieli BW selaku Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Mentawai.

Menurutnya, keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi kepala daerah dengan forkopimda serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Sabtu (28/3).

Selama karantina lokal, kata dia, akan disiapkan 100 ton beras Bulog untuk stok di Kepulauan Mentawai yang didatangkan dari gudang Bulog Sumbar, di Padang.

“Kebutuhan ini diperkirakan cukup untuk memenuhi ketersediaan stok selama karantina lokal di Mentawai atau 14 hari ke depan,” katanya.

Kemudian, kata dia, Pemkab Mentawai juga sedang menyiapkan ruang isolasi penanganan Covid-19 di rumah sakit umum daerah (RSUD) Mentawai sebanyak 8 ruangan, di antaranya 3 ruang utama dan 5 ruang tambahan.

Sebelumnya, Pemkab Mentawai sudah menyatakan siaga darurat bencana non-alam sejak 18 Maret hingga 18 April 2020. Kemudian memberlakukan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN), tenaga kontrak, perangkat desa hingga 31 Maret 2020. Lalu, menerapkan belajar dari rumah bagi murid SD/SMP/TK pada 20 Maret-2 April 2020.

Di sis lain, kata Serieli, Pemkab Mentawai juga sudah menutup tempat dan aktivitas wisata termasuk lokasi selancar sejak 22 Maret hingga 5 April 2020.

“Bagi wisatawan asing yang sudah berada di wilayah Mentawai sebelum 22 Maret 2020 agar tidak bepergian atau berpindah-pindah tempat menginap. Termasuk tidak berpindah-pindah dari satu lokasi surfing ke lokasi surfing lainnya dalam wilayah Mentawai,” tegasnya.

Saat ini di Mentawai ada 49 wisatawan mancanegara di sejumlah resor. Wisatawan ini masuk Mentawai sebelum 22 Maret 2020. Mereka berasal dari Amerika, Perancis, Australia, Brasil dan Thailand.(arf)