Covid-19 Ganggu Iklim Investasi, DPMPTSP Monitoring dan Evaluasi Data

Cori saidan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang. (Indra - Padek)

Wabah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) berdampak pada semua sektor. Salah satunya, juga berdampak pada iklim penanaman modal atau investasi di Kota Padang.

“Covid-19 sangat berdampak terhadap sektor ekonomi dan juga kondisi investasi di Kota Padang,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Cori Saidan kepada Padang Ekspres, Rabu (1/4).

Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya masih belum mengetahui seberapa jauh iklim investasi di Kota Padang yang terdampak Covid-19. Saat ini DPMPTSP, sebutnya, sedang melakukan monitoring dan evaluasi data perkembangan investasi yang terdampak Covid-19.

“Data itu yang akan kami gunakan untuk melihat dampaknya. Setelah kita dapat data, kebijakan dan strategi apa yang akan dilakukan saat ini dan pasca masalah Covid-19 atau istilahnya recovery. Apakah memberikan semacam dorongan atau insentif, ini akan kami diskusikan dengan pihak terkait seperti BI, asosiasi, perguruan tinggi, OPD terkait lainnya,” imbuhnya.

Meski berdampak pada iklim investasi di Kota Padang, wabah pandemi Covid-19 tidak berdampak pada proses pengajuan izin penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu.

“Secara izin tidak ada. Kami yang bertugas memberikan pelayanan di bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu tetap memproses izin-izin yang diajukan sesuai dengan ketentuan yang ada,” katanya.

Tetapi secara eksekusi atau tindak lanjutnya berada di pihak pemohon. Apakah setelah izin dikeluarkan, mereka langsung melakukan investasi atau pembangunan itu tergantung mereka sendiri.

“Kami saat ini sedang melakukan evaluasi, sejauh mana izin-izin yang telah mereka keluarkan itu, langsung ditindaklanjuti dengan proses pengurusan izin selanjutnya atau langsung eksekusi di lapangan oleh pemohon,” sambung Cori.

Cori memaparkan, DPMPTSP Kota Padang membuka peluang investasi, terutama di tiga sektor antara lain sektor pariwisata, pendidikan, dan perdagangan. Hal tersebut seusai dengan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang periode 2019-2024.

“Selain itu kami juga membuka peluang investasi di bidang lainnya seperti industri dan lain-lain. Peluang investasi ini dibarengi dengan kemudahan-kemudahan berinvestasi bagi para investor,” ucapnya.

Dia menyatakan kemudahan-kemudahan tersebut tertuang dalam Perda Nomor 11 Tahun 2009 tentang pemberian insentif dan pemberian kemudahan penanaman modal.

Salah satunya, memberikan kemudahan proses perizinan melalui pelayanan perizinan yang terpusat di Mal Pelayanan Publik.
Kemudian juga pemohon dan pelaku usaha sudah bisa mengajukan izin-izin secara online melalui aplikasi Online Sinyal Submission (OSS), sesuai dengan PP 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan yang terintegrasi.

Lebih lanjut Corri memaparkan, DPMPTSP telah memproses sebanyak 14 permohonan izin sepanjang bulan Januari hingga Maret 2020. Dengan total nilai investasi lebih kurang Rp 61 miliar. Angka tersebut, jika dibanding dengan bulan yang sama tahun 2019, tidak jauh berbeda. (*)