PADEK.JAWAPOS.COM—Jalur Padang-Bukittinggi via Lembah Anai akan kembali dibuka pada akhir pekan ini. Namun, tak semua kendaraan bisa melintasi daerah tersebut karena masih dalam proses perbaikan.
Sebagaimana diketahui, jalan nasional tersebut telah putus sejak Mei lalu. Kerusakan parah terjadi di sejumlah titik setelah dihantam banjir bandang lahar dingin.
Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Wardoyo Widyarso Putro mengatakan, pembukaan jalur Lembah Anai tersebut diputuskan setelah rapat koordinasi dengan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Selasa (16/7) siang.
“Hasilnya, pembukaan jalur secara berkala pada Minggu (21/7) pagi,” ujarnya kemarin (17/7) siang.
Meski dibuka, kata Kartyana, Jalur Lebah Anai belum bisa sepenuhnya dilintasi oleh semua tipe kendaraan. Masih ada beberapa titik jalan dalam pengerjaan.
“Kendaraan yang diperbolehkan melintas untuk tahap awal hanya roda dua, empat dan enam (sumbu 2),” jelas dia.
Kartyana menyebutkan, jalan akan dibuka untuk dua jalur. Namun apabila nanti masih terdapat proses pengerjaan, maka akan dilaksanakan sistem buka tutup di lima titik. Di antaranya, KM-64+200, KM-64+600, KM-65+200, KM-67+100 dan KM-67+400.
“Sewaktu-waktu akan dilaksanakan kembali evaluasi pascapelaksanaan pembukaan akses jalan nasional di kawasan Lembah Anai,” ujarnya. Kartyana mengungkapkan bahwa proses pengerjaan jalan Lembah Anai diperkirakan selesai penuh atau 100 persen pada bulan Oktober 2024 nanti.
Terpisah, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Thabrani mengatakan, untuk memastikan kekuatan jalan, pihaknya akan melakukan uji coba jalan Lembah Anai hari ini (18/7). “Nanti kalau sudah terlihat hasilnya, bisa jadi akan ada evaluasi,” sebutnya kepada Padang Ekpres.
Dia menjelaskan, saat ini jalan di Lembah Anai sudah seluruhnya di aspal, namun untuk dinding-dinding tebing masih ada beberapa titik dalam pengerjaan. ”Ada beberapa titik dinding tebing yang masih dalam pengerjaan, tapi tidak menghambat pembukaan jalan pada 21 Juli ini,” ungkapnya.
Menanggapai hal itu, pengamat transportasi Yossyafra mengatakan, pembatasan kendaraan di awal pembukaan ini kemungkinan karena jalan sepenuhnya belum selesai dikerjakan. “Pembatasan itu karena jalan itu belum selesai tapi sudah bisa dilalui beberapa jenis kendaraan,” ujar Yossyafra.
Namun Yossyafra sangat mengapresiasi pemerintah karena telah membuka jalan Lembah Anai agar mengurangi jumlah kemacetan di jalur-jalur alternatif. “Kalau tidak dibuka jalan itu, maka akan berdampak sekalai bagi lalu lintas. Terutama kepada angkutan umum dan angkutan sembako,” katanya.
Kemudian, tambah dia, juga bisa mengurai angka kemacetan di jalur Sitinjauluik, Kota Padang, atau Malalak, Kabupten Agam, yang selama pengerjaan jalan di Lembah Anai banyak menimbulkan kerusakan jalan hingga terjadinya kecelakaan. (cr2)
Editor : Novitri Selvia