KPP Tolak Impor Komoditas Pangan

11
ilustrasi pedagang pasar. (Dok.JawaPos.com)

Suara tolak impor sejumlah komoditas terus menyeruak. Kali ini disampaikan oleh Komite Pedagang Pasar (KPP). Tidak hanya beras, mereka juga menolak impor komoditas lainnya.

Ketua Umum KPP Abdul Rosyid mengatakan, pihaknya menolak impor komoditas seperti beras, gula, daging sapi, garam, dan sejenisnya. Penolakan itu berangkat dari rencana pemerintah yang tengah ramai, yakni akan mengimpor beras.

“Hari ini gula kristal putih (GKP) yang diimpor dari BUMN Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) didatangkan secara bertahap di sejumlah pelabuhan,” kata Abdul Rosyid, Rabu (31/3).

Dia merinci, impor gula kristal putih di antaranya sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta sekitar 6 ribu ton pada Minggu (28/3) lalu. Lantas pengiriman berikutnya melalui pelabuhan Belawan di Medan sekitar 15 ribu ton.

Kemudian disusul di Pelabuhan Tanjung Perak sekitar 30 ribu ton dan di Pelabuhan Tanjung Priok akan datang lagi sekitar 24 ribu ton. “Untuk impor gula itu, tentu menuai pro dan kontra di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dia menegaskan KPP tetap tegas menolak adanya produk impor seperti beras, gula, garam, dan daging sapi. Mereka mengajak para pedagang tidak membeli komoditas impor tersebut di pasaran. Sebaliknya mengutamakan membeli dari produk dalam negeri.

Baca Juga:  Astra Group Padang Bagikan 150 Paket Sembako dan 5 Ribu Lembar Masker

Menurut Rosyid alasan pemerintah mengimpor komoditas tersebut untuk mengisi stok cadangan dalam negeri. Namun, upaya itu dapat menyengsarakan masyarakat, khususnya para petani, peternak, dan pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan yang sama Aidil Fitri selaku Ketua Umum relawan Foreder Jokowi juga menyampaikan penolakan terhadap kebijakan pemerintah mengimpor beras itu. Dia mengajak relawan Jokowi lainnya untuk konsisten menolak kebijakan impor komoditas tersebut.

Dia berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang lebih mendorong peningkatan penghasilan petani, pedagang, dan pelaku UMKM lokal.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo berupaya meredam perdebatan impor beras sebanyak satu juta ton. Sebab isu impor beras itu dinilai membuat harga gabah di petani turun. Padahal saat ini banyak petani sedang menjalani panen raya. Joko Widodo menegaskan tidak ada impor beras sampai Juni depan. (jpg)

Previous article11 Rumah Ditimpa Pohon Tumbang
Next articleUntuk Bangun Masjid, Minta Lahan PT KAI Dimanfaatkan