Kerja Sama Gojek-Pemko Padang, 3.000 Pedagang Go Digital

30

Gojek, super app terbesar di Asia Tenggara terus berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam mendukung dan menjadi mitra tumbuh kembang pelaku bisnis kecil di Kota Padang untuk go digital #MelajuBersamaGojek.

Tanggal 3 April 2021 Gojek menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kota Padang terkait kerjasama untuk menambah 3.000 pedagang ke dalam ekosistem Gojek.

Detail kesepakatan bersama ini dituangkan ke dalam perjanjian kerja sama dengan Dinas Perdagangan Kota Padang untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Kota Padang.

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Plt. Wali kota Padang, Hendri Septa dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Harmadi Algamar dengan Head of Public Policy and Government Relations Gojek Sumatera, Muhammad Ruslan dan Branch Manager Gojek Padang, Septian Dwijayanto.

Hendri Septa menyampaikan apresiasinya kepada Gojek atas kerja sama yang terbangun antara kedua belah pihak. “Kerja sama ini sangat strategis mengingat potensi perdagangan yang dimiliki Kota Padang, dimana semua pelaku bisnisnya saat ini jumlahnya terus berkembang namun belum memiliki pasar yang luas. Dengan memasuki ranah digital bersama aplikasi Gojek ini, maka harapannya potensi pasarnya semakin bertambah. Pertumbuhan ekonomi para pelaku dagang di Kota Padang pun otomatis bertambah dan memberi kontribusi yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Hendri Septa.

Sejumlah bidang kerja sama yang akan dilakukan bersama Dinas Perdagangan Kota Padang ini akan membantu para pedagang kecil dan menengah di Padang untuk memasuki ranah digital melalui layanan-layanan yang ada di dalam aplikasi Gojek.

Secara detail kerjasama ini meliputi:

1. Program Pengembangan Kegiatan Kewirausahaan Terpadu atau PKKT untuk 3.000 pedagang.

2. Pendaftaran peserta PKKT menjadi mitra GoFood.

3. Pendaftaran peserta PKKT menjadi rekan usaha GoPay.

4. Pemanfaatan GoSend & GoPay di aplikasi Gojek untuk membantu para pedagang.

5. Kerja sama digitalisasi untuk 9 pasar tradisional di kota Padang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Harmadi Algamar, menyampaikan target 3.000 pedagang untuk Kota Padang ini adalah target awal, kedepannya kerjasama ini akan terus diperluas dengan menggandeng lebih banyak pedagang lagi di Kota Padang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Padang.

Baca Juga:  Raih Keberkahan, BNI Sungai Penuh Berbagi Sembako

“Dengan target awal ini kami berharap para pelaku bisnis lain di Padang juga ikut terpancing untuk bisa mengembangkan diri dan mempelajari ranah digital sebagai salah satu upaya memperluas pasar mereka. Saat ini, digitalisasi dalam sektor perdagangan itu adalah sebuah hal yang sudah seharusnya, apalagi di masa pandemi seperti ini dimana kita semua harus menekan mobilitas. Bagi pelaku bisnis, situasi ini tentu meresahkan. Maka solusi digital dari Gojek ini adalah sebuah langkah yang tepat untuk bertahan dimasa sulit pandemi sekaligus memberikan fondasi yang kuat bagi para pedagang lokal di Padang jika kondisi kembali ke masa normal baru ke depannya,” ungkap Andree.

Pasca penandatanganan perjanjian kerja sama, Branch Manager Gojek Padang, Septian Dwijayanto menyatakan bahwa upaya Gojek untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah kota Padang ini merupakan langkah berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan bisnis lokal.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kota Padang yang memilih Gojek sebagai partner untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi perdagangan lokal di Kota Padang. Misi Gojek dalam mendukung pertumbuhan pelaku usaha lokal tetap sama, bahkan semakin kuat. Kami sadar, usaha kecil dan menengah merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Disini, Gojek memiliki peranan untuk mendukung teman-teman pelaku usaha agar terus memperoleh akses untuk go-digital, terlebih di masa pandemi ini dimana masyarakat semakin mengedepankan transaksi nontunai agar dapat meminimalisir kontak fisik langsung,” jelas Septian.

Secara nasional, upaya Gojek dalam mendukung pelaku bisnis kecil dan menengah turut membantu ketahanan perekonomian Indonesia.

Riset LD FEB UI mengungkapkan bahwa Gojek berkontribusi sebesar Rp 104,6 triliun ke ekonomi Indonesia di tahun 2019. Menggunakan metode perhitungan PDB, nilai produksi di ekosistem Gojek setara dengan 1% PDB nasional di tahun 2019. (rel)

Previous articleMenikmati Teh Tudung dan Mie Kesukaan Obama di Ketinggian 700 Mdpl
Next articleOPPO Enco X, Beri Pengalaman Terbaik bagi Pecinta Teknologi dan Audio