Kayu Manis Indonesia Tembus Pasar Thailand

15
Pelepasan kayu manis PT. Ince Jaya Mandiri sebanyak 10 ton ke Bangkok, Thailand bertempat di Gudang Logistik Pengangsaan 2, Rorotan, Tj. Priok, Jakarta Utara. (IST)

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya untuk komoditi kayu manis yang sudah menembus pasar global.

Dikatakan Direktur Pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan (PPHP), Kementan Dedi Junaedi, Indonesia melalui PT. Ince Jaya Mandiri (PT. IJM) belum lama ini mengekspor 10 Ton kayu manus ke Thailand. Selain itu ada juga jenis rempah lainnya yang cukup bernilai tinggi seperti Cengkeh, Pala, dan Kapulaga.

“10 ton ekspor kayu manis dengan grade AAA ini berasal dari petani di Kabuptaen Kerinci, Jambi dan Sebagian dari daerah Kalimantan,” ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/5).

Karena itu, pihaknya berupaya untuk terus membantu para pelaku ekspor untuk terus mengembangkan peluang akses pasar rempah Indonesia terutama dalam kegiatan promosi dan membantu menyelesaikan hambatan perdagangan rempah terutama aspek mutu.

“Kita akan selalumendorong lahirnya pada generasi muda, anak-anak milenial untuk lebih memperhatikan sektor pertanian kita, utamanya di komoditas perkebunan, tentunya kami tidak tinggal diam, kami akan terus melakukan pembinaan dan fasilitasi seoptimal mungkin untuk duduk berdampingan dengan para eksportir muda ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Coca-Cola Europacific Partners, Nama Baru Perusahaan Hasil Akuisisi

Dedi juga menjelaskan, Kementan berupaya untuk terus membantu para pelaku ekspor untuk terus mengembangkan peluang akses pasar rempah Indonesia terutama dalam kegiatan promosi dan membantu menyelesaikan hambatan perdagangan rempah terutama aspek mutu.

Salah satunya memfasilitasi para pelaku usaha untuk ikut dalam pameran-pameran penting di luar negeri. Seperti promosi di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (Bitec), Thailand.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Kasdi Subagyono mengatakan, pihakanya komit untuk mendukung ekspor rempah Indonesia, dan berharap ekspor kali ini akan terus konsisten dilakukan kedepan, tentunya dengan memperhatikan standar-standar mutu yang berlaku di negara tujuan.

Data Kementan menyebutkan, ekspor kayu manis 2020 meningkat 0,71 persen dari tahun sebelumnya. Berdasarkan volume ekspor dan meningkat 13,1 persen. “Berdasarkan nilai ekspor dan ini harus menjadi semangat para eksportir untuk dapat mengakselerasi peningkatan ekspor lagi kedepannya dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini,” imbuhnya. (jpg)

Previous articleDua Petak Toko Bangunan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar
Next articleDisnakerin Terima Satu Aduan soal THR