Semangat Baru Bangun Pariwisata, Apresiasi Halaman Palanta Wisata Padek

16
SINERGI: Menparekraf bersama Direktur Padang Ekspres M Nazir Fahmi disaksikan Pengiat Wisata Sumbar M Zuhrizul dan Pemred Revdi Iwan Syahputra, memperlihatkan halaman Palanta Wisata Padang Ekspres.(IST)

Selama tiga hari Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno berada di Sumbar. Kehadiran menteri berlatar belakang pengusaha dalam rangka penjurian 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 itu, menjadi pemicu semangat untuk kian menggiatkan pembangunan di sektor-sektor pariwisata.

Sumbar menjadi provinsi terbanyak mengikuti ADWI 2021 ini. Sebanyak 231 dari 1.831 desa wisata se-Indonesia berada di Sumbar. Nah, empat desa wisata asal Sumbar berhasil lolos di 50 besar.

Terdiri dari Desa Wisata Sungaibatang, Kabupaten Agam, Desa Wisata Saribu Gonjong Limapuluh Kota, Desa Wisata Kampuang Minang, Nagari Sumpu Tanahdatar dan Desa Apar Kota Pariaman.

”Luar biasa Saribu Gonjong, kearifan lokal adat dan budaya, serta agro wisata jeruk yang dimiliki, menjadi catatan kami di Kemenparekraf dan perlu diperhatikan,” ujar Sandi—panggilan Sandiaga Uno—sewaktu menikmati deretan atap gonjong rumah gadang khas Minangkabau, di Puncak Sarugo, kawasan agro wisata Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo), Desa Wisata Saribu Gonjong di Kenagarian Kototinggi, Kecamatan Gunuangomeh, Limapuluh Kota, Sabtu (28/8).

Sandi menyebut, Desa Wisata Saribu Gonjong (Sarugo) memiliki potensi luar biasa sebagai desa wisata unggulan di Indonesia. Diungkapkan Sandi, perlu dilakukan perbaikan infrastruktur jaringan internet dan telepon di Sarugo.

Pasalnya, platform digital perlu menjadi perhatian bagi setiap desa wisata yang ada di Indonesia. Hal ini akan memberikan dampak kepada desa wisata ketika sudah memiliki infrastruktur baik.

”Saya akan ikut ambil peran dalam hal ini untuk Desa Wisata Saribu Gonjong. Adaptasi, inovasi dan kolaborasi wajib hadir di setiap desa wisata kreatif berkelanjutan. Lapangan kerja terbuka anak nagari sejahtera,” ungkap Sandi.

Menparekraf juga memberikan penghargaan kepada Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo sebagai kabupaten terbanyak mendaftarkan desa wisata di ajang ADWI 2021. Untuk Desa Wisata Kreatif Saribu Gonjong, menparekraf menyerahkan ketersedian internet gratis selama satu tahun.

Dalam kunjungan ini, menparekraf disuguhi kearifan lokal masyarakat setempat dengan pagelaran budaya anak nagari Kototinggi. Sebagai destinasi wisata adat dan budaya, Sandi melihat dan berinteraksi langsung dengan suasana Kampuang Saribu Gonjong.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf atas penghargaan dan kunjungan ke Limapuluh Kota. ”Pemkab Limapuluh Kota akan terus memberikan perhatian dan upaya dalam melengkapi kekurangan di setiap destinasi wisata di daerah ini,” ungkap Bupati.

Safaruddin mengatakan, kolaborasi pemerintah daerah dengan pusat sesuai arahan Menparekraf untuk sektor pariwisata akan ditindaklanjuti. Infrastruktur jalan dan fasilitas penunjang di desa wisata juga menjadi perhatian dan upaya Pemkab Limapuluh Kota untuk merealisasikan.

”Kolaborasi membangun Kabupaten Limapuluh Kota untuk sektor apapun dengan pemerintah pusat. Termasuk, sektor pariwisata untuk pertumbuhan ekonomi. Akan kami upayakan untuk merealisasikan. Kerja sama masyarakat juga kami harapkan. Limapuluh Kota ini milik bersama masyarakatnya, baik yang ada di ranah (kampung) maupun di rantau,” kata Safaruddin.

Sementara itu, Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra yang juga Ketua Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) Sumbar didamping Ketua ADKI Limapuluh Kota Rino Chandra, terlihat bersemangat untuk terus menggeber pembangunan sektor wisata lewat pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal.

”ADKI sebagai asosiasi yang bisa menjembatani kebutuhan parekraf di daerah ke kementerian, di samping tugas utama ADKI melakukan pendampingan, pembinaan dan pelatihan kepada sumber daya manusia di nagari wisata,” ungkap Deni Asra.

Dia mengaku, sudah memberikan penilaian terkait gambaran umum permasalahan kepariwisataan di Limapuluh Kota. Khusus Desa Wisata Kampuang Sarugo yang ditinjau menteri hari ini (Sabtu, red)), juga terdapat beberapa catatan penting terkait digitalisasi, infrastruktur, toilet dan fasilitas pendukung lainnya.

”Ini yang akan kita tindak lanjuti bersama Bupati setelah pengesahan APBN 2022 nanti ke Kementerian Parektaf. Tadi, juga ada pemberian paket kepada Kampuang Sarugo berupa internet gratis selama satu tahun,” jelas Deni Asra.

Potensi parekraf yang bisa dilakukan selama pandemi ini, menurut dia, salah satunya memunculkan kearifan lokal dalam pengembangan kepariwisataan. Potensi ekraf, kata Deni, sebetulnya luar biasa.

”Ada 17 sub sektor ekraf yang kami lihat potensinya bagus di Limapuluh Kota. Tinggal bagaimana kita mengemasnya dan menyiapkan kebutuhannya,” sambung dia sembari menjelaskan program prioritas pariwisata di dokumen RPJMD 2021-2026.

Dia meminta pemda serius dan mampu berkolaborasi dengan baik dan cepat, sehingga mampu diwujudkan dalam waktu dekat. Tentunya, diikuti dengan anggaran yang jelas baik dari APBD kabupaten, APBD provinsi maupun APBN.

”ADKI Sumbar akan berkontribusi dalam mewujudkan kemajuan kesejahteraan masyarakat lewat sektor wisata. Tidak hanya di Limapuluh Kota, tapi juga di Sumatera Barat,” ujarnya.

Ketua Limapuluh Kota Rino Chandra menyebutkan, pihaknya siap berperan penting menyukseskan ADWI 2021 di daerah. Ke depan, ADKI Limapuluh Kota terus melakukan program-program positif berkesinambungan di desa wisata yang telah mendaftar di Jadesta.com. Selain itu, juga melihat kondisi kelebihan dan kekurangan desa wisata kreatif itu sendiri.

Dikatakannya, selain pendampingan dan pelatihan bagi Desa Wisata kreatif Saribu Gonjong yang telah meraih 50 besar ADWI 2021, ADKI Limapuluh Kota lebih berfokus kepada pengembangan sumber daya manusia untuk desa wisata itu ke depan.

”Sesuai arahan ADKI ikut mendorong desa-desa yang memiliki potensi destinasi wisata untuk mendaftar di ADWI. Ke depan, kita realisasikan beberapa program kerja yang sedang dirancang ADKI untuk menjadikan desa wisata tersebut berdampak ekonomi yang baik kepada masyarakat. Sedang kita rancang dan kerangkakan pola kerjanya,” kata Ketua ADKI Limapuluh Kota didampingi Sekretaris Arfridel Ilham.

Zuhrizul Bangga

Pegiat wisata Sumbar M Zuhrizul mengaku bangga atas masuknya empat desa di Sumbar sebagai Desa Wisata. Luar biasa, Zuhrizul mengapresiasi para pejuang wisata di Sumbar. Kebanggaan M Zuhrizul begitu diinfokan Menparekraf Sandiaga Uno empat desa wisata Sumbar masuk nominasi nasional.

”Saya bangga sekaligus salut atas masuknya empat wisata Sumbar nominasi nasional,” ujar Zuhrizul, di sela-sela kunjungan kerja Sandiaga Uno ke Sumbar.

”Komitmen dan konsistensi para pejuang pariwisata di nagari atau desalah sehingga nominasi nasional itu bisa ditembus. Ada 30 desa di Sumbar, setelah proses penilaian tersisa 9 desa wisata, saat penilaian berikutnya tersisa 4 desa wisata berprediket nominasi nasional,” ujar Zuhrizul yang juga Ketua Umum DPW Indonesia Adventure Travel dan Trade Association (IATTA) Sumbar ini.

Baca Juga:  Amerika akan Tetap Ada di Laut China Selatan

Ada empat Desa yang Masuk Nominasi Anugerah Desa Wisata Nasiona, yakni. Desa wisata nagari Sungaibatang Maninjau, Agam. Desa wisata Nagari Saribu Gonjong di Limapuluhkota.

Desa wisata Nagari Sumpu Tanahdatar dan Desa wisata APAR Pariaman. ”Empat desa masuk nominasi itu sepertinya dapat nilai plus karena menonjolkan budaya atau kampung adat dan konservasi alam, ini kayaknya lebih menjadi perhatian khusus dewan juri,” ujar Zuhrizul yang dikalangan media akrab disapa Mak Etek.

Ke depan, kata Zuhrizul, tentu desa wisata di Sumbar yang jumlahnya mencapai 300 an perlu penguatan semua pihak baik pegiat, pakar dan pemerintah untuk memperkuat budaya di nagari-nagari.

”Yakinkan niniak mamak, tokoh tokoh masyarakat nagari bahwa dengan pariwisata budaya kita akan terangkat lagi, rumah-rumah adat kita tidak boleh punah dan dibiarkan hancur, sampaikan ke masyarakat jangan telantarkan rumah-rumah adat,” ungkap Mak Etek Zuhrizul.

Dan kepada pejuang wisata di desa terus solid, lawan orang-orang yang akan mencemari alam, tambak-tambak udang mengancam pesisir pantai, kata Zuhrizul hanya satu kata LAWAN.

”Teruslah berjuang teman-teman , jangan patah semangat. Niatkan kita berbuat untuk orang banyak, untuk ekonomi anak cucu kita nanti, untuk alam yg di jaga dan wariskan ke mereka, Salam Pejuang Wisata,” ujar Muhammad Zuhrizul yang juga Member of Fealac (for sustainable tourism ethic) itu.

Dan untuk desa-desa wisata yang belum masuk nominasi nasional bukan berarti tidak bagus, tapi ada beberapa hal yang menjadi penilaian termasuk administrasi, SK Pokdarwis, SK Desa Wisata dan konten-konten kreatifnya.

”Teruslah berbuat, sebab desa wisata yang sukses itu adalah desa wisata yang memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat desa, inilah tujuan akhir sesungguhnya dari apa yang kita perjuangkan,” ujar M Zuhrizul.

Resmikan Kampung Minang

Di Tanahdatar, Sabtu (28/8), Sandiresmi menetapkan Kampung Minang Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan sebagai 50 Desa Terbaik pada ADWI 2021. Disaksikan Bupati Tanahdatar Eka Putra, Ketua DPRD Rony Mulyadi Dt Bungsu beserta istri, Ketua TP PKK Ny Lise Eka Putra, Kadis Pariwisata Sumbar Novrial, Kadis Parpora Tanahdatar Abdul Hakim, Wali Nagari Sumpur Ade Hendrico Dt Sati Pado Ketek dan Ketua Kampung Minang Kamrita, serta Ketua Pokdarwis Zuherman, Sandi didampingi Ny Nur Asia Uno menandatangani prasasti sekaligus penyerahan piagam penghargaan 50 Desa Wisata Terbaik kepada Bupati Eka Putra.

”Dengan keberagaman keunggulan yang disampaikan ketua Pokdarwis dan Wali Nagari Sumpur, tentunya ini ketika dimaksimalkan akan menjadi perbaikan ekonomi masyarakat, sesuai tujuan ADWI untuk memotivasi desa menjadi lebih baik dan memiliki daya saing tinggi. Sehingga, ADWI juga bisa dikatakan menjadi simbol kebangkitan ekonomi kita,” ujarnya. Menparekraf juga berharap, ke depan program desa wisata menjadi salah satu program unggulan, termasuk di Tanahdatar.

Bupati Eka Putra menyampaikan, masuknya Nagari Sumpur dalam ADWI Tahun 2021 harus menjadi motivasi bagi nagari lain di Tanahdatar. ”Dalam meningkatkan dan mengembangkan wisata di nagari, peranan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis sangat vital, karenanya ke depan kita harapkan nagari lainnya di Tanahdatar membentuknya juga,” ujar Eka.

Ditambahkan bupati, pengembangan wisata seperti harapan Menparekraf diharapkan sejalan dengan UMKM sehingga juga bisa membantu pengembangan usaha kecil di Tanahdatar untuk lebih baik lagi.

”Sejalan dengan program ADWI ini, Tanahdatar saat ini sudah mencanangkan Program Satu Nagari Satu Iven, tentunya hal ini bisa sinergi dengan ADWI dan harapan pak Menteri, karena dalam program kita ini juga melibatkan UMKM kita,” kata Eka.

Kemudian untuk Desa Wisata Kampung Minang Nagari Sumpur, Bupati Eka Putra optimistis mampu mengukir prestasi lebih baik lagi. ”Melihat potensi di Nagari Sumpur, baik budaya, kuliner ataupun keindahan alamnya, saya optimistis setidaknya bisa masuk ke lima besar,” tukas Eka Putra.

Di kesempatan itu Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Abdul Hakim mengungkapkan, keberhasilan Kampung Minang Nagari Sumpur masuk 50 besar setelah menyisihkan nagari lain di Sumbar.

”Dalam 300 besar, Tanahdatar mengirimkan tiga nagari, namun setelah seleksi 100 dan 50 besar, Kampung Wisata Nagari Sumpur menjadi empat besar nagari mewakili Sumbar dalam ADWI tahun 2021 ini,” ujar Abdul Hakim.

Disebut Abdul, desa atau nagari yang masuk 50 besar dalam ADWI akan diperingkatkan dengan nilai di 7 kriteria atau kategori. ”Ada tujuh kategori penilaian antara lain, penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), Desa Digital, Souvenir (Kuliner, Fesyen, Kriya), Daya Tarik Wisata (Alam, Budaya, Buatan), Konten Kreatif, Homestay, dan Toilet,” terangnya.

Apresiasi Padang Ekspres

Dalam kunjungan di Limapuluh Kota, Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi Padang Ekspres seiring adanya halaman Palanta Wisata yang terbit di tiap Jumat. Keberadaan halaman Palanta Wisata yang mengangkat objek-objek wisata di Sumbar, sejalan dengan program kementerian yang berupaya mengangkat objek-objek wisata di seluruh Indonesia.

”Kita jelas mengapresiasi keseriusan Padang Ekspres mendorong pengembangan dan kemajuan objek-objek wisata di daerah lewat halaman Palanta Wisata-nya. Bagaimanapun, peran media sangat vital memajukan sektor pariwisata di daerah. Harusnya, hal ini juga menjadi contoh bagi media-media lain,” ucap Sandi.

Direktur Padang Ekspres M Nazir Fahmi didampingi Pemred Revdi Iwan Syahputra sewaktu menemui Menparekraf Sandiaga Uno di Limapuluh Kota menegaskan, sejak awal Padang Ekspres komit mendorong kemajuan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan di Sumbar.

”Kita tak bisa menafikan bahwa sektor pariwisata memberikan efek domino bagi kemajuan sektor lainnya di Sumbar. Makanya, kita berupaya mendorong kemajuan sektor satu ini dengan memberikan ruang selebar-lebarnya, salah satunya lewat halaman Palanta Wisata ini,” ujar dia. (fdl/stg)