Jaga Layanan Prima, PLN Sumbar Launching ULP Teknis Limapuluh Kota

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar meluncurkan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Teknis Limapuluh Kota UP3 Payakumbuh. (Foto: Humas PLN)

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar meluncurkan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Teknis Limapuluh Kota UP3 Payakumbuh pada Rabu (6/3/2020). Ini ULP teknis kedua di wilayah kerja PLN Sumbar setelah ULP Teknis Payakumbuh.

Peluncuran kali ini berlangsung melalui media daring video conference dengan diresmikan secara virtual oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan (Diregsumkal) PLN Wiluyo Kusdwiharto, dan disaksikan EVP Operasi PLN Supriyadi, VP Pengelolaan Transmisi dan Distribusi Regional Sumatera PLN Dispriansyah, Direktur Utama PT Haleyora Power Ahmad Taufik Haji, General Manager PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto beserta Manajemen, Manajemen PLN UP3 Payakumbuh serta ULP Limapuluh Kota.

Diregsumkal PLN Wiluyo Kusdwiharto menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap meluncurkan ULP Teknis kedua di Sumbar.

“Selamat atas launching (peluncuran) ULP Teknis Limapuluh Kota, menandakan ULP teknis pertama telah berjalan sukses. ULP teknis akan fokus terhadap peningkatan keandalan listrik agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Rekan-rekan tidak lagi memikirkan administrasi, penjualan, dan lain-lain tapi fokus dan konsisten terhadap pemeliharaan jaringan untuk keandalan listrik,” tutur Wiluyo.

General Manager PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto dalam sambutannya mengungkapkan bahwa PLN ULP Payakumbuh sebagai ULP teknis pertama di Sumbar telah berhasil menekan gangguan secara signifikan.

Dijelaskannya, data mencatat pada April 2019 terdapat 13 gangguan penyulang, dan menurun secara drastis hingga menjadi lima kali gangguan saja (per April tahun 2020). Tren gangguan di daerah Payakumbuh secara akumulasi sampai akhir Mei 2020 sebesar 91 kali gangguan penyulang, kondisi ini membaik 44,17 % dibandingkan 2019 (163 Kali gangguan).

“Dengan diluncurkannya ULP Limapuluh Kota sebagai ULP Teknis, maka keandalan listrik harus semakin terjaga,” imbuhynya.

Dengan menjadi ULP teknis, kata Bambang, maka unit PLN dapat fokus melakukan inspeksi jaringan tegangan menengah (JTM) dan Gardu PLN untuk meningkatkan keandalan.

Inspeksi yang biasanya dilakukan seminggu sekali, kini bisa secara rutin seminggu tiga kali untuk memastikan tidak ada kerusakan jaringan listrik PLN.

“Tidak hanya untuk melakukan inspeksi, namun juga pemeliharaan preventif untuk meminimalisir potensi gangguan yang mungkin muncul. Dengan menjadi ULP teknis, maka evaluasi dapat dilakukan secara berkelanjutan demi meningkatkan keandalan,” tukasnya.(rel/esg)