Vaksin Korona Kunci Pemulihan Ekonomi

15
ilustrasi. (net)

Kepala Ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean mengatakan, resesi akan terus berlanjut hingga kuartal pertama di 2021. Hal itu bisa dilihat karena deflasi yang terus terjadi sepanjang triwulan III-2020. Deflasi yang terjadi karena lemahnya permintaan. “Sehingga pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2020 diperkirakan berada di sekitar minus 3 persen sampai minus 3,5 persen,” kata Adrian.

Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani tidak yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 dapat mencapai 5 persen. Kunci pertumbuhan ekonomi bisa pulih dan bangkit kembali yakni pada penanganan virus.

“Kata Pak Luhut, vaksin pada Desember nanti bisa hadir dan menjangkau 100 juta orang. Meski negara maju yang sudah memberikan uang muka saja, baru bisa dapat vaksin satu hingga dua tahun kemudian. Kalau Indonesia bisa dapat duluan, hebat dan sangat baik tentunya,” ujarnya.

Menurutnya, memang ada peluang untuk pertumbuhan ekonomi tahun depan kembali ke level positif. Namun, belum akan mencapai setinggi 4,5-5,5 persen. Karena, defisit anggaran yang melebar baru diperkirakan kembali pulih sesuai ketentuan sebelumnya pada 2023. “Kita mungkin tahun depan bisa tumbuh positif, tapi hanya di level satu hingga dua persen saja. Itu sudah bagus,” katanya.

Aviliani menilai, pemerintah perlu fokus pada peningkatan anggaran di sisi preventif. Khususnya, pencegahan pada lingkup terkecil masyarakat yaitu Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). “Anggaran kesehatan difokuskan di BPJS Kesehatan, tenaga kesehatan dan orang yang sakit. Namun, saya melihat langkah preventifnya yang belum ada anggaran,” jelas Aviliani.

Baca Juga:  RI Masuk 10 Negara Utang Terbesar

Sebelumnya, meski diwarnai ketidakpastian, pertumbuhan ekonomi dipatok 5 persen dalam APBN 2021. “Banyak faktor yang akan mendorong ekonomi mencapai kisaran 5 persen. Selain kebijakan pemanfaatan APBN, penanganan Covid-19 juga menjadi faktor pendukung akselerasi,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Jakarta baru baru ini.

Selain itu, lanjut Sri, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta upaya pemerintah menjaga demand dan supplay menjadi pendorong laju ekonomi di 2021. Dari sisi demand, berbagai bantuan sosial dan bantuan ke masyarakat secara langsung diharapkan bisa menjaga daya beli dan juga ketahanan dari masyarakat. Terutama 40 persen penduduk terbawah.

Kemudian dari sisi supply side, pemerintah juga terus memberikan dukungan insentif pajak, bantuan kredit dan penjaminan, mulai dari usaha kecil menengah hingga korporasi.
Sri mengatakan, target pertumbuhan ekonomi itu telah disetujui DPR. Kendati begitu, dia mengaku dinamika ekonomi di 2021 masih diwarnai ketidakpastian. Karena itu, risiko ketidakpastian ekonomi tetap harus dimitigasi dengan baik. “Dengan begitu, dampak negatif yang ditimbulkan pandemi bisa diminimalkan,” tegas Ani. (jpg)