Penumpang Lion Air Turun 66%, Stimulus Pariwisata Perlu Digenjot

Pandemi Covid-19 telah berdampak hampir ke semua sektor ekonomi. Mulai dari industri manufaktur, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga pariwisata dan penerbangan.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengungkapkan bahwa ada penurunan sekitar 73,3 persen pergerakan penerbangan selama masa pandemi.

“Nah, rata-rata dulu penerbangan kami itu 1.400-1.500 flight per hari. Hari ini kurang lebih 400-an flight seluruh Indonesia,” ujarnya dalam wawancara khusus bersama JawaPos.com (Grup padek.co), Senin (3/8/2020).

Edward menjelaskan lebih lanjut, dengan asumsi satu armada hanya boleh membawa 150 orang, maka jumlah penumpang sekitar 60 ribu per harinya. Angka ini turun 66 persen dibandingkan kondisi sebelum pandemi.

Sebagaimana diketahui, jumlah penumpang pesawat terbang dibatasi maksimum 70 persen dari kapasitas. Aturan ini merupakan penerapan jaga jarak dan protokol mencegah penularan Covid-19.

“Kurang lebih 60 ribu penumpang per hari, yang dulunya itu hampir 180 ribu penumpang,” tutur Edward.

Menurut Edward, mobilitas masyarakat yang menggunakan angkutan udara saat ini lebih banyak untuk mengunjungi keluarga atau bekerja.

Baca Juga:  Audy Siapkan Terobosan bagi Kemajuan Pariwisata Bukittinggi

“Jadi peminatnya sebenarnya masih lebih dominan orang kantor, tapi yang berwisata belum kelihatan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Edward berharap stimulus yang sudah disiapkan pemerintah, baik untuk penerbangan maupun sektor pariwisata bisa betul-betul bekerja.

“Dengan adanya stimulus dari pemerintah, maka sektor wisata ini segera berkembang. Yang terpenting juga adalah tempat wisatanya buka, dengan kemudahan bagi para wisatawan tentunya,” pungkasnya.

Edward berharap, Agustus ini atau bulan depan, jumlah penumpang Lion Air Group semakin banyak. “Kapasitas (penerbangan) nasional itu kita harap bisa (meningkat) kembali 50 persen,” ujarnya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah penumpang yaitu dengan memberikan harga yang terjangkau. Edward optimistis pulihnya bisnis penerbangan dapat mendorong perekonomian secara general.

“Karena tujuan kita adalah mendorong ekonomi supaya cepat bergulir, di mana dengan transportasi berjalan, aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” terang dia.(jpc)