BPR JKT-PRM, RoA 3,23 kali, Labanya Rp 1,18 Miliar

36

Predikat sebagai BPR berkinerja terbaik memang sangat pantas disematkan pada BPR JKT-PRM. Seluruh ratio indicator keuangan terlihat sangat bagus. NPL hanya 1,23 persen, BOPO hanya 83,55 persen, ratio intermediasi tercapai 97,19 persen dan ratio Return on Asset (RoA) mencapai 3,23 kali.

Adakah BPR yang mampu menghasilkan Return on Asset (RoA) tiga kali lebih? Ternyata PT BPR JKT-PRM mampu melakukan itu. Tahun buku 2020, seluruh ratio indicator keuangannya terlihat apik. NPL nya kecil, BPO nya rendah, intermediasinya tinggi dan laba bersih usahanya “tebal”.

“Alhamdulillah tahun 2020 kita masih mampu menghasilan pertumbuhan usaha dan mempercantik kualitas usaha kita. Total Asset tercapai Rp 48,73 Miliar, realisasi Kredit Rp 42,52 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 30,08 Miliar. Sementara itu Non Perfomance Loan (NPL) hanya 1,23 persen, BOPO tercapai 83,55 persen, RoA terealisasi 3,23 kali dan laba bersih usaha sebesar Rp 1,18 Miliar”, ungkap Direktur Utama PT BPR JKT-PRM Mardiswar yang didampingi Direkturnya Syamsuarsi kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurut Mardiswar, secara total asset PT BPR JKT-PRM memang tidak melampaui Rp 50 Miliar. Namun, secara kualitas usaha BPR JKT-PRM juga tak kalah bersaing dengan BPR yang berassetkan diatas Rp 50 Miliar. Terutama pada aspek kualitas usaha dan pendapatan laba.

“RoA kita sangat bagus dengan capaian 3,23 kali. Capaiannya terbilang sangat bagus untuk sekelas BPR, apalagi BPR yang berassetkan dibawah Rp 50 Miliar”, ujar Mardiswar.

Kredit

Ketika lembaga keuangan mengalami turbulensi usaha ditahun 2020, PT BPR JKT-PRM justru sebaliknya. Ekspansi kredit berjalan dengan maksimal dan biaya dapat pula dikendalikan dengan sebaik mungkin.

“Alhamdulillah kredit kita tetap berjalan seperti tahun tahun sebelumnya dengan intermediasi (Loan to Deposit Ratio) sebesar 97,19 persen. Maksimumnya realisasi kredit ini liner dengan meningkatnya pendapatan bunga yang mampu dibukukan. Baik itu bunga kredit maupun bunga tresurry atas penempatan bunga antar bank. Total pendapatan bunga yang mampu dibukukan ditahun 2020 ini tercatat sebanyak Rp 7,68 Miliar”, ujar Mardiswar.

Walau agresif dipasar kredit, manajemen PT BPR JKT-PRM sepanjang tahun 2020 juga menerapkan prinsip kehati hatian dalam mendistribusikan kredit. Ini terlihat dengan jelas dari ratio kredit bermasalah atau Non Perfomance Loan (NPL) yang kecil dengan ratio 1,23 persen. Artinya, dari Rp 42,52 Miliar kredit yang disalurkan 98,77 persennya berada dalam status sehat dan lancer.

Begitu juga dengan capaian ratio RoA. Sebagai BPR, capaian RoA dengan ratio 3,23 kali sangatlah bagus. Ini menandakan manajemen PT BPR JKT-PRM mampu mengelola dengan baik asset yang dipercayakan pemegang saham menjadi tiga kali lebih menghasilkan laba.

Asset

Dari audit yang dilakukan akuntan public Bustaman dkk Per 31 Desember 2020 total asset PT BPR JKT-PRM tercatat sebanyak Rp 48,72 Miliar atau tumbuh melandai dibandingkan realisasi asset tahun 2019 yang lalu dengan realisasi sebanyak Rp 47,65 Miliar.

Baca Juga:  Raih Keberkahan, BNI Sungai Penuh Berbagi Sembako

“Secara pertumbuhan asset kita ditahun 2020 memang sedekit melandai dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Perlambatan ini juga linier dengan kondisi perekonomian di Sumatera Barat, apalagi PT BPR JKT-PRM beroperasional di Kota Padang dan Pariaman yang merupakan salah satu wilayah yang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun kemarin”, ujar Mardiswar.

Dana Pihak Ketiga

Berbanding lurus dengan kinerja Asset, Dana Pihak Ketiga juga bertumbuh landai ditahun 2020 yang lalu. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 30,08 Miliar atau tumbuh kecil dibandingkan realisasi Dana Pihak Ketiga tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 29,50 Miliar.

Dari dua produk penghimpun dana, hanya dana tabungan yang menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik. Sedangkan deposito sedikit berkontraksi secara year on year. Total Dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2020 tercatat Rp 13,64 Miliar atau tumbuh 7,74 persen dibandingkan dana tabungan tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 12,66 Miliar. Sedangkan dana Deposito sepanjang tahun 2020 terhimpun sebanyak Rp 16,44 Miliar.

NPL Kecil, BOPO Bagus, Laba Besar

Resiko kredit bermasalah sangat melekat dengan kemampuan perbankan dalam mendistribusikan kredit. Ketika ekspansi kredit dilakukan ditengah perlambatan ekonomi maka resiko melambungnya kredit masalah menjadi tak terhindari. Namun, realita berbeda justru terlihat di BPR JKT-PRM.

Sepanjang tahun 2020 intermediasi berjalan baik dengan kredit yang disalurkan mencapai Rp 42,52 Miliar. Sementara ratio kredit bermasalahnya justru kian mengecil menjadi 1,23 persen. Ini menandakan prinsip kehati hatian berjalan baik seiring dimaintanancenya kredit yang disalurkan.

Begitu juga dengan ratio biaya. Berbekal asset sebesar Rp 48,73 Miliar, Dana Pihak ketiga sebesar Rp 30,08 Miliar serta pinjaman antar Bank sebesar Rp 4,46 Miliar BPR JKT-PRM masih mampu mengendalikan biaya dengan baik. Buktinya ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) terbilang sangat bagus dengan ratio 83,55 persen.

“Kredit yang maksimum, NPL yang kecil, BOPO yang bagus inilah memberikan imbas positif bagi kinerja laba. Laba bersih usaha yang mampu dibukukan selama tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 1,18 Miliar”, ujar Mardiswar.

Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, BPR JKT-PRM ini merupakan salah satu BPR dibawah naungan Gebu Minang Grup. BPR yang mayoritas sahamnya dimiliki perantau Piaman ini merupakan BPR berprestasi semenjak lima tahun terakhir dan selalu saja menghasilkan lompatan lompatan kinerja positif.

Selain sukses dalam operasional, BPR JKT-PRM ini juga merupakn salah satu BPR yang selalu mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Malahan tahun 2020 yang lalu BPR JKT-PRM meraih Double Winner Infobank Award berupa Golden Arward atas kinerja sangat bagus lima tahun berturut turut dan silver Infobank Award atas kinerja terbaik ditahun 2019. Berbekal capaian ditahun 2020 yang masih terbilang bagus ini besar kemungkinan BPR JKT-PRM kembali meraih INFOBANK AWARD untuk kinerja tahun 2020. (two)

Previous articlePerkuat Mitigasi, Intensifkan Pengurangan Risiko Bencana
Next articleKemenko Polhukam Dukung Percepatan Pembangunan Monumen Bela Negara