Garuda Indonesia Group Mulai Kepakkan Sayap

35
ilustrasi. (jawapos.com)

Maskapai Garuda Indonesia mulai membuka kembali rute penerbangannya ke Tiongkok. Frekuensi terbangnya hanya sehari dalam seminggu. Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, sejumlah penerbangan internasional ke Tiongkok masih ditutup sampai saat ini.

Namun, Tiongkok telah mengeluarkan kebijakan untuk maskapai asing kembali terbang dengan batasan maksimal satu maskapai dengan satu rute yang memiliki frekuensi satu kali dalam seminggu.

Kebijakan itu dikeluarkan setelah Tiongkok menutup penerbangannya selama hampir empat bulan lebih.  Irfan mengaku, cukup kaget karena memperoleh rute ke Chengdu. Sementara, anak usaha Garuda yaitu Citilink mendapat rute ke Kunming yang bukan merupakan kota-kota utama di Tiongkok.

“Kebijakannya satu maskapai satu kota sekali dalam seminggu. Tapi nggak masalah dan nggak perlu diributkan dengan rute ke kota mananya karena warga Tiongkok yang mau balik juga tak mempermasalahkan. Infrastruktur darat di Tiongkok masif ya jadi dari mendarat di kota manapun tetap bisa menjangkau wilayah tujuan masing-masing,” katanya dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Selasa (1/9).

Baca Juga:  Dirut Semen Padang Apresiasi Sosialisasi Electrifying Lifestyle dari PLN

Irfan menjelaskan, untuk rute-rute internasional lainnya, Garuda masih menutup rute dari dan ke daerah wisata akibat pengurangan aktivitas wisatawan asing. Maskapai pelat merah tersebut mencontohkan belum membuka rute ke Bali-Jepang.

Irfan mengakui, selama pandemi pengurangan frekuensi rute internasional telah dilakukan. Utamanya rute ke Belanda yang saat ini masih seminggu sekali dari sebelumnya enam kali dalam seminggu. GaGPenerbangan ini merupakan repatriasi yang penumpangnya membayar secara personal bukan dibiayai oleh negaranya. (kpj/jpg)