Inflasi Sepanjang 2020 di Kisaran 1,5 Persen

60
ilustrasi. (dok.JawaPos.com)

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan tingkat inflasi sepanjang 2020 sebesar 1,5 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hal tersebut merupakan angka proyeksi di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, angka inflasi tersebut menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir sejak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang nomor satu di Indonesia. “Ini sangat rendah dalam 6 tahun terakhir,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (1/12).

Sri Mulyani menjelaskan, rendahnya tingkat inflasi akibat rendahnya sektor permintaan akibat dampak dari pandemi Covid-19. Dengan demikian, rendahnya laju inflasi di sepanjang tahun ini perlu diwaspadai. Meskipun demikian, di satu sisi bisa memberikan efek cost of fund lebih rendah. “Tapi tetap perlu hati-hati melihat demand yang harus perlu diperkuat,” ucapnya.

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi komponen inti November sebesar 1,67 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menuturkan, inflasi komponen inti November 2020 menjadi yang terendah sepanjang sejarah. “Jadi, rilis pertama kali inflasi inti 2004 itu masih lebih tinggi dari inflasi bulan ini yang sebesar 1,67 persen,” katanya dalam konferensi pers secara virtual.

Baca Juga:  Selama April 2022, PT Semen Padang Ekspor Semen 42.833 MT

Inflasi inti sendiri merupakan komponen tetap dalam pergerakan laju Ideks Harga Konsumen (IHK). Inflasi inti tidak memasukkan komponen pangan maupun energi dan biasanya pergerakannya dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran. Biasanya, inflasi inti digunakan untuk melihat daya beli masyarakat.

Setianto menyebut, pergerakan inflasi inti nasional terus mengalami penurunan sejak beberapa bulan belakangan ini. Sejak Mei 2020, inflasi inti terus menurun karena terdampak pandemi Covid-19. Pada September 2020, inflasi komponen inti tercatat sebesar 1,86 persen. Inflasi komponen inti turun pada Oktober 2020 menjadi sebesar 1,74 persen.

Angka tersebut kembali menurun pada November 2020 yaitu menjadi 1,67 persen. Inflasi komponen inti turun signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 3,08 persen.

Meskipun demikian, Setianto menambahkan, laju inflasi nasional bulanan sudah mengalami tren peningkatan. Tren tersebut diharapkan memperbaiki tingkat daya beli masyarakat. Inflasi komponen inti pada September 2020 tercatat sebesar 0,13 persen (month-to-month/MtM). Angka ini sedikit turun pada Oktober 2020 menjadi 0,04 persen, namun kembali meningkat pada November 2020 menjadi 0,06 persen. (jpg)