Jika Hasil Swab Negatif, Berdagang di Pasar Raya Bawa Bukti Surat Dinkes

Kawasan Pasar Raya Padang sebelum PSBB. (Foto: Dok.Padek)

Pemerintah Kota Padang secepatnya akan menguji swab sekitar 1.000 orang yang umumnya pedagang di Pasar Raya Padang.

Kepala Bappeda Padang Medi Iswandi mengatakan, 1.000 orang yang akan diuji swab itu lokasi berdagangnya di fase 1 sampai 7. “Senin (4/5/2020) mulai kita sosialisasikan,” kata Medi di GWA Kawal Covid-19 Sumbar, Sabtu (2/5/2020).

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Padang itu lebih lanjut mengatakan, bagi pedagang yang belum keluar hasil swabnya belum boleh berdagang.

“Kalau swabnya positif segera diisolasi. Kalau swabnya negatif, baru boleh berdagang dengan membawa bukti surat dari Dinas Kesehatan Padang,” ujar pejabat yang dikenal dekat dengan awak media dan para pegiat pariwisata ini.

Sebelumnya, Pemko Padang melakukan penelusuran kontak (tracking) terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Raya Padang. Kluster penularan korona terbesar di Kota Padang.

Dinas Perdagangan Kota Padang telah mendata dan berencana mengirimkan sekitar 1.000 nama orang, yang pernah berkontak dengan pasien positif dari kluster pasar raya.

Spesimen swab akan dikirim ke Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang untuk diuji, apakah positif atau negatif.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal menjelaskan, sebelumnya telah ditemukan 36 kasus positif Covid-19 yang berasal dari pasar raya ini.

Setelah itu, pihaknya bersama tenaga medis di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Padang melakukan tracking. Hasilnya, didapatkan sekitar 1.000 nama berdasarkan riwayat kontak pasien.

“Sekitar 1.000 nama yang akan dikirimkan datanya ke Dinas Kesehatan Kota Padang itu untuk dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung,” kata Endrizal, Sabtu (2/5/2020).

“Rata-rata mereka adalah pedagang di pasar raya yang berkontak dengan 36 kasus positif yang ditemukan di kawasan tersebut,” tambahnya.(esg)