Kinerja PT BPR Tambun Ijuk, Asset Tumbuh 24,02 %, Laba Naik 143,56 %

20

Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik tantangan pasti ada peluang. Itulah yang diyakini manajemen PT BPR Tambun Ijuk ditahun 2020.

Ketika ekonomi tumbuh minus dan realisasi kredit lembaga keuangan mengalami kontraksi, justru PT BPR Tambun Ijuk masih mampu menghasilkan lompatan kinerja kredit dengan pertumbuhan 54,30 persen dan melambungkan laba bersih usahanya hingga 145 persen secara year on year.

“Alhamdulilah apa yang kita rencanakan berjalan dengan baik. Pertumbuhan usaha dan peningkatan kualitas usaha berhasil kita raih ditahun 2020. Total asset tercapai Rp 22,87 miliar, realisasi Kredit sebesar Rp 15,06 miliar, Dana Pihak Ketiga terhimpun Rp 19,12 miliar. Sementara itu ratio kualitas aktiva produktif pun kian membaik dengan capaian Non Perfomance Loan hanya 1,73 persen dan laba bersih usaha sebesar Rp 246 juta,” ungkap Direktur Utama BPR Tambun Ijuk Candra Ichwan didampingi Direkturnya Mendra kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurut Candra, tahun 2020 dukungan berbagai pihak terhadap PT BPR Tambun Ijuk semakin kuat dan besar. Selain pemegang saham yang bersedia melakukan re-investasi untuk tambahan modal, kerpercayaan publik untuk menempatkan dananya di BPR Tambun Ijuk pun kian meningkat. Tidak itu saja, permintaan terhadap kreditpun tumbuh sangat tinggi.

Kredit Tumbuh 54,30 Persen

Ketika mayoritas lembaga keuangan mengalami “disfungsi intermediasi” dan sulit “kencing” kredit ditahun 2020 PT BPR Tambun Ijuk justru sebaliknya. Secara year on year realisasi kredit PT BPR Tambun Ijuk tumbuh 54,30 persen.

“Total kredit yang mampu kita salurkan sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 15,06 miliar atau tumbuh dengan nominal Rp 5,3 miliar dibandingkan realisasi kredit tahun 2019 yang lalu dengan nominal Rp 9,76 miliar”, ujar Candra diamini Mendra.

Naik siginifikannya realisasi kredit ditahun 2020 membawa dampak cukup signifikan terhadap pendapatan. Total pendapatan bunga yang mampu dibukukan ditahun 2020 tercatat sebanyak Rp 2,72 miliar atau tumbuh secara year on year sebesar 19,82 persen dibandingkan pendapatan bunga tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 2,27 miliar.

Dana Pihak Ketiga

Selain kredit yang mampu tumbuh double digit, realisasi Dana Pihak Ketiga pun tak kalah bagus. Secara year on year Dana Pihak Ketiga tumbuh 27,47 persen dan lebih didominasi oleh dana tabungan.

Dari audit yang dilakukan tercatat total Dana Pihak Ketiga tahun 2020 sebanyak Rp 19,12 miliar atau tumbuh dibandingkan Dana Pihak Ketiga tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 15,00 miliar. Dari dua produk penghimpun dana, kedua sama sama menghasilkan pertumbuhan.

Total dana tabungan yang mampu dihimpun sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 13,46 miliar atau tumbuh 27,47 persen dibandingkan realisasi dana tabungan tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 11,00 miliar. Sedangkan dana deposito terhimpun sebanyak Rp 5,66 miliar atau tumbuh dibandingkan total deposito tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 4 miliar.

Baca Juga:  Audiensi dengan Kapolda, Toni Wahyu: PLN Siaga Hadapi Idul Fitri

Laba Tumbuh 143,56 Persen

Rumus bahwa kredit adalah nafas utama perbankan dalam menghasilkan pendapatan benar adanya. Pertumbuhan kredit yang sangat signifikan ditahun 2020 memberikan dampak yang cukup besar bagi pos pendapatan di BPR Tambun Ijuk.

“Alhamdulilah, selain sukses meningkatkan total asset ditahun 2020, kita di BPR Tambun Ijuk juga berhasil mempercantik ratio kualitas aktiva produktif. Selain ratio RoA (Return on Asset) yang meningkat menjadi 1,22 persen, kualitas kreditpun mampu ‘dipercantik’ seiring mengecilnya ratio Non Perfomance Loan menjadi 1,73 persen ditahun 2020,” tambah Mendra.

Dari audit yang dilakukan akuntan publik Harry Putranto tercatat, total pendapatan yang mampu dibukukan sepanjang tahun 2020 sebanyak Rp 3,04 miliar atau tumbuh dibandingkan total pendapatan tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 2,64 miliar. Total pendapatan ini disumbangkan oleh tiga pos pendapatan, pendapatan bunga , provisi dan pendapatan lainnya.

“Asset yang bertumbuh, kredit yang meningkat, Dana Pihak ketiga yang bertambah, kuaitas kredit yang kian membaik membuat kinerja laba menjadi jauh lebih baik. Laba bersih usaha kita berhasil meningkat signifikan dari Rp 101 juta ditahun 2019 meningkat menjadi Rp 246 juta ditahun 2020 atau tumbuh secara year on year sebesar 143,56 persen,” ujar Candra dan Mendra.

Dilirik Pengusaha Nasional

Kinerja yang terus membaik di BPR Tambun Ijuk mematik minat dan respons positif dari pengusaha nasional Hari Ichlas Majo Lelo. Cucu dari Tuanku Imam Bonjol menyanggupi permintaan manajemen BPR Tambun Ijuk untuk menempatkan beliau menjadi pemegang saham pengendali.

“Pak Hari telah bersedia berinvestasi dan menanamkan modalnya serta menjadi pemegang saham pengendali. Selain berinvestasi, beliau juga menyanggupi untuk membantu kebutuhan likuiditas kalau memang diperlukan. Ini adalah sebuah bentuk kepedulian Pak Hari terhadap lembaga keuangan mikro yang berhubungan langsung dengan ekonomi di akar rumput,” ujar Mendra.

Kini dengan masuknya pengusaha nasional menjadi investor dan pemegamg saham pengendali maka kebutuhan modal inti minimum sebagaimana amanat POJK Nomor 5 tahun 2015 tak menjadi masalah lagi.

Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPR Tambun Ijuk merupakan salah satu BPR yang berada dibawah binaan Bank Nagari. BPR ini sempat mengalami stagnan kinerja beberapa tahun yang lalu dan sulit untuk menaikan kauntitas dan kualitas assetnya.

Namun, dalam tiga tahun terakhir seiring masuknya manajemen baru BPR Tambun Ijuk mampu memecahkan kebuntuan kinerja tersebut.

Tiga tahun terakhir BPR Tambun Ijuk mampu menghasilkan kinerja terbaiknya dengan menghasilkan lompatan lompatan asset dan laba.

Jika ditahun 2017 total asset masih terkunci dibawah diangka Rp 15 miliar kini justru mampu merangkak naik menjadi Rp 22,87 miliar. Diperkirakan diakhir tahun 2021 ini total asset BPR Tambun Ijuk bisa melampaui Rp 27 miliar. (Two Efly-Padang Ekspres)

Previous articleKinerja PT BPR Tilatang Kamang, Asset Tumbuh, Labanya Meningkat
Next articleNormalisasi Batang Tapan Dibutuhkan Dana Rp 163 M